
Shazia merapihkan barang barang yang ada di kamar itu karena sedikit berantakan.
"sebaiknya ini di letakkan dalam lemari saja". ucap Shazia yang memegang Al-Qur'an yang di belikan oleh ustadz Ghazali
Al-Qur'an tersebut adalah Al-Qur'an kostum yang dapat di beri nama di bagian depan. Shazia membuka lemari lalu membuka bagian laci.
"kotak apa ini". ucap Shazia lalu meletakkan Al-Qur'an nya dan mengambil kotak tersebut
Shazia mengamati kotak itu dengan intens sebuah kotak yang terbuat dari kayu dan memiliki ukiran yang indah
"sayang ada Dea di depan". ucap ustadz Ghazali yang masuk ke kamar sehingga membuat Shazia tidak jadi membuka kotak tersebut
Ghazali mengambil Kotak itu dari tangan istrinya
"ada Dea di depan ingin bertemu dengan mu". ucap ustadz Ghazali
"iya". jawab Shazia lalu keluar dari kamar
setelah Shazia keluar Ghazali memandangi kotak itu lalu menutup pintu lemari.
"ada apa". ucap Shazia yang sudah ada di teras rumah
"tidak ada apa apa hanya ingin main". jawab Dea
"tadi aku melihat penjual manisan, aku bawakan karena itu manisan kesukaan mu". ucap Dea lalu meletakkan kantong plastik di meja
"seharusnya tidak perlu repot-repot". ucap Shazia
"tidak apa apa, itu sebagai ucapan terima kasih karena waktu itu sudah membantu ku mempersiapkan sidang skripsi dan itu adalah gaji pertama ku". ucap Dea sambil tersenyum
"sudah di cuekin juga kenapa anak ini masih baik". ucap Shazia dalam hati
"aku tidak bisa lama lama karena ini sudah sore aku harus mengajar anak anak mengngaji". ucap Dea
"assalamualaikum Shazia ". sambung Dea
"waalaikumussalam ". jawab Shazia
setelah kepergian Dea , Shazia masuk ke dalam rumah lalu memasukkan manisan itu ke dalam kulkas agar dingin. Shazia kembali ke kamar untuk melihat kotak tadi
__ADS_1
"loh dimana kotaknya, bukannya tadi di sini". ucap Shazia ketika kotak itu sudah tidak ada di tempat yang semula
"Dahlah tidak penting juga". sambung Shazia lalu menutup lemari
Shazia berjalan menuju halaman belakang dan sesampainya di sana Shazia melihat ustadz Ghazali yang sedang menanam beberapa sayuran
"kenapa mau repot repot segala menanam sayuran". ucap Shazia
"jika punya tanaman sayuran sendiri jauh lebih baik dan sehat Karena tumbuh bukan karena obat atau yang lainnya, dan tidak perlu repot-repot untuk pergi ke warung dan sayuran pasti segar segar". jawab ustadz Ghazali
ustadz Ghazali menatap tangan yang penuh dengan tanah dan tiba tiba tersenyum
"ustadz ". teriak Shazia saat ustadz Ghazali memangkup wajahnya dengan tangan yang penuh wajah
"jadi kotoran ". ucap Shazia dengan kesal sedang ustadz Ghazali tertawa
brugh
"hahahaha". Shazia tertawa lepas saat melihat ustadz Ghazali terjatuh karena tendangannya apalagi ustadz Ghazali terjatuh tepat di genangan air
"hahahaha aaaa". teriak Shazia saat ustadz Ghazali menariknya sehingga membuat juga jatuh dalam genangan air
ustadz Ghazali berani melakukan itu karena bagian belakang memiliki tembok hingga tidak ada orang yang tau apa yang mereka lakukan dan ustadz Ghazali juga tidak akan menunjukkan apa yang mereka lakukan pada istrinya
"auw auw sayang lepas kenapa dada mas kamu gigit". ucap ustadz Ghazali yang berusaha melepaskan gigitan Shazia
Shazia menghentikan gigitan lalu berdiri dan masuk ke dalam rumah sedangkan ustadz Ghazali mengusap dadanya yang di gigit Shazia. ustadz Ghazali menyusul Shazia yang masuk ke dalam rumah.
sesampainya di dapur ustadz Ghazali membuka bajunya dan melihat dadanya yang ada bekas gigitan yang membiru
"ternyata ganas juga istriku". goda ustadz Ghazali saat Shazia berjalan di depannya
"sampai membekas seperti ini hmmm". sambung ustadz Ghazali dan Shazia melirik kebagian yang dia gigit tadi
"makanya jangan macam macam dengan ku karena ustadz belum tau siapa saya". ucap Shazia lalu masuk ke dalam kamar mandi dan ustadz Ghazali mengusap dadanya yang di gigit Shazia
"apa mafia juga mengigit lawannya, kenapa Istriku sangat kuat mengigitnya. ucap ustadz Ghazali yang duduk di dapur
sedangkan Shazia yang sudah selesai mandi keluar begitu saja mengunakan handuk dan masuk ke dalam kamar sedangkan Ghazali yang melihat itu hanya menghela nafasnya , bagaimanapun dia laki laki normal yang pasti akan tergoda. setelah malam penyatuan itu Ghazali belum menyentuh istrinya lagi karena dia takut jika Shazia akan marah karena waktu itu setelah malam indah itu istrinya hanya diam saja.
__ADS_1
Ghazali berdiri dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang kotor. Ghazali terkejut saat di tarik oleh istrinya sehingga membuatnya duduk di ranjang. Shazia mengobati luka gigitan sedangkan Ghazali memandangi istrinya
"ishh". ringis Ghazali dan Shazia meniup niupnya
"perih sayang". ucap Ghazali dengan bohong karena sebenarnya tidak terlalu perih
Shazia terus meniup niupnya dan Shazia menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat dada bidang suaminya apalagi masih ada tetesan air, Shazia menghentikan tiupan saat menyadari bahwa suaminya hanya mengunakan handuk sebatas pinggang
"tiup lagi sayang masih terasa pedih". ucap Ghazali
"tidak usah manja ustadz itu laki". ucap Shazia lalu keluar dari kamar
Ghazali langsung memakai bajunya dan saat keluar dari kamar Ghazali melihat istrinya yang sedang menikmati manisan mangga
"ini ustad manisan mangga". ucap Shazia
"kapan kamu belinya sayang". tanya ustadz Ghazali karena dia khawatir jika istrinya keluar pesantren sendirian
"Dea yang membawakan". jawab Shazia
lalu ustadz Ghazali ikut gabung memakan manisan mangga tersebut.
Derrel yang kini berada di kamar Abah dan umi sedang mencari sesuatu. Derrel menemukan sebuah foto yang berada di selipan beberapa berkas dan foto itu adalah sebuah foto keluarga
"jadi dia punya keluarga, tapi ini kenapa wajah istrinya tidak terlihat dan ini pasti anaknya, ini foto lama mungkin beberapa tahun yang lalu". ucap Derrel saat melihat kondisi foto dan juga anak yang sekitar masih berumur tiga tahun
Derrel mengambil foto tersebut dan membuka berkas lalu membacanya dengan teliti
"kenapa tidak ada alamatnya dengan jelas sedangkan alamat yang waktu itu mereka sudah pindah, tapi aku yakin di pesantren ini tau dimana dia tinggal". ucap Derrel
"aku harus menemukan orang itu dan mengambil benda tersebut agar ayah menjadi mafia yang di takuti hingga Black Sky di takuti dan tidak ada yang berani melawan black sky". sambung Derrel
Derrel membereskan sebelum meninggal kamar Abah. Derrel bernafas lega saat berhasil keluar dari ndalem
"foto itu bisa di gunakan untuk mencari keberadaan orang itu ". ucap Derrel dan tersenyum
Derrel segera menjauh dari ndalem dan kembali ke kamarnya dan nanti malam dia akan menemui ayahnya dan menyerahkan foto tersebut.
💙💙💙💙
__ADS_1
Hay aku menemukan novel yang sangat memukau dan wajib untuk di baca cuss langsung ketik dengan judul "CINTA KEDUA" karya " Nia Sumania"