
Ghazali yang baru saja pulang dari ndalem langsung masuk ke dalam kamar, di lihatnya Shazia yang sudah tertidur. Ghazali duduk di pinggir ranjang sudut bibir terseyum lalu matanya tertuju pada perut buncit istrinya. tangan terulur untuk mengusap perut Shazia dan mendapatkan tendangan
"sstt jangan kencang kencang menendangnya , umi sudah tidur, kalian belum tidur hmmm". ucap Ghazali
dug
Ghazali melabuhkan kecupan di perut Shazia dan sepertinya itu membuatnya anak anaknya senang sehingga menendang begitu keras
"ssstt jangan kencang hmmm". ucap Ghazali sedangkan Shazia yang melihat itu tersenyum
"mereka sangat aktif saat berdekatan dengan mu mas sepetinya saat mereka lahir nanti mereka akan lebih dekat dengan mu". ucap Shazia
Ghazali yang mendengar suara istrinya langsung menolehkan kepalanya
"lihat umi bangunkan". ucap Ghazali
Ghazali ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya lalu memeluk Shazia
"mas". panggil Shazia
"hmmm".
"selama ini kamu begitu perhatian padaku, apa mas mencintaiku". tanya Shazia
"apa yang mas lakukan selama ini apa masih kurang untuk menunjukkan jika mas mencintaimu". tanya Ghazali
"kan bisa saja hanya perhatian biasa bukan cinta". ucap Ghazali
"kamu istriku dan pantas untuk mendapatkan cintaku, mas sangat mencintai mu Shazia Queennisaa ". ucap Ghazali lalu mencium kening istrinya
Shazia terdiam dengan apa yang dia dengar barusan bahwa suaminya mencintai dirinya.
"mas belum tau siapa diriku tapi kenapa bisa mencintaiku , lalu bagaimana jika nanti mas sudah tau apa masih mencintai ku". tanya Shazia dan menatap Suaminya
"mas sangat tau tentang dirimu sayang ". jawab Ghazali sambil tersenyum
"maksudnya ". tanya Shazia
"mas tau bahwa kamu putri dari seorang Mafia". ucap Ghazali
"se sejak kapan mas tau". tanya Shazia
"sudah lama". jawab Ghazali
"sudah lama apa dia juga tau tujuan ku datang kemari ". ucap Shazia dalam hati
__ADS_1
"sudah malam ayo tidur ". ucap Ghazali
"tidur sayang ". ucap Ghazali sambil memejamkan matanya
Shazia yang berada di pelukan suaminya belum bisa memejamkan matanya karena banyak pertanyaan yang bersarang di kepalanya.
"tidur sayang, jangan terlalu di pikiran ". ucap Ghazali
Shazia mencari posisi yang nyaman lalu memejamkan matanya.
keesokan paginya Shazia sudah berada di dapur dan memotong beberapa sayuran
"sayang apa yang kamu lakukan". tanya Ghazali yang baru saja keluar dari kamar
"aku ingin makan sup jadi aku mau buat sup". ucap Shazia
"sayang berhenti biar mas yang buat kamu duduk saja". Ucap Ghazali
"aku ingin membuatnya sendiri". ucap Shazia sambil menjauhkan sayuran yang akan di ambil suaminya
"mama sejak tadi sudah melarang tapi istrimu bersikeras untuk membuatnya sendiri". ucap Khadijah
"sayang ingat kata dokter tidak boleh kelelahan ". ucap Ghazali
"aaa". teriak Shazia saat Ghazali mengendongnya dan meletakkannya di kursi
"diam dan duduk tenang ". ucap Ghazali dengan tegas
"tapi.."
"kalau tidak mau diam mas cukur ini kumisnya". ancam Ghazali
"iya iya aku diam". ucap Shazia
ya sejak Shazia memintanya untuk memakai janggut dan kumis palsu, Ghazali memilih untuk menumbuhkan kembali tapi sayangnya janggutnya beberapa bulan yang lalu di cukur oleh Shazia ketika dia tidur dan tinggal kumisnya saja
"di cukur, mau tebar pesona apa, ishh mau pakai kumis atau tidak kenapa tetap kelihatan ganteng sih". Umpat Shazia sambil melihat suaminya dan memperhatikan kumis tipis suaminya
Khadijah yang melihat itu hanya mengelengkan kepalanya dengan tingkah menantunya. Shazia menopang dagunya dan menggambar pola abstrak di atas meja. setelah menunggu lima menit sup nya sudah ada di atas meja
"makanlah". ucap Ghazali
"maunya di suapin, bukan aku yang minta tapi anak mu ". ucap Shazia
"jangan memfitnah mereka". ucap Ghazali lalu menyuapi istrinya
__ADS_1
"mas andai kamu masih hidup pasti kamu bahagia melihat anak kita sudah menikah dan akan jadi orang tua". ucap Khadijah dalam hati sambil melihat Ghazali dan Shazia
"sifat Ghazali sungguh mirip dengan mu mas". sambung Khadijah
setelah menyuapi istrinya Ghazali baru makan sedangkan Shazia sedang asik memakan potongan buah yang di berikan oleh mama mertuanya
"mas aku ikut mas mengajar ya". ucap Shazia
"tidak boleh " ucap Ghazali dengan tegas
"kenapa tidak boleh" . tanya Shazia
"di sana isinya santri putra semua jadi sebaiknya kamu di rumah". jawab Ghazali
"iihh tapi aku ingin ikut, sekalian cuci mata". jawab Shazia dan Ghazali menatap istrinya dengan tajam
"ikut ya". ucap Shazia
bukannya takut dengan tatapan tajam suaminya Shazia melingkarkan tangannya di lengan suaminya sedangkan Ghazali melanjutkan makannya
"ikut ya please".
"tidak". ucap Ghazali lalu membereskan sisa makanan
"ayolah". ucap Shazia dan menggoyangkan lengan suaminya yang masih mencuci piring
"baiklah tapi harus pakai niqob mau". ucap Ghazali
"niqob itu apa". tanya Shazia
"niqob itu yang di gunakan untuk menutup wajah ". jawab Ghazali
"menutup wajah seperti ummah". tanya Shazia dan Ghazali menanggukan kepalanya
"tidak mau kalau begitu, aku di rumah saja". ucap Shazia lalu meninggalkan suaminya
Ghazali masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya yang sedang menonton video seputar kehamilan lewat ponselnya. Ghazali mengambil pakaian yang di siapkan istrinya. Shazia sudah tidak terkejut saat Ghazali mengganti baju di depannya
"mas berangkat dulu, assalamualaikum ". ucap Ghazali
"waalaikumussalam ". ucap Shazia dan mencium punggung tangan suaminya
cup
tidak lupa Ghazali mencium kening istrinya lalu beralih pada perut istrinya baru berangkat
__ADS_1