Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Keajaiban


__ADS_3

empat bulan kemudian


kini kandungan Shazia sudah memasuki lima bulan. Shazia berdiri di depan cermin dan mengusap perut yang sudah begitu besar karena kehamilan kembarnya.


"sudah siap sayang". tanya Ghazali


"sudah mas". jawab Shazia


di kehamilan yang lima bulan Shazia mudah lelah. Ghazali mengandeng tangan istrinya untuk keluar


"ma kamu mau periksa kandungan dulu". ucap Ghazali


"iya hati hati dan jangan menyebut bawa mobilnya". ucap Khadijah


"iya ma". jawab Ghazali


"kami pamit assalamualaikum".


"waalaikumussalam".


setelah berada di dalam mobil Ghazali melajukan mobilnya dengan pelan. setiap kali mereka sedang periksa kandungan Shazia selalu terlihat sedih karena perkembangan jantung janin tidaklah baik.


"ya Allah jika ingin menghukum ku hukumlah aku saja tapi jangan anak anak ku". ucap Shazia dalam hati


mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki halaman rumah sakit. Ghazali menggengam tangan Shazia


"semau pasti akan baik baik saja". ucap Ghazali pada istrinya


"baik baik saja bagaimana, setiap kali periksa dokter selalu mengatakan bahwa jantung tidak tumbuh dengan baik". jawab Shazia sambil menundukkan kepalanya


"bahkan tiga bula yang lalu dokter menyarankan untuk mengugurkan mereka". sambung Shazia


"sayang jangan putus asa, kita juga sudah pindah dokter dan mas yakin dokter yang ini akan melakukan yang terbaik untuk kita". ucap Ghazali


"sekarang kita turun, dokter sudah menunggu". ucap Ghazali


Shazia menarik nafasnya dan turun dari mobil. Shazia mengertakan tangannya saat memasuki rumah sakit dan saat sampai di depan ruangan dokter, suhu tubuh Shazia menjadi dingin dan tidak siap untuk mendengar apa yang akan di sampaikan setelah pemeriksaan


"assalamualaikum dokter". ucap Ghazali

__ADS_1


"wassalamu'alaikum pak Bu, silahkan duduk". ucap dokter itu dengan ramah


"bagaimana keadaan Bu Zia, apa ada keluhan dengan kandungannya". tanya dokter


"tidak ada dokter, tapi saya tidak pernah mengalami mual mual sampai saat ini , pernah mengalami hanya beberapa kali sebelum saya tau jika saya hamil". ucap Shazia


"itu tanda mereka anak anak yang pintar dan mereka tidak ingin membuat orang tua kesakitan". jawab dokter


"silahkan Bu berbaring saya periksa dulu". ucap Dokter


Shazia memenang tangan suaminya dengan begitu erat saat gel di usapan di perutnya. Shazia menatap suaminya dan Ghazali tersenyum pada istrinya


"bagaimana dok" tanya Ghazali


"ini sebuah keajaiban pak Bu janinnya tumbuh dengan baik dan sehat bahkan jantung normal ". jawab dokter itu


"jantung normal dok". tanya Shazia


"Alhamdulillah iya Bu, dan do'a bapak ibu telah di kabulkan ". ucap dokter


"dan tolong Bu untuk makan yang banyak apalagi ini kehamilan kembar butuh nutrisi yang banyak, apalagi setiap ibu periksa kemari berat badan ibu selalu turun ". ucap dokter


"saya sarankan sebaiknya makan makanan yang di buat sendiri, untuk menghindari kejadian waktu itu agar tidak terjadi lagi ". ucap dokter


pancaran Kebahagiaan terlihat jelas di wajah Shazia dan Ghazali mengucapkan syukur atas apa yang dia dapatkan hari ini. setelah selesai periksa mereka langsung pulang


"Dengar kata dokter tadi kamu harus banyak makan". ucap Ghazali dan Ghazali sendiri menyadari tubuh istrinya yang sedikit kurus


sesampainya di rumah Ghazali langsung membawa Shazia ke dapur. Ghazali menyuruh Shazia duduk sedangkan dia langsung membuat makanan. Shazia tersenyum sambil mengelus perut


"aaa". ucap Shazia


Ghazali langsung menghentikan kegiatan dan mengahampiri istrinya


"ada apa". tanya Ghazali


Shazia membawa tangan suaminya dan meletakan di atas perutnya. Ghazali sedikit terkejut saat merasakan sebuah gerakan


"mereka menendang". tanya Ghazali dan Shazia menanggukan kepalanya

__ADS_1


senyum bahagia terpancar di wajah mereka karena ini pertama kalinya anaknya mereka aktif.


"mas masakan gosong". ucap Shazia


Ghazali langsung mematikan kompor dan melihat ayam yang sudah gosong. Ghazali menyingkirkan ayam tersebut dan memasukan ayam yang lain


"bau apa ini". tanya Khadijah


"ayam kosong ma". jawab Shazia


"kenapa bisa gosong". tanya Khadijah


"tadi mas sangat bahagia saat mengetahui si kembar menendang untuk pertama kalinya hingga lupa jika masih menggoreng ayam". jawab Shazia


"benarkah, mama ingin memegangnya ". jawab Khadijah


Khadijah mengulurkan tangannya dan merasakan sebuah gerakan. Khadijah mengucapkan syukur karena kecurigaan salah. Khadijah sempat curiga ada sesuatu dengan kandungan menantunya.


"ayo sekarang makan yang banyak, agar berat badan mu menambah ". ucap Ghazali setelah meletakkan beberapa hidangan


Shazia mengambil beberapa makanan dan langsung melahapnya, sekarang dia merasakan nikmat saat makan.


"mama senang sekarang kamu makan banyak karena si kembar butuh nutrisi yang banyak ". ucap Khadijah


Ghazali dan mamanya juga ikut makan, mereka menikmati makanan mereka. Ghazali harus ikhlas ketika ayam gorengnya di ambil oleh istrinya.


sedangkan di dalam penjara Dila termenung meratapi nasibnya, dia sempat memberitahu segala tapi polisi tidak menangkap Derrel padahal Derrel dalang dari semua. bahkan selama di dalam penjara Dila tidak ingin menemui siapapun termasuk kedua orang tuanya


"kenapa kamu harus hadir". Ucap Dila dan memukul perutnya yang sedikit membuncit


ya Dila sedang hamil empat bulan. di dalam penjara Dila menangis karena kebodohan karena ingin memiliki sesuatu yang tidak mungkin untuk dia miliki


"hiks hiks"


Dila meringkuk di lantai yang dingin dan selama dua bulan ini setelah kedua orang tuanya mengetahui putrinya hamil di luar nikah mereka belum berkunjung.


❤️❤️❤️❤️


kalau tembus 10 komentar akan update satu bab lagi

__ADS_1


__ADS_2