Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Identitas Shazia


__ADS_3

setelah sholat isya Shazia langsung keluar dari masjid sebelah ustadz Ghazali mengajak pulang dan berjalan menuju belakang pesantren. Ghazali yang melihat itu langsung menyusul istrinya. Shazia terkejut saat ada tangan yang melingkar di pinggangnya dan saat membalikkan badannya Shazia melebarkan matanya karena ustadz Ghazalilah yang ada di belakangnya


"mau kemana". tanya Ghazali


"mau ambil barang barang di asrama". jawab Shazia


"asrama ada di sebelah sana". tunjuk Ghazali


"kenapa kamu berjalan menuju ke belakang pesantren, apa sudah lupa di mana letak asrama". tanya Ghazali


"a aku mau ke kamar mandi dulu". jawab Shazia


"tapi kamar mandi perempuan ada di sebelah sana". tunjuk Ghazali


"sudah ayo aku antar ke asrama untuk mengambil barang barang mu". ucap Ghazali


Ghazali menarik pinggang Shazia dan Shazia mengikuti langkah ustadz Ghazali menuju asrama. Shazia menoleh ke belakang dan melihat kakaknya ada di sana. Derrel mengepalkan tangannya karena tidak berhasil bertemu dengan adiknya


"aku harus menyingkirkan pria itu, kenapa Zia diam saja dan tidak memberontak, benar kata ayah bahwa pria itu bisa merubah Zia secara perlahan". ucap Derrel


"aku harus segera membawa kembali sebelum Zia melupakan bahwa dirinya adalah seorang mafia". sambung Derrel dan meninggalkan tempat itu


"aku tunggu disini". ucap ustadz Ghazali


Shazia masuk ke dalam kamar asramanya lalu memasukkan sisa sisa barang barangnya. Dea yang melihat Shazia langsung memeluknya


"aku masih tidak percaya bahwa kamu menikah dengan ustadz Ghazali padahal dulu kamu tidak menyukainya". ucap Dea dan Shazia tidak meresponnya


"yah bakalan sepi deh kalau kamu tinggal bersama ustadz Ghazali". ucap Dea


"masih ada Kemala tu". jawab Shazia


"cerita dong bagaimana rasa menikah". tanya Dea


"sebaiknya kamu diam dan jangan banyak tanya". ucap Shazia dan langsung keluar


"sudah". tanya ustadz Ghazali dan Shazia menanggukan kepalanya

__ADS_1


Ghazali mengambil alih tas yang ada di tangan Shazia. mereka berdua berjalan menuju rumah


"assalamualaikum ustadz". ucap ustadzah Dila yang sudah ada di depannya


"wassalamu'alaikum". jawab ustadz Ghazali


"bagaimana masakan saya ustadz". tanya ustadzah Dila


"lumayan". ucap Shazia


"ustadz maaf saya dan isteri saya mau pulang, assalamualaikum". ucap ustadz Ghazali


"waalaikumussalam". jawab Ustadzah Dila


ustadzah Dila menatap tangan ustadz Ghazali yang melingkar di pinggangnya istrinya


"kenapa harus santri nakal itu yang jadi istrimu". ucap ustadzah Dila lalu pergi dari sana


Dari kejauhan Derrel melihat interaksi mereka dan senyum terbit di bibirnya ketika sebuah rencana muncul di kepala


"tidak perlu mengotori tangan ku untuk membuat Zia pisah dari pria itu ". ucap Derrel lalu meninggalkan tempat itu


setelah memastikan Shazia tertidur Ghazali turun dan keluar rumah untuk menemui Abah. sesampainya di ndalem Abah menyuruh Ghazali masuk.


"ada apa ingin menemui Ghazali bah". tanya Ghazali


"Shazia sudah tertidur". tanya Abah dan Ghazali menanggukan kepalanya


"Ghazali dengar istrimu adalah seorang mafia dan dia adalah Putri dari Lucas yaitu Mafia yang sangat kejam bisa melakukan apapun untuk menyingkirkan orang orang yang menghalanginya, jadi Abah harap kamu harus hati-hati termasuk pada istrimu sendiri bagaimana pun pasti Lucas telah mendidikan menjadi seperti dirinya ". udah Abah


"walaupun Abah lihat ada sisi baiknya tetapi jika Shazia bertemu dengan keluarganya pasti akan kembali seperti dulu karena Abah lihat belum sepenuhnya sisi mafianya hilang ". sambung Abah


"Ghazali tau bah dan Ghazali akan berusaha untuk mendidiknya menjadi wanita yang baik, tapi sejak kapan Abah tau dia seorang mafia ". tanya Ghazali


"sejak pertama dia masuk kemari Abah sudah tau dan Abah juga tidak tau apa yang dia cari di pesantren ini , dan Abah diam saja karena Abah ingin tau apa yang dia cari maka Abah membiarkan dia tetap disini dan mengawasinya ". ucap Abah


"Ghazali di pesantren ini tidak hanya Shazia saja tapi ada kakaknya dan juga kekasihnya, jadi sebisa mungkin kamu jaga istrimu jangan sampai bertemu dengan mereka, aku yakin kedatangan kakaknya karena istrimu tidak bisa menyelesaikan tugasnya ". ucap Abah dan menyodorkan dua foto

__ADS_1


"yang ini Derrel kakaknya dan ini Marvin kekasihnya ". ucap Abah


Ghazali mengambil foto tersebut dan ingat bahwa pria itu adalah pria yang dia lihat saat baru saja tiba sore tadi dan yang satunya adalah pria yang masuk ke dalam pesantren ini


"Ghazali Abah harap kamu bisa merubah istrimu dan ketika dia bertemu kembali dengan keluarganya maka dia tidak akan kembali menjadi mafia, karena Abah lihat Shazia sebenarnya adalah anak yang baik hanya saja terlahir di lingkungan Mafia ". ucap Abah


"Abah tenang saja, Ghazali sudah tau bagaimana caranya untuk mendidik Shazia ". ucap Ghazali


setelah berbincang dengan Abah Ghazali pamit untuk kembali ke rumah. saat disampai dirumah Ghazali melihat Santriwan yang berada di depan jendela kamarnya dan bersiap untuk mengetuk jendela tersebut


"assalamualaikum". ucap ustadz Ghazali


Marvin langsung membalikan badannya.


"kenapa dia cepat sekali kembalinya". ucap Marvin karena tadi dia melihat ustadz Ghazali masuk ke Ndalem maka dirinya datang kemari


"apa yang kamu lakukan di depan rumah guru mu anak muda". tanya Ghazali


"eh itu ustadz tadi saya sedang mengejar kucing dan lari kesini tapi tiba tiba menghilang". jawab Marvin


"kembalilah ke asrama mu ini sudah tengah malam dan istirahatlah karena jam 3 harus bangun dan melakukan sholat tahajud bersama". ucap Ghazali dengan tegas dan menatap Marvin


"eh iya ustadz". ucap Marvin lalu pergi dari sana


Ghazali menatap punggung Marvin. Ghazali bersyukur karena cepat kembali jika tidak mungkin Marvin sudah menemui istrinya.


Ghazali langsung masuk ke dalam rumah. Ghazali bernafas lega saat melihat istrinya yang masih tertidur lelap. Ghazali Mengahampiri istrinya lalu mencium kening istrinya


"maaf jika aku harus menjauhkan mu dari keluarga mu, tapi aku tidak ingin kamu berada di lingkungan Mafia yang sangat berbahaya itu walaupun ayah mu adalah mafia terkejam, karena aku ingin kamu menjadi wanita biasa yang Sholeh". ucap ustadz Ghazali dalam hati


Shazia mengeliat saat ada yang mengusap pipinya


"saat tidur yang nyenyak". bisik Ghazali


"seperti aku tau apa yang kamu cari di pesantren ini, aku tidak akan membiarkan kamu mendapatkan itu karena akan sangat berbahaya jika jatuh ke tangan ayah mu". ucap Ghazali dalam hati kemudian membawa Shazia ke dalam pelukannya


💙💙💙💙

__ADS_1


Hay aku menemukan lagi novel yang sangat memukau nih dan sangat wajib untuk di baca, cuss langsung ketik dengan judul "Izinkan Aku Selingkuh" karya " EsKobok"



__ADS_2