Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Kejam


__ADS_3

sudah tiga hari Shazia berada di pulau hitam, tubuh Shazia luruh ke lantai karena sejak tadi muntah terus dan tiga hari ini perut belum terisi apapun karena setiap kali makan atau minum maka Shazia langsung memuntahkannya padahal masih sampai di tenggorokan.


di kamar mandi Shazia memejamkan matanya karena badannya benar bener lemas dan tidak bertenaga. dengan sisa tenaganya Shazia keluar dari kamar mandi


"ayah bawakan makanan, coba di makan lagi". ucap Lucas


Shazia mengambil nampan yang di berikan oleh ayahnya, Shazia menyendok makanan tapi sebelum masuk ke dalam mulutnya Shazia menghentikan tangan


"kenapa bau seperti ini, ini baunya seperti sejenis obat". ucap Shazia dalam hati lalu meletakkan kembali sendoknya


"rasanya masih mual ayah, Zia akan makan nanti". ucap Shazia lalu meletakkan nampan itu di nakas


"baiklah, ayah akan keluar dan beristirahatlah dan jangan lupa di makan". ucap Lucas sambil tersenyum dan mengusap kepala putrinya


Lucas keluar dari kamar Shazia, setelah kepergian ayahnya Shazia mengambil piring tersebut dan mencium aroma makanan tersebut


"tidak salah lagi, ini bau semacam obat tapi obat apa dan kenapa ayah mencampurkan di dalam makanan ku". ucap Shazia


Shazia turun dari ranjang dan keluar dari kamar.


"cari obat yang cair yang bisa di suntikan". Ucap Lucas


"tuan apa tidak berbahaya jika terlalu banyak memberikan obatnya pada nona Shazia apalagi ini sudah tidak hari dan tuan rutin memberikannya ".


"obat itu sama sekali tidak masuk ke dalam tubuh sehingga membuat janin itu masih ada dalam perutnya ". ucap Lucas


"tuan kenapa tuan ingin menghilangkan janin nona Shazia padahal itu bisa menjadi penerus Black Sky "


"tidak perlu banyak tanya, kerjakan apa yang saya perintahkan ". bentak Lucas


sedangkan Shazia yang berada di balik dinding dan mendengar ucapan ayahnya merasa syok. Shazia memegang perutnya dan tidak percaya jika dalam sana ada janin yang sedang tumbuh. ada senyum yang terbit di bibirnya, ada kebahagiaan ketika dia sering muntah saat makan


"apa kamu merasa dalam bahaya sehingga selalu memuntahkan apa yang aku makan". ucap Shazia sambil mengusap perutnya


dengan sisa tenaganya Shazia langsung berjalan keluar dari rumah itu. Shazia menghentikan langkahnya saat sudah jauh dari rumah, Shazia bersandar di pohon Karena benar benar merasa lemas. Shazia berusaha untuk melanjutkan jalannya tapi Shazia menghentikan langkahnya saat ayahnya berada di depannya


"kenapa keluar Zia, kamu masih sakit, harus istirahat, ayo kembali sayang". ucap Lucas


"Zia tidak mau, Zia mau pulang". ucap Shazia dan mundurkan langkah lalu berlari


Shazia terus berlari ketika anak buahnya ayahnya terus mengejar dirinya, Shazia menghentikan langkahnya ketika anak buah ayahnya berhasil mengelilingi dirinya


"nona ayo kembali ".


"tidak mau". ucap Shazia dengan tegas

__ADS_1


bugh


Shazia menendang salah satu dari mereka yang mau mendekat ,Lucas memberikan isyarat pada anak buahnya untuk melawan putrinya


bugh


bugh


bugh


"lepaskan aku". ucap Shazia ketika tangan di cekal oleh anak buahnya ayahnya


keadaannya yang lemas membuat Shazia kalah


"ayah lepaskan aku, aku tidak mau kembali kesana , ayah pasti akan membunuh anakku ". ucap Shazia


"anak yang ada di dalam kandungan mu harus mati Zia". ucap Lucas


"dia cucu ayah kenapa ayah ingin membunuhnya ". tanya Shazia


"karena dia akan menjadi hambatan untukmu". ucap Lucas


"hambatan, ayah saja punya dua anak tidak masalah, tapi kenapa anakku harus di bunuh". ucap Shazia


"karena anak itu bisa menjadi ancaman untuk kita Zia". ucap Lucas


"ayah juga bisa melakukan pada anak ini ". ucap Shazia


"iya ayah bisa melakukannya tapi tetap saja ada sisi lain dari anak itu yang akan membuat kehancuran black sky ". ucap Lucas


"ayah mau apa , jangan ayah". ucap Shazia saat ayahnya mengangkat sebuah balok


Shazia memberontak tapi tangannya yang di pegang oleh kedua anak buah ayahnya begitu kuat


"ayah jangan"


bugh


Shazia terdiam ketika balok itu menghantam perutnya, Shazia merasa Kram pada perutnya. Lucas mengangkat baloknya kembali dan ketika akan di hantamkan kembali balok itu seperti tertahan. Lucas membalikkan badannya dan ternyata seseorang menahan balok itu.


Shazia dengan padangan yang mulai kabur menatap orang yang bertopeng dan matanya tertuju pada leher orang itu hingga akhirnya Shazia jatuh pingsan.


dengan sekali hentakan orang bertopeng tersebut menghempaskan balok itu, Lucas menatap benda yang melingkar di leher orang itu


bugh

__ADS_1


satu pukulan yang di layangkan orang tersebut membuat Lucas terhuyung ke belakang, Lucas mengusap hidung yang mengeluarkan darah.


bugh


bugh


bugh


Lucas yang melihat anak buahnya yang tumbang semua dan itu hanya melawan satu orang langsung memberikan isyarat untuk mundur. orang bertopeng itu menghampiri Shazia yang sudah pingsan dan mengendongnya lalu membawanya keluar dari pulau itu.


Ghazali dan Abah menunggu dokter yang sedang memeriksa Shazia, Ghazali terus berdoa untuk istrinya


ceklek


"dok bagaimana keadaan istri saya". tanya Ghazali


"istri bapak baik baik saja tapi"


"tapi apa dok". tanya ustadz Ghazali


"setelah saya periksa ternyata isteri bapak sedang hamil "


"hamil" ucap Ghazali dan dokter menganggukan kepalanya


"dan setelah saya periksa di bagian perutnya seperti habis terkena pukulan karena membiru "


"pukulan, apa kandungan baik baik saja". ucap Ghazali dengan khawatir


"janji masih ada tapi isteri bapak harus istirahat total sampai melahirkan dan dua mingguan sekali harus periksa karena kandungan benar benar lemah karena pukulan itu ". ucap dokter


"boleh saya masuk ". tanya Ghazali


"silahkan pak".


Ghazali langsung masuk dan melihat istrinya yang masih memejamkan matanya. Ghazali meraih tangan istrinya.


"maafkan aku yang tidak bisa menjaga mu ". ucap Ghazali dan mencium punggung tangan istrinya


Ghazali menyibak baju pasien yang di kenakan istrinya, Ghazali melihat perut istrinya yang memang membiru karena memar, Ghazali mengusap memar itu dan Ghazali yakin pukulannya sangat kencang karena sampai meninggalkan bekas.


Ghazali menundukkan kepalanya dan mencium perut Shazia dan air matanya tidak bisa di bendung


"maafkan Abi nak, Abi tidak bisa menjagamu dan umimu". ucap Ghazali dan mencium perut Shazia


Ghazali merapikan kembali baju istrinya lalu mencium kening Shazia cukup lama

__ADS_1


💙💙


ayo keluarkan sumpah serapah kalian pada Lucas


__ADS_2