
"sudah adzan ashar sebaiknya kita ambil wudhu dan sholat setelah itu berdo'a memintanya perlindungan pada Allah". ucap Ghazali dan mengusap pipi istrinya dan Shazia menanggukan kepalanya
mereka berdua beriringan untuk mengambil wudhu, Ghazali memilih untuk sholat di rumah bersama istri dan juga mamanya. mereka berdua sholat dengan khusyuk. setelah selesai sholat Ghazali berdoa meminta perlindungan untuk kelurga kecilnya dan di amin oleh Shazia dan ibunya.
selesai sholat Khadijah menyuruh Shazia untuk beristirahat saja di kamar dan untuk memasak biar menjadi urusan Khadijah dan juga putranya.
di dalam kamar Shazia masih memikirkan kenapa tiba tiba seseorang yang mempunyai kalung itu berada di pulau hitam dan menolongnya.
"siapa dia sebenarnya, kenapa malah menolong ku, pasti tidak salah lagi dia yang membawa ku keluar dari pulau hitam". ucap Shazia
Ghazali masuk ke dalam kamar membawa piring berisi potongan buah dan tidak lupa segelas susu hamil. Ghazali meletakan gelas tersebut di di atas nakas lalu memberikan piring itu pada istrinya
"makanlah buah dulu dan setelah itu minum susunya, mas tinggal dulu, mas mau bantu mama". udah Ghazali dan Shazia menanggukan kepalanya
Shazia memakan satu persatu potongan buah yang ada di piring tersebut. sedangkan di dapur Ghazali membantu mamanya.
"Ghazali mama lihat rumah yang kamu beli di dekat pesantren sudah siap untuk di tempati". tanya Khadijah
"iya ma tapi untuk saat ini lebih baik aku dan Shazia tinggal di sini dulu karena lebih aman, aku takut kejadian kemarin terulang lagi ". jawab Ghazali
"iya kamu benar nak, jika di pesantren ini kamu lebih mudah untuk memantau istri mu apalagi sedang hamil dan perlu perhatian yang ekstra ". ucap Khadijah
Khadijah dengan cekatan memasak makanan yang bergizi terutama untuk menantunya dan Ghazali hanya membantu untuk memotong sayuran.
sedangkan di tempat lain Derrel baru saja sampai di pulau hitam, Derrel segera masuk ke dalam rumah
"ayah kenapa Zia bisa kembali ke pesantren ". tanya Derrel
"kemarin ada seseorang yang menolong adikmu dan dia memakai kalung yang kita cari dan ayah masih bingung kenapa orang itu menolong adikmu, sedangkan selama ini kita mencari keberadaan kalung tersebut sangatlah lah susah tapi tiba tiba muncul di hadapan ayah ". jawab Lucas
"apa dia datang bersama pasukan sehingga ayah dan anak buah ayah kalah ". ucap Derrel
"dia datang sendiri tapi ilmu bela diri sungguh luar biasa, dia mampu mengalahkan anak buah ayah sendirian ". ucap Lucas
Derrel terdiam dengan penuturan ayahnya dan bagi Derrel sangat mustahil ada seseorang yang bisa mengalahkan anak buah ayahnya sendirian
__ADS_1
"Derrel adikmu sedang hamil dan jika anak itu sampai lahir bisa mengancam kita, jadi selain mencari keberadaan kalung itu, kamu harus bisa melenyapkan janin yang ada di kandungan adikmu ". ucap Lucas
"jadi Zia sedang hamil ". ucap Derrel dan Lucas menganggukkan kepalanya
"yah daripada di lenyapkan sebaiknya setelah anak itu lahir kita culik saja dan di besarkan di lingkungan kita". ucap Derrel
"harus lenyap bagaimana pun caranya ". ucap Lucas dengan tegas
"berhentilah main main dengan perempuan itu Derrel jangan sampai lupa dengan tugas mu". sambung Lucas
"ayah tenang saja, aku menggunakan dia hanya untuk memuluskan rencana ku dan juga untuk memuaskan fantasi ku". jawab Derrel lalu meminum alkohol
Derrel merasa senang saat bisa menyentuh minuman itu karena selama tinggal di pesantren dia tidak bisa meminum minuman itu
drt
drt
Lucas menatap ponselnya yang tertera nama sang istri
"mas dimana kenapa di rumah tidak ada". tanya Lora
"baiklah, mas aku rindu dengan putri kita, aku ingin bertemu dengannya ". ucap Lora
"jangan bertemu dulu dengannya". ucap Lucas
"baiklah ". ucap Lora lalu memastikan sambung teleponnya
"yah apa mama tau jika Zia sedang hamil ". tanya Derrel
"ayah tidak akan membiarkan mama tau karena mamamu pasti akan membantu adikmu ". ucap Lucas
di pesantren Dea berjalan sangat tergesa-gesa karena ingin sampai di rumah Shazia. Dea sudah membawa beberapa makanan untuk teman itu. tentang kabar kehamilan Shazia belum ada yang tau selain keluarga ndalem
"nduk Dea". panggil Ummah
__ADS_1
"iya Ummah". jawab Dea
"bisa bantu ummah sebentar nduk". ucap Ummah
"bisa Ummah, Ummah butuh bantuan apa". ucap Dea
"bantu Ummah membersihkan gudang belakang". ucap Ummah
"baik ummah". jawab Dea
Dea mengikuti ummah yang berjalan menuju gudang belakang dan sesampainya disana Dea melihat ada istrinya Gus Amer
"sore Ning". ucap Dea
"maaf jika merepotkan kamu". ucap Ning Humaira
"tidak apa apa Ning, saya merasa senang bisa membantu". ucap Dea
"terima kasih sebelumnya, saya berencana ingin mengubah gudang ini menjadi ruang baca". ucap Ning Humaira
Dea segera membantu Ning Humaira dan Ummah membersihkan gudang itu.
Shazia yang merasa bosan berjalan keluar kamar dan melihat suaminya dan mama mertua sedang menata makanan
"nak kenapa keluar, seharusnya banyak istirahat". ucap Khadijah dan menuntun menantunya untuk duduk
"Zia bosan di kamar". ucap Shazia
"sayang kamu menginginkan sesuatu". tanya Ghazali pada istrinya dan Shazia menanggukan kepalanya
"kamu ingin apa sayang". tanya Ghazali
"aku ingin salad sayuran tapi mas yang bikin ". jawab Shazia
"baiklah mas bikinkan". ucap Ghazali
__ADS_1
Shazia memperhatikan suaminya yang sedang memotong tomat, timun, kol ungu, dan selada.
"ah enak juga rasanya di perhatikan dan di sayang seperti ini". ucap Shazia dalam hati