Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Hukuman Yang Membuat Trauma


__ADS_3

Shazia menarik nafasnya ketika mendengar pertanyaan suaminya dan Shazia memejamkan matanya


"pada hari itu...."


flashback on


seorang anak berumur sembilan bulan sedang melihat pemandangan yang ada di luar jendela hingga matanya menangkap beberapa anak anak seusia yang sedang berkumpul dan melakukan sesuatu dan itu sangat menarik bagi Shazia


"apa yang sedang mereka lakukan". ucap Shazia


"mereka sedang bermain nona". jawab sang supir


"bermain, tapi kenapa mereka tidak bermain pistol seperti ku". tanya Shazia


"nona dan mereka beda ". jawab supir


"bedanya apa mereka dan aku seperti sama, lihatlah tinggi dan besar mereka tidak beda jauh dengan ku". tanya Shazia yang sangat penasaran


"nanti ketika nona sudah besar nona akan mengerti". jawab supir


mobil yang di kendarai sudah sampai di markas Black Sky, Shazia langsung turun dan sampai di lapangan, Shazia melihat kakaknya yang sedang menembak tapi kali ini sasarannya bukanlah papan sasaran tapi burung burung yang berterbangan


dor


dor


dor


Derrel menebak tepat sasaran dan Lucas melihat itu tersenyum lalu menghampiri putranya


"bagus Derrel, memang anak kesayangan ayah dan akan menjadi penerus ayah". ucap Lucas


"istirahatlah". sambung Lucas


"baik ayah". jawab Derrel


"Zia sini". panggil Lucas dan Shazia mengahampiri ayahnya


"sekarang giliran mu". ucap Lucas


"iya yah". jawab Shazia


Shazia mengambil pistolnya dan mengarahkan ke atas untuk membidik sasarannya


dor


dor


dor


"fokus Zia". teriak Lucas saat tidak ada satupun yang terkena tembakan


dor


dor


dor


"fokus, kalau ayah bilang fokus ya fokus, ayah sudah mengajarkan mu tapi kenapa tidak ada satupun yang terkena ". bentak Lucas


"maaf ayah". ucap Shazia sambil menundukkan dan rasanya ingin menangis

__ADS_1


"lakukan terus dan jangan berhenti sebelum tembakan mu mengenai sasaran ". ucap Lucas dan Shazia menanggukan kepalanya


Shazia menghapus air matanya yang tidak bisa dia tahan lagi dan mengarahkan kembali pistol


dor


dor


dor


air mata Shazia semakin deras mengalir karena tidak ada satupun yang tepat sasaran sedangkan dirinya sudah lelah. hingga sebuah tangan memegang tangan dan Shazia melihat senyum kakaknya


"fokus pada objeknya Zia". ucap Derrel


dor


kali ini tembakan Shazia mengenai tepat sasaran.


setalah hari itu setiap kali Shazia berangkat ke markas Black Sky selalu melihat anak anak yang sedang berkumpul sehingga membuat Shazia semakin penasaran karena bermain mereka sangat beda dengan dirinya


"paman berhenti". ucap Shazia dan supir itu menghentikan mobilnya


"ada apa nona". tanya supir


"aku ikut mereka bermain". ucap Shazia


"jangan nona lagian kita harus segera menemui ayahnya nona". ucap supir itu


"tapi aku penasaran apa yang mereka mainkan paman". ucap Shazia


"nona nanti tuan marah ". ucap supir


"paman tenang saja ayah tidak akan marah ". ucap Shazia lalu turun dari mobil


"nona seharusnya bermain seperti mereka tapi terlahir di keluarga mafia seperti tuan membuat nona kehilangan masa anak anaknya ". ucap supir


"kalian sedang apa". tanya Shazia


"bermain ". jawabnya


"bermain apa". ucap Shazia


"bermain gobak slodor kamu mau ikut, karena Kita kekurangan satu orang ".


Shazia dengan cepat menanggukan kepalanya. dengan riang dan penuh tawa Shazia bermain bersama mereka. hingga akhirnya Shazia terkejut ada yang menarik tangannya. Shazia melihat ayahnya yang menatap dengan tajam


Lucas langsung menarik putrinya dan memasukan ke dalam mobil dengan kasar


"ayah Zia sedang main bersama mereka". ucap Shazia


"main, bermain tidak seperti itu hanya buang buang waktu". ucap Lucas


mobil yang mereka kendarai melaju dengan kencang Shazia memperhatikan sekitar dan jalan yang mereka lewati bukan jalan menuju rumah atau ke markas Black Sky


"ayah ini kita mau kemana". tanya Shazia saat mobil mulai masuk ke dalam hutan yang disertai hujan petir


mobil yang mereka kendarai berhenti di tengah hutan dan tanpa perasaan Lucas menarik putrinya yang sudah ketakutan, bagaimana tidak takut saat ayahnya menarik masuk ke dalam hutan bahkan sekitar terlihat gelap dan seram apalagi di tambah rintik hujan dan petir


"ayah mau bawa Zia kemana hiks". ucap Shazia tapi Lucas tidak mendengar suara putrinya


Lucas menghentikan langkahnya saat sudah sampai di tempat yang dia tuju

__ADS_1


"ayah akan memberikan hukuman untuk agar tidak main main seperti tadi, ingat ayah tidak suka melihat mu Seperti tadi". Ucap Lucas dan mencengkram lengan putrinya


"aaa". teriak Shazia saat ayahnya mendorong ke sebuah lubang


Shazia meringis saat kakinya terkilir


"ini hukuman untuk anak yang tidak bisa didik, renungkan di dalam sana". ucap Lucas


"ayah keluar Zia dari sini, Zia janji tidak akan mengulangi lagi, di sini sempit ". ucap Shazia sambil menodongkan kepala


"tidak ayah jangan di tutup keluar Zia di sini gelap ". teriak Shazia saat lubang itu di tutup


"hiks Zia mohon ayah, gelap dan sesak". ucap Zia yang ketakutan karena air mulai masuk ke dalam lubang


"hiks ayah tolong ". ucap Shazia yang ketakutan saat tidak mendengar langkah kaki yang mulai menjauh


"hiks hiks ayah ". ucap Shazia


jeduar


jeduar


Jeduar


Shazia menutup telinga dan matanya saat mendengar petir yang bergemuruh yang sangat dekat suaranya. sedangkan di dalam Shazia tidak bisa melihat apa apa


"ayah hiks Zia mau pulang". ucap Shazia


"hiks hiks ayah".


Shazia mulai kesulitan bernafas karena banyaknya menangis


"ayah hiks sesak tolong". ucap Shazia memukul tanah di sekitarnya


"sesak hiks".


hingga Shazia sudah tidak bisa berbicara lagi dan air matanya sudah tidak mengalir lagi. Shazia menatap ke atas saat mendengar tutupnya di lubang


"nona kamu tidak apa apa". tanya anak laki laki yang empat tahun lebih tua


"sesak kak". ucap Zia


"pengang talinya yang kuat Zia".


dengan sisa tenaganya Shazia memang tali itu dengan begitu erat. sesampainya di atas Shazia langsung memeluk anak laki laki itu


"aku takut hiks". ucap Shazia


"tenang ada kak Marvin di sini". bisik Marvin


"nona bangun ". ucap Marvin


Marvin langsung mengedong Shazia dan menuju jalan untuk mencari bantuan, supir yg Shazia yang baru tiba di hutan begitu khawatir melihat Shazia yang tidak sadarkan diri dalam gendongan Marvin


"nona kenapa ". tanya Supir


"tadi tuan memasukkan nona ke dalam lubang paman". jawab Marvin


supir langsung menjalankan mobilnya untuk membawa Shazia pulang, tadi saat melihat Shazia di bawa oleh ayahnya, supir tersebut langsung menelpon Lora dan Lora memintanya untuk mengikuti mobil suaminya. sedangkan Marvin sendiri sedang berlatih di hutan itu dan ketika melihat tuan Lucas dia mengikutinya hingga dia melihat semaunya, Marvin berani mendekat setelah tuan Lucas pergi.


kejadian itu membuat Shazia sangat takut dengan hujan Petir dan dari kejadian itu membuat Shazia dan Marvin sangat dekat apalagi perhatian perhatian yang di berikan Marvin membuat Shazia nyaman, Marvin yang sering mendapatkan hukuman dari Lucas tidak membuatnya takut untuk berada di dekat Shazia.

__ADS_1


Flashback off


Ghazali memejamkan matanya saat mendengar cerita dari istrinya dan merasa sesak di dadanya. dalam pikirin Ghazali adalah kenapa ada orang tuanya yang begitu kejam menghukum anaknya sendiri dengan cara seperti itu hanya gara gara bermain dan menimbulkan trauma


__ADS_2