Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Apa Harus Ikhlas Dengan Takdir?


__ADS_3

Shazia mengusap perutnya setelah selesai makan rujak dan bertepatan dengan adzan dhuhur.


"mas aku ikut ke masjid". ucap Shazia


"ayo". jawab Ghazali


Khadijah, Ghazali dan Shazia berjalan beriringan ke masjid untuk melaksanakan sholat dhuhur berjamaah. saat menghentikan langkahnya yang akan menapaki lantai masjid karena Marvin ada di depannya. mereka berdua saling pandang dan Shazia dapat melihat kesedihan di mata Marvin.


"sayang ayo masuk, sebentar lagi sholat di mulai". ucap Ghazali


"eh iya". jawab Shazia


Shazia berjalan melewati Marvin begitu saja. Ghazali menghentikan langkahnya


"saya tau kamu orang baik Marvin, dan saya harap kamu bisa melupakannya, saya juga tau Shazia lebih dulu bersama mu tapi takdirnya membawanya untuk bersama ku". ucap ustadz Ghazali


"saya yakin kamu akan menemukan perempuan yang jauh lebih baik dari Shazia, dan saya juga mengucapkan terima kasih untuk malam itu karena kamu sudah menyelematkan saya, mungkin malam itu jika kamu tidak membantu saya maka saya akan masuk ke dalam jebakan mereka". sambung ustadz Ghazali


Ghazali menepuk pundak Marvin lalu masuk ke dalam masjid . Marvin menghela nafasnya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam masjid.


setelah selesai sholat Shazia duduk di teras masjid menunggu suaminya. Marvin yang melihat itu menghampiri Shazia.


"Marvin". ucap Shazia


"apa kamu bahagia dengan pernikahan mu Zia". tanya Marvin


"aku tidak tau tapi aku merasa nyaman dengan semua ini Marvin". jawab Shazia


"apa cinta mu untuk ku sudah tidak ada lagi bahkan sekarang kamu hamil anaknya yang artinya kamu mencintainya". Ucap Marvin


"aku rasa cinta ku untukmu sudah tidak ada Marvin, hatiku tidak bergetar saat dekat dengan mu maaf, apa yang aku rasakan padanya memang tidak sama saat bersama mu seperti dulu tapi perlakukan padaku membuat ku merasa nyaman, di sayang, dan terlindungi serta aku merasakan tidak memiliki beban atau tertekan. jika berjauhan dengannya rasanya seperti kehilangan rasa nyaman dan kasih sayang apalagi kasih sayang yang di berikan oleh mamanya membuat merasakan memiliki keluarga". ucap Shazia


"dan kehadiran anak ini membuat ku bahagia" sambung Shazia


Marvin memejamkan matanya mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Shazia


"aku minta maaf Marvin, sungguh aku tidak ingin menyakitimu atau mengingkari janji kita tapi takdir berkata lain, sekali lagi aku maaf". ucap Shazia


Marvin berjalan mundur dan tanpa sepatah kata langsung berjalan meninggalkan Shazia. Ghazali yang sejak tadi memperhatikan interaksi mereka berdua berjalan menghampiri istrinya. Shazia tersentak saat ada tangan yang melingkar di pinggangnya.


"Ayo pulang, kamu butuh istirahat sayang ". ucap Ghazali


"mama mana". tanya Shazia


"mama sudah duluan ". jawab Ghazali


mereka berjalan menuju ke tempat tinggal mereka


"mas nanti sampai rumah pijat punggung bawah ku ya rasanya pegal". ucap Ghazali


"iya nanti mas pijat ". jawab Ghazali


sedangkan di dalam penjara

__ADS_1


"stop perut ku sakit hiks ". ucap Dila yang meringkuk di lantai sedangkan dua orang tetap memukuli Dila lantaran Dila tidak mau memijat mereka


bugh


"argh hiks sudah "


"berhenti apa yang kalian lakukan ". seorang polisi datang


"sakit hiks ".


polisi perempuan tersebut langsung membantu Dila dan membawanya ke rumah sakit karena Dila sudah tidak sadarkan diri.


di pesantren


sesampainya di rumah Shazia langsung masuk kamar dan duduk di ranjang. dengan telaten Ghazali memijat bagian panggul Shazia.


"iya mas di situ". ucap Shazia


setelah selesai Ghazali menyuruh Shazia untuk beristirahat, Shazia membaringkan tubuhnya di ranjang yang di susul oleh Ghazali. Shazia melingkarkan tangannya di pinggang suaminya


"mas". panggil Shazia


"hmmm". gumam Ghazali


"mas sebelum menikahi pernah mencintai tidak". tanya Shazia


"kenapa tanya seperti itu". tanya Ghazali


"misal mas ada di posisi itu maka mas tidak akan melakukan apapun karena takdir mas bersamamu dan kita di persatukan dengan ikatan yang suci jadi untuk apa memikirkan yang belum pasti, masalah dia kecewa mas yakin dia akan di pertemuan dengan jodoh yang jauh lebih baik". jawab Ghazali sambil mengelus pipi isteri dan Shazia menanggukan kepalanya


"tadi mas belum jawab pertanyaan ku". ucap Shazia


"pertanyaan yang mana". tanya Ghazali


"yang mas pernah mencintai seseorang ". ucap Ghazali


"mas tidak pernah mencintai seseorang". jawab Ghazali


"berarti aku orang pertama yang mas cintai ". tanya Shazia


"kamu yang kedua ". jawab Ghazali


"kok yang kedua katanya belum pernah ". ucap Shazia dan mengkrucutkan bibir lalu membalikkan badannya


Ghazali terkekeh lalu memeluk Shazia dan meletakkan dagunya di pundak Shazia


"lepas jangan peluk peluk ". ucap Shazia dan berusaha melepaskan tangan suaminya


"di bilang lepas kenapa malah dieratkan ". ucap Shazia


"kenapa marah karena kamu memang yang kedua mas cintai ". ucap Ghazali


"auw auw ". ringis Ghazali saat Shazia mencubit punggung tangannya

__ADS_1


"kamu tidak ingin tau siapa perempuan pertama yang mas cintai ". tanya Ghazali


"tidak"


"anak anak Abi umi mu sedang cemburu hmmm". ucap Ghazali


dug


"dengar perempuan pertama yang mas cintai adalah mama karena mama orang yang telah melahirkan mas jadi cinta seorang anak untuk mamanya dan setelah itu baru kamu sayang, sudah jangan cemburut ". ucap Ghazali


"berarti aku yang kedua dan terakhir ". tanya Shazia


"tidak masih ada lagi, siapa bilang kamu yang terakhir ". ucap Ghazali dengan Jahil


bugh


Ghazali memegangi dadanya yang di pukul Shazia


"jadi mas akan menikah lagi ". ucap Shazia sambil menatapnya dengan dingin sedangkan yang di tatap tertawa lepas


"aaa sayang jangan di gigit perut mas , hey sayang lepas aduh aduh sakit ". ucap Shazia


bugh


bugh


Ghazali langsung melompat dari ranjang sedangkan Shazia sudah menatapnya dengan tajam


"mas bercanda sayang, yang terakhir itu anak anak kita". ucap Ghazali


Shazia turun dari ranjang dan mendorong Ghazali keluar kamar


brak


Ghazali terkejut saat Shazia menutup pintu kamar dengan keras.


"di kunci". ucap Ghazali


"sayang buka pintunya, jangan marah ya". ucap Ghazali


sedangkan Shazia yang di dalam kamar merasa kesal karena sudah di jahili suaminya


"kenapa harus muter muter coba tinggal bilang aja cinta pertamanya adalah mama dan yang terakhir untuk anak anak , apa susah coba". umpat Shazia


Shazia mengabaikan suara suaminya dan memilih untuk naik ke atas ranjang.


"sayang buka dong, nanti anak anak marah padamu Lo karena menjauhkan Abinya dari mereka". ucap Ghazali


"tidak usah bawa anak anak ". teriak Shazia di dalam kamar


Ghazali mengacak acak rambutnya dan menyenderkan tubuhnya di pintunya


"makanya istri lagi hamil jangan di jahili ". ucap Khadijah yang sejak tadi memperhatikan putranya

__ADS_1


__ADS_2