Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Hari Hari Menjadi Orang Tua


__ADS_3

sesuai janinnya kini Ghazali mengajak Shazia untuk menemui mamanya. Shazia dan Ghazali sedang menunggu Lora.


"mama". ucap Shazia dan langsung memeluk mamanya


"mama bagaimana kabarnya". tanya Shazia


"mama baik baik saja sayang". jawab Lora dan matanya tertuju pada dua bayi yang berada di stroller


"ini cucu cucu mama". tanya Lora


"iya ma namanya Reyhan dan Rayyan". jawab Shazia


"boleh mama mengendongnya". ucap Lora


"boleh ma". jawab Ghazali


Lora mengedong Reyhan dan Rayyan secara bergantian, Lora meneteskan air mata dan mencium kedua cucunya.


"cucu Oma ganteng ganteng". ucap Lora yang sedang berjongkok di depan stroller kemudian duduk di kursi yang sudah di sediakan


"kamu bahagia Zia". tanya Lora


"Zia bahagia ma, mas Ghazali dan juga mama Khadijah memperlakukan Zia dengan baik". jawab Shazia


"terima kasih sudah menerima putri mama dengan baik dan mama harap kamu selalu memperlakukannya dengan baik , jangan dua Zia". ucap Lora dan menatap menantunya


"Ghazali akan berusaha memperlakukan Zia dengan baik dan Zia satu satunya yang akan menjadi istri Ghazali". ucap Ghazali dan Lora tersenyum


Lora mengusap pipi putranya, dulu putrinya kecil yang didik dengan keras dan harus bisa segala dan hidup penuh tekanan, kini hidup seperti yang lain dan Lora dapat melihat mata putri yang sudah tidak ada beban yang di pendam.


"ma kenapa mama melakukan ini". tanya Shazia


"hanya ini cara satu satunya untuk menghentikan kejahatan ayahmu Zia". jawab Lora


"tapi mama harus berada di dalam penjara ". ucap Lora


"tidak apa apa Zia, mama melakukan ini untuk kebaikan mu dan semua orang, nanti ketika hukuman mama sudah selesai kita bisa kumpul lagi ". ucap Lora


cukup lama mereka berbincang hingga waktu Kunjungan waktu habis, Ghazali dan Shazia kini menuju pulang tapi sebelum itu Ghazali membelokkan mobilnya ke sebuah restoran


"sayang sebentar lagi buka puasa, kita makan di sini ya". ucap Ghazali


"mas sepertinya masih banyak waktu, sebaiknya kita bawa pulang saja soalnya mama di rumah sendirian ". ucap Shazia


"baiklah, kamu tunggu di sini bersama anak anak , mas akan pesan makanan untuk di bawa pulang ". ucap Ghazali


Ghazali turun dari mobil sedangkan Shazia menunggu di dalam mobil bersama Reyhan dan Rayyan. dua puluh menit Ghazali keluar dari restoran dengan membawa beberapa kantong plastik. setelah meletakkan makanan di dalam mobil, Ghazali melajukan mobilnya menuju rumah karena lima belas menit lagi adzan magrib.

__ADS_1


sampai di halaman rumah bertepatan dengan adzan magrib. sebelum turun dari mobil Ghazali membatalkan puasanya terlebih dahulu baru turun. Shazia meletakkan Reyhan dan Rayyan di dalam kamar, Shazia merasa beruntung karena anak anaknya sedang tertidur.


Ghazali dan Khadijah melaksanakan sholat magrib di rumah. sembari menunggu suami dan mama mertuanya selesai sholat, Shazia menata makanan yang di belinya tadi. Shazia tersenyum saat melihat orang yang di tunggu berjalan ke meja makan. dengan telaten Shazia mengambil makanan untuk suaminya.


"sayang duduklah dan ikut makan mumpung anak anak masih tidur ". ucap Ghazali dan memegang pergelangan tangan istrinya dan menuntunnya untuk duduk.


Ghazali mengambilkan makanan yang bergizi untuk ibu menyusui. Shazia senang dengan perhatian kecil yang suaminya berikan. di meja makan itu mereka menikmati makanan dengan nikmat.


"sayang benar kamu di rumah sendiri bersama anak anak tidak apa apa". tanya Ghazali


"tidak apa apa mas, sekarang mas dan mama pergi saja terawih karena awal puasa mas dan mama belum pernah terawih karena merawat mu setelah melahirkan". ucap Shazia


"kalau ada apa langsung telepon mas". ucap Ghazali


"iya mas ustadz tampan ku". jawab Shazia


"hati hati di rumah ya nak". ucap Khadijah


"iya ma". jawab Shazia


"assalamualaikum". ucap Ghazali dan Khadijah bersamaan


"waalaikumussalam". jawab Shazia


setelah suami dan mama mertuanya keluar dari gerbang Shazia langsung menutup pintu dan menguncinya lalu masuk ke dalam kamar. Shazia tersenyum saat melihat anak anak masih tertidur


Shazia menatap langit langit kamar lalu mengambil ponselnya yang baru saja di belikan suaminya beberapa hari yang lalu.


Shazia membuka galeri foto yang di penuhi oleh foto Reyhan dan Rayyan karena semenjak ponsel itu berada di tangannya Shazia selalu memfoto atau memvideo anak anaknya


"ini foto sepertinya bagus untuk di cetak, nanti minta mas untuk mencetak foto Reyhan dan Rayyan". ucap Shazia


hingga Shazia menggezoom salah satu foto lalu memperhatikan foto itu dengan intens


"Marvin". ucap Shazia saat melihat seseorang di balik pohon


"kenapa Marvin ada di sini". sambung Shazia


"semoga saja Marvin tidak berbuat macam macam". ucap Shazia lalu meletakkan ponselnya


jam sembilan malam Ghazali dan Khadijah baru saja sampai rumah. Ghazali membuka pintu dengan kunci yang di bawanya.


cup


"assalamualaikum sayang". ucap Ghazali saat sampai di kamar


"waalaikumussalam mas". jawab Shazia dan mencium punggung tangan suaminya

__ADS_1


Ghazali mengusap pipi Rayyan yang sedang meminum ASI sedangkan Reyhan sedang terbaring di ranjang


"sudah lama mereka terbangun". tanya Ghazali


"tidak mas baru beberapa menit yang lalu". jawab Shazia


Ghazali melepas peci, sarung dan meletakan pada tempatnya lalu duduk di samping istrinya lalu mengedong Reyhan


"mas". panggil Shazia


"iya sayang". jawab Ghazali dan menatap istrinya


"ada apa". tanya Ghazali saat melihat kegelisahan di mata istrinya


Shazia mengambil ponselnya dan memberikan pada suaminya


"mas lihat foto itu baik baik, disana ada Marvin, aku takut mas". ucap Shazia dan Ghazali memperhatikan foto itu


"tidak perlu khawatir sayang, Marvin memang sempat datang kemari untuk memastikan kamu bahagia atau tidak, mas juga memberikan dia kesempatan untuk bertemu dengan mu ketika kamu di halaman belakang tapi dia tidak berani mendekat". ucap Ghazali


"berarti Marvin menemui mas". tanya Shazia dan Ghazali menanggukan kepalanya


"ya beberapa waktu yang lalu, dia ingin melihat mu sebagai pergi ke Amerika ". jawab Ghazali


Shazia merasa lega setelah mendengar perkataan suaminya


"dua sudah mengikhlaskan mu sayang ". ucap Ghazali


"Alhamdulillah, semoga dia bisa mendapatkan perempuan yang pantas bersamanya ". ucap Shazia


"aamiin ". jawab Ghazali


Shazia membenahi bajunya ketika Rayyan melepaskan sumber kehidupannya yang bertanda bahwa bayi itu telah kenyang.


"mas tolong jaga mereka dulu ya, aku ingin memompa ASI ku dulu dan berganti baju karena merembas". ucap Shazia


walaupun Reyhan dan Rayyan sangat kuat meminum ASI-nya masih saja Asi itu merembas keluar dan membasahi baju. Shazia sangat bersyukur karena di berikan Asi yang melimpah.


Ghazali menimang kedua putranya


cup


cup


cup


cup

__ADS_1


"Abi gemas dengan kalian". ucap Ghazali


__ADS_2