Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Ustadz Ghazali Dan Marvin


__ADS_3

Shazia membuka matanya saat mencium aroma masakan. setelah sholat subuh tadi Shazia kembali tertidur. Shazia melihat jam yang menunjukkan pukul tujuh pagi. Shazia turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar dan melihat ustadz Ghazali yang sedang memasak.


"mandilah dulu sambil menunggu makanannya jadi apalagi nanti jam delapan kamu harus mengaji bersama ustadz Dila bukan". ucap ustadz Ghazali


"aku tidak berangkat". ucap Shazia dan duduk di kursi


"kenapa tidak berangkat, belajar mengaji itukan bagus dan menambah pahala". ucap ustadz Ghazali dan menuang sayur jamur


"berangkat ya, aku antar sampai ke masjid setalah itu baru aku berangkat mengajar ". ucap ustadz Ghazali dan meletakan makanan di mejanya.


Shazia di pesantren ini hanya ikut Mengaji saja bukan sekolah ataupun yang lainnya. Shazia mendesah lesu.


"sekarang makan dulu baru mandi ". ucap ustadz Ghazali


mereka berdua makan bersama dan menikmati makanan itu. setelah selesai makan Shazia langsung mandi. sedangkan Ghazali sudah siap dengan pakaian mengajarnya.


Shazia diam mematung saat Ghazali memegang wajahnya dan membenarkan hijabnya. Ghazali mengambil mengambil jarum pentul untuk menjarum jilbab Shazia yang ada di depan


"ini baru benar, pakai jilbab itu yang menutupi dada bukan di ikat di leher seperti tadi". ucap Ghazali


Ghazali benar benar mengantar Shazia sampai di depan masjid.


"sekarang belajar dengan ustadzah Dila dan di rumah belajar sama mas". ucap ustadz Ghazali dan mengusap kepala Shazia


"sudah sana masuk". sambung ustadz Ghazali


Shazia dengan malas masuk ke dalam masjid dan saat itu Ustadzah Dila menatap Shazia dengan tajam dan tentu saja itu tidak akan membuat Shazia takut. Shazia langsung duduk dan mengikuti pembelajaran


"itu salah Shazia ulangi". ucap ustadzah Dila


"ustadzah saya sudah mengikuti ustadzah kenapa salah terus perasan sudah benar" jawab Shazia


"kalau saya bilang salah ya salah, disini saya gurunya, ayo ulangi". ucap ustadzah Dila dan Shazia mengulanginya lagi


"ulangi lagi". ucap ustadzah Dila


"maaf ustadzah bukannya Shazia sudah benar yang membacanya, kenapa di suruh mengulangi terus". ucap salah satu santriwati


"biar makin hafal". jawab Ustadzah Dila


"biar hafal atau mau mengerjai ku, awas aku balas nanti" . ucap Shazia dalam hati


setelah dua jam pembelajaran akhirnya selesai juga dan itu membuat Shazia bernafas lega


"sebelum saya tutup kalian pasti tau satu bulan lagi akan ada harlah pesantren dan setiap tahun pasti ada salah satu santri yang akan membaca Al-Qur'an dengan nada qiroah dan tahun ini giliran santriwati ". ucap ustadzah Dila


"dan ustadzah sudah memutuskan bahwa Shazia yang akan membacanya ". sambung Ustadzah Dila dengan senyuman


"kenapa saya ustadzah kan ada yang lain jauh lebih pintar dan bagus ". ucap Shazia

__ADS_1


"karena kamu istrinya seorang ustadz harus bisa membacanya dan jangan sampai mempermalukan ustadz Ghazali". ucap ustadzah Dila


"saya silahkan kalian keluar dan kembali ke tempat masing masing ". ucap ustadzah Dila


mereka semua meninggalkan masjid dan ustadzah tersenyum


"jangan takut aku yakin ustadz Ghazali akan mengajari mu". ucap Dea


"hmmm". gumam Shazia


Shazia yang melihat sendal milik Ustadzah Dila langsung mengambilnya dan melemparnya di atas genting


"Shazia apa yang kamu lakukan". tanya Dea


"pelajaran untuk ustadzah Dila". jawab Shazia dan langsung meninggalkan Dea


dengan perasaan dongkol Shazia berjalan begitu cepat


"Zia". teriak seseorang


Shazia membalikkan badannya dan melihat Marvin berlari kearahnya dengan senyum yang mengembang


"Zia aku merindukanmu". ucap Marvin dan memegang tangan Shazia tapi Shazia langsung menarik karena merasa tidak nyaman


"Zia kamu masih menjaga hati mu untukkan, kamu dan ustadz itu tidak melakukan sesuatu kan sayang ". ucap Marvin


"kenapa mundur mundur sayang ". tanya Marvin


"maaf Marvin ini di pesantren jangan memegang ku , karena di sini banyak peraturan ". ucap Shazia


"baiklah, tapi kamu masih mencintai ku kan, jika iya ayo kita pergi dari sini sayang ". ucap Marvin


"aku tidak bisa karena tugas ku belum selesai ". jawab Shazia


"Zia sayang Derrel ada di sini dan aku yakin kehadiran untuk menyelesaikan tugas mu". ucap Marvin


"sebaiknya sekarang kita pergi dari sini sebelum Derrel membawa mu pada ayahmu, aku yakin ayahmu pasti akan menghukum mu karena tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu dan di tambah kamu menikah, aku tidak bisa membayangkan hukuman apa yang akan di berikan oleh ayahmu Zia, ayo sayang kita pergi dari sini dan aku akan melindungi dari ayahmu, aku pastikan kita akan hidup bahagia berdua ". ucap Marvin dan berusaha meraih tangan Shazia


sebelum tangan itu berhasil memegang tangan Shazia agar seseorang yang memang tangan terlebih dahulu. Ghazali tersenyum pada Marvin


"anak muda kenapa kamu ingin memang istri guru mu". ucap Ghazali dan melepaskan tangan Marvin lalu merangkul pinggang istrinya


"dan apa yang kalian lakukan di sini, tidak baik berduaan nanti menimbulkan fitnah". sambung ustadz Ghazali


"tidak tadi saya hanya ingin bertanya keberadaan ustadz pada istri ustadz". jawab Marvin agar tidak menimbulkan kecurigaan jika dia dan Shazia memiliki hubungan


"lalu kenapa tadi tangannya ingin menyentuh istri saya". tanya ustadz Ghazali


"ustadz salah paham, tadi itu tangan saya kebas jadi saya ingin menggerakkan tangan saya saja". jawab Marvin

__ADS_1


"ada apa mencari saya ". tanya ustadz Ghazali


"itu hanya ingin bertanya, untuk kajian nanti malam ustad yang mengisi atau ustadz Akbar ". tanya Marvin


"untuk malam ini masih ustadz Akbar ". jawab ustadz Ghazali


"jika tidak ada keperluan lagi saya dan isteri saya harus pergi ". ucap ustadz Ghazali


"sudah tidak ada ustadz ". jawab Marvin


"assalamualaikum ". ucap ustadz Ghazali


"Waalaikumussalam ustadz ". jawab Marvin


Ghazali membawa Shazia pergi dari sana sedangkan Marvin menatap kepergian Shazia


"ish Kenapa ustadz itu selalu muncul padahal sedikit lagi aku akan berhasil membawa Shazia ". ucap Marvin dan mengepalkan tangannya


bugh


Marvin meninju pohon yang ada di sana dan Santri yang melihat itu hanya menatapnya dengan bingung. setelah puas Marvin meninggalkan tempat itu.


"bagaimana tadi mengngajinya". tanya ustadz Ghazali


"ustadzah Dila menyuruhku untuk membaca Al-Qur'an ketikan harlah pesantren". jawab Shazia dengan Ketus


"kenapa bisa kamu". tanya ustadz Ghazali


"mana aku tau, sudah tau aku tidak bisa membaca Alqur'an malah aku yang di suruh ". ucap Shazia sambil bersedekap dada


"nanti mas ajari masih satu bulan lagi acaranya ". ucap ustadz Ghazali


Ghazali mengambil kunci di sakunya dan membuka pintu


"assalamualaikum ustadz ". ucap mang Udin


"Waalaikumussalam mang". jawab ustadz Ghazali


"ini ustadz saya mengantarkan beras dan beberapa sayuran pesanan ustadz ". ucap mang Udin


"letakan di sini saja mang biar saya sendiri yang membawanya masuk ". Ucap ustadz Ghazali


mang Udin meletakkan beras dan sayuran di atas meja yang ada di teras itu. setelah mang Udin pergi ustadz Ghazali membawa barang barang itu masuk


💙💙💙💙


Hay Hay ada novel yang sangat memukau nih dan wajib untuk di bawa, cus langsung ketik di kolom pencarian dengan judul " EDINBURGH" karya " Komalasari"


__ADS_1


__ADS_2