
dor
dor
dor
dor
darah berserakan di sebuah ruangan itu dan senyum puas tercetak di sudut bibir seorang pria
"ini pantas untuk penghianat". ucap Lucas
"tuan". ucap seseorang
"sudah menemukan di mana keberadaan putriku". tanya Lucas
"maaf tuan". ucapnya
"bodoh kenapa tidak bisa menemukannya". udah Lucas dengan menatap anak buahnya dengan tajam
"maaf tuan tapi jejak nona Shazia seperti di telan bumi". ucapnya
dor
Lucas langsung menembak anak buahnya tepat di kepalanya, Lucas tidak menyukai orang orang yang tidak bisa di andalkan
"aku harus segera menemukan putriku dan membawanya kembali, aku tidak ingin pria itu mempengaruhi Zia, jika tau akan seperti ini Derrel yang aku kirim ke pesantren itu bukan Zia". ucap Lucas lalu keluar dari ruangan itu
"berikan bangkai bangkai itu pada predator". ucap Lucas
predator adalah buaya kesayangan lucas
"baik tuan". jawab anak buah Lucas
Lucas berjalan menuju ruangannya dan menyandarkan kepalanya pada sofa
"ada apa ayah memanggil ku". ucap Derrel yang baru masuk ke ruangan ayahnya
"persiapkan dirimu Derrel, kamu harus ke pesantren An- Nur untuk membantu adikmu, ayah yakin adikmu pasti akan ada di sana lagi, dan pastikan adikmu jangan sampai terpengaruh pada pria itu apalagi sampai melupakan bahwa dia adalah seorang mafia". ucap Lucas
"baik ayah". jawab Derrel
"kenapa sesulit ini mencari keberadaan Zia, kenapa ada buahku tidak bisa menemukannya dengan mudah". ucap Lucas dalam hati
"Derrel berangkat sekarang dan jadilah santri di sana, jangan pulang sebelum menemukan benda itu dan bawa pulang juga adikmu". ucap Lucas
__ADS_1
"baik ayah, Derrel keluar dulu". ucap Derrel dan Lucas menganggukkan kepalanya
Lora yang mendengar pembicaraan suaminya dan putranya langsung menjauh saat Derrel akan keluar. Lora merasa khawatir pada putrinya, Lora takut jika suaminya menemukan Zia maka akan memberikan hukuman pada putrinya itu. Lora sendiri tidak setuju jika Zia harus terjun di dunia Mafia tapi dia tidak memiliki keberanian untuk melawan pada suaminya.
"mama harap suamimu bisa melindungi mu dari ayahmu Zia, walaupun mama tau ayahmu tidak akan membunuhmu tapi mama yakin ayahmu pasti akan menyeretmu kembali ke dunia Mafia, mama harap suamimu bisa menjauhkan mu dari dunia mafia". ucap Lora dan segera pergi dari sana
sedangkan di temani lain ustadz Ghazali dan Shazia yang sedang menikmati keindahan air terjun
"ayo pulang sudah sore dan udara semakin dingin". ajak ustadz Ghazali
Shazia yang merasa kedinginan pun memilih untuk mengikuti ustadz Ghazali. jalan yang cukup sulit membuat Shazia mengertakan pegangan tangannya dan saat merasa jalan sudah tidak terjal Shazia menarik tangannya dengan kasar tapi naasnya membuatnya tergelincir
bruk
"auwh". ringis Shazia yang sudah terperosok dan kakinya terkilir
ustadz Ghazali yang melihat Shazia berada di bawah langsung turun dan mengahampiri Shazia yang sedang meringis
"kenapa kamu lepaskan tanganku". ucap ustadz Ghazali
"auwh". ringis Shazia sambil memegang kakinya
"aaa jangan di pegang sakit". bentak Shazia saat ustadz Ghazali memegang pergelangan kakinya yang sebelah kiri
ustadz Ghazali berjongkok dan membelakangi Shazia
Shazia yang berada kakinya sakit dan tidak mungkin naik ke atas langsung meraih punggung ustad Ghazali. ustadz Ghazali mengedong istrinya
"pegangan yang kuat". ucap ustadz Ghazali
satu tangannya dia gunakan untuk memegangi punggung Shazia dan satu tangannya memegangi pembatas jalan agar tidak terjatuh. sedangkan di balik pohon Zulfa mengepalkan tangannya karena merasa cemburu apalagi Zulfa memperhatikan ustadz Ghazali dan Shazia sudah sejak mereka datang ke tempat itu. Zulfa datang ke air terjun untuk menenangkan dirinya justru melihat ustadz Ghazali dan Shazia
"tapi aku lihat tadi seperti istrinya tidak begitu menyukai aa' Ghazali". ucap Zulfa
sesampainya di rumah ustadz Ghazali langsung menurunkan Shazia di ranjang dan ustadz Ghazali meletakan kaki Shazia di paha. ustadz Ghazali menghela nafasnya saat melihat pergelangan kakinya membiru
"aaa sakit". ucap Shazia saat ustadz Ghazali memijat kakinya
"pelan pelan sss". ucap Shazia
"ini sudah pelan pelan". jawab ustadz Ghazali
sedangkan di balik pintu Tiara yang ingin mengetuk pintunya mengurungkan niatnya dan senyum terbit di sudut bibir Shazia
"pelan pelan jangan kasar". ucap Shazia
__ADS_1
"ini sudah pelan dan diamlah". ucap ustadz Ghazali
Tiara menempel telinga di pintunya dan Khadijah yang melihat itu langsung menjewer telinga adiknya
"aduh". ucap Tiara
"aku menyuruh memanggil Ghazali dan istrinya tapi malah menempel telingamu". ucap Khadijah
"Usst kak sebaiknya biarkan mereka di rumah kita saja yang hadir di pengajian karena putramu dan istrinya sedang membuatkan cucu untuk mu kak". ucap Tiara sedangkan Khadijah mengkerutkan dahinya karena tidak percaya dengan ucapan adiknya apalagi menantunya sedang datang bulan
"ayo kak". ucap Tiara dan menarik tangan kakaknya untuk meninggalkan rumahnya
di dalam kamar Shazia bernafas lega ketika ustadz Ghazali telah selesai memijat kakinya dan kakinya sudah merasa mendingan. ustadz Ghazali keluar dari kamar untuk menemui mamanya karena ingin mengatakan bahwa dia dan Shazia tidak bisa ikut ke pengajian rutin yang di mulai setelah ashar yang ada di masjid dekat rumahnya.
"ma". panggil ustadz Ghazali
"mama". ucap ustadz Ghazali dan membuka pintu kamar mamanya
"mungkin mama dan Tante Tiara sudah berangkat". ucap ustadz Ghazali
Ghazali kembali ke dalam kamar dan lagi lagi Ghazali harus melihat pemandangan dimana Shazia yang memakai pakaian minim. Ghazali mengambil handuknya untuk mandi karena sebentar lagi tiba waktu ashar. setelah selesai mandi Ghazali menyiapkan air hangat untuk istrinya mandi karena setiap sore airnya akan terasa sangat dingin apalagi air yang ada dirumah langsung dari pegunungan.
"segera mandi sudah aku siapkan air hangat, jangan lupa bawa pakai ganti dan pakai kembali bajumu sebelum ke kamar mandi". ucap ustadz Ghazali karena kamar mandinya ada di luar
Shazia langsung turun dari ranjang dan memakai gamis sendangkan kepalanya dia tutup dengan handuk.
"aaa". teriak Shazia saat Ghazali mengedong dengan tiba tiba dan membawanya ke kamar mandi
Ghazali menurun Shazia di dalam kamar mandi lalu dia keluar dan menuntunnya di luar. sepuluh menit Shazia keluar dari kamar mandi dan terkejut saat melihat ustadz Ghazali ada di depannya. Ghazali langsung mendekap Shazia dan menutup kepala Shazia dengan handuk saat ada seseorang yang lewat
"assalamualaikum ustadz". ucap seorang pria
"wassalamu'alaikum pak Amir, ada apa kemari". jawab ustadz Ghazali
"ini pak mengantarkan sayuran pesan mamamu". ucap pak Amir
"letakan di sini saja, biar saya saja yang membawanya masuk". ucap ustadz Ghazali
ustadz Ghazali langsung memasukan rambut Shazia yang keluar dari handuk dan pak Amir langsung mendudukan kepala saat ustadz Ghazali menatap dengan tajam
"saya permisi dulu ustadz assalamualaikum". ucap pak Amir
"wassalamu'alaikum". jawab ustadz Ghazali dengan dingin
💙💙💙💙
__ADS_1
yuhuu lagi lagi aku menemukan novel yang sangat memukau dan wajib untuk di baca, yuk langsung ketik dengan judul "Salah Masuk Kamar" karya " Lena Laiha"