Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Emosi


__ADS_3

saat pukul empat pagi ustadz Ghazali terbangun terlebih dahulu. ustadz Ghazali tersenyum saat melihat istrinya masih berada di dalam pelukannya. ustadz Ghazali merapikan rambut Shazia yang menutup wajahnya dan tangannya mengelus pipi Shazia sehingga membuat Shazia bergumam tetapi enggan untuk membuka matanya. secara perlahan ustadz Ghazali melepaskan dirinya dari pelukan Shazia. setelah berhasil ustadz Ghazali mandi dan setelah itu bersiap siap untuk ke masjid. sebelum berangkat ke masjid ustadz Ghazali mencium kening istrinya.


"assalamualaikum ustadz". sapa seseorang


"waalaikumussalam mang Diman". jawab ustadz Ghazali


"sendirian saja istrinya tidak di ajak". tanya mang Diman


"tidak mang". jawab ustadz Ghazali


"dulu saya pikir yang akan jadi istrimu adalah Zulfa tapi ternyata perempuan lain ". ucap mang Diman


"karena jodoh saya adalah istri saya ". jawab ustadz Ghazali


ustadz Ghazali dan mang Diman mempercepat langkahnya saat mendengar suara adzan sedangkan di rumah Shazia mulai terusik saat kenyamanan yang dia rasakan hilang dan tangannya meraba raba sisi rajang yang ada di sebelah. saat tidak menemukan apa yang di cari Shazia membuka matanya


"kemana dia". ucap Shazia lalu menyadarkan kepalanya


"aish ngapain juga memikirkan ustadz kuno itu, dia mau kemana itu urusan dia". ucap Shazia lalu turun dari ranjang dan keluar dari kamar


Tiara yang melihat Shazia menggunakan pakaian minim hanya menatapnya, Tiara sedikit iri dengan kulit bersih dan tidak ada noda luka sama sekali pada Shazia.


"sepertinya istrinya Ghazali ini gadis yang tidak pernah ke dapur, bisa di lihat wajahnya yang Glowing dan kulit yang bersih". ucap Tiara Dalam hati


setelah selesai mengambil minum Shazia kembali ke kamar dan tidak membantu Tiara yang sedang memasak. sesampainya di kamar Shazia membuka jendela dan berdiri di dekatnya jendela. udara yang masuk dan mengenai kulitnya terasa sejuk. Shazia menatap tajam ke arah ustadz Ghazali yang sedang berjalan dan di sampingnya ada Zulfa. matanya memindai setiap langkah ustadz Ghazali dan zulfa yang masih berbincang.


ustadz Ghazali langsung berlari masuk ke dalam rumah saat melihat Shazia tidak mengunakan hijab dan pakaian yang di gunakan sangat minim. sesampainya di kamar ustadz Ghazali menarik Shazia dan langsung menutup jendelanya.


"Shazia sudah saya sudah pernah bilang bukan, kamu tidak boleh memperlihatkan aurat mu pada orang lain". ucap ustadz Ghazali dan entah berapa orang yang sudah melihat istrinya berpengalaman seperti ini karena di ujung rumahnya masih ada beberapa rumah lagi


"enak ya habis bernostalgia bersama mantan tunangan". ucap Shazia dan menatap tajam ke arah Ghazali sehingga tidak menjawab perkataan ustadz Ghazali


"kamu cemburu" . ucap ustadz Ghazali

__ADS_1


"siapa juga yang cemburu". ucap Shazia yang masih menunjukan tatapan tajam


"benarkah". goda ustadz Ghazali


"iya, aku tidak cemburu dan silahkan jika masih mau berduaan dengan dia". ucap Shazia


"benarkah boleh, bagaimana jika dia jadi temanmu dalam mendampingi ku". ucap ustadz Ghazali


"maksudnya". tanya Shazia yang belum mengerti


"tadi dia menawarkan dirinya untuk jadi istri kedua dan kamu memperbolehkan aku berduaan dengannya nah jika berduaan tanpa sebuah ikatan akan menimbulkan dosa jadi aku rasa tidak ada salahnya menyetujui permintaannya untuk jadi istri kedua ku". ucap ustadz Ghazali dan Shazia semakin menatap ustadz Ghazali dengan tajam


"kurasa tidak masalah juga punya istri dua , soalnya istriku tidak perhatian padaku jadi aku bisa mendapatkan perhatian dari istri yang lain". sambung ustadz Ghazali


"dasar ustadz mesum, belum ada seminggu menikah sudah ingin menikah jadi benar berita berita yang aku dengar jika ustadz itu suka berpoligami ". ucap Shazia dan menarik kerah baju Koko ustadz Ghazali sehingga membuat ustadz terkejut


"dasar mata keranjang". sambung Shazia dan mendorong ustadz Ghazali ke ranjang


brak


"horor juga, aku rasa tidak akan ada yang berani lagi menawarkan dirinya untuk jadi istri kedua jika tau kemarahan Shazia ". ucap ustadz Ghazali


sebenarnya ustadz Ghazali tidak benar benar ingin melakukan poligami dan yang dia lakukan tadi hanya untuk menggoda istrinya, ustadz Ghazali terseyum saat mengingat Shazia bertanya padanya seakan akan sedang cemburu dan ustadz Ghazali mendefinisikan itu sebagai cemburu


sendangkan didepan pintu Shazia mengepalkan tangannya


"dasar mesum, pada dasarnya laki laki tidak cukup hanya satu". gerutu Shazia


"eh kenapa aku malah marah marah jika dia mau menikah dengan matannya itu yang sudah jadi aku bisa minta cerai padanya". ucap Shazia


"eh tunggu tapi jangan sekarang juga masak belum ada satu Minggu menikah dia mau menikah lagi". sambung Shazia


"eh eh". ucap Shazia saat seseorang menariknya sehingga membuat Shazia masuk kembali ke dalam kamar

__ADS_1


"apa sih tarik tarik". ketus Shazia pada ustadz Ghazali


"pakai baju yang benar dan segera mandi". ucap ustadz Ghazali


"tidak mau aku mau berpakaian seperti ini". tolak Shazia


"Shazia aku hanya ingin istriku bisa menjaga dirinya". ucap ustadz


"owh ya sudah jika mau punya istri yang bisa menjaga dirinya sebaiknya ustadz menikah sama Zulfa Zulfa itu yang berpakaian lebar sesuai keinginan ustadz ". ucap Shazia dengan kesal


"apa lagi lepas". bentak Shazia saat ustadz Ghazali menghalangi dirinya akan keluar kamar


"kalau tidak mau berpakaian yang menutup aurat tidak usah keluar kamar ". ucap ustadz Ghazali lalu mengunci pintu dan berjalan menuju sofa


"bawa sini kuncinya ". ucap Shazia dan ustadz Ghazali tidak menanggapi permintaan Shazia


"bawa sini kuncinya atau aku akan bertelanjang disini". ancam Shazia Karena Shazia yakin ustadz Ghazali akan memberikannya sebab ustadz Ghazali selalu menyuruh berpakaian tertutup dan itu di artikan oleh Shazia bawa ustadz Ghazali tidak menyukai perempuan bertelanjang


tidak ada respon dari ustadz Ghazali sehingga membuat Shazia benar benar membuka tangktop dan menyisakan angka delapan. Shazia menelan ludah saat ustadz Ghazali berdiri dan memajukan langkahnya. Shazia berjalan mundur hingga membuatnya terjerembab di ranjang dan itu digunakan ustadz Ghazali mengungkung istrinya


cetak


Shazia langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh saat ustadz Ghazali berhasil membuat pengait angka delapan dan Shazia segera menjauh dari ustadz Ghazali


"stop jangan maju, iya iya aku akan pakai pakaian yang menutup aurat". ucap Shazia


ustadz Ghazali membalik badannya dan kembali duduk di sofa


"mana kuncinya aku mau mandi". ucap Shazia yang sudah memakai pakaian tertutup


"sudah bawah pakaian ganti dan hijabnya". tanya ustadz Ghazali


"sudah ini". Ucap Shazia menunjukkan pakaian yang ada di tangannya

__ADS_1


ustadz Ghazali memberikan kuncinya, setelah melihat Shazia keluar ustadz Ghazali langsung memegangi dadanya yang berdetak dua kali lipat karena tindakan membuka pengait angka delapan


"kenapa tadi aku bisa seberani itu". ucap ustadz Ghazali lalu memanjakan matanya


__ADS_2