Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Bersikap Dingin


__ADS_3

Sore harinya Shazia terbangun lalu memakainya bajunya kembali dan tidak lupa dengan hijab. dia melihat jam yang menunjukkan pukul tiga sore dan dia harus kembali ke pesantren.


"sudah bangun". ucap Lora yang baru masuk ke kamar putrinya


"iya ma, Zia kembali ke pesantren dulu". ucap Shazia


"hati hati ya sayang dan segera selesaikan tugas mu , mama tidak ingin kamu mendapatkan cambukan lagi" ucap Lora


"iya ma" jawab Shazia


setelah itu Shazia segera keluar dari rumah dan mencari taxi untuk segera kembali ke pesantren. saat Shazia masuk ke dalam taxi seseorang melihat Shazia


"itukan Shazia kenapa ada di sini dan dari mana, katanya amnesia tapi bisa sampai ke tempat sejauh ini". ucap ustadz Ghazali yang berada di atas motornya lalu mengendarai motor mengikuti taxi yang membawa Shazia


taxi itu berhenti sedikit jauh dari pesantren. ustadz Ghazali mengikuti Shazia yang berjalan menuju belakang pesantren. ustadz Ghazali melihat Shazia memanjat tembok yang begitu tinggi


"hanya dia santri yang bisa memanjat tembok setinggi ini' ucap ustadz Ghazali


"siapa kamu sebenarnya Shazia, jika kehadiran mu kesini untuk membuat masalah atau hal buruk pada pesantren saya tidak akan membiarkannya" sambung ustadz Ghazali dan berjalan meninggalkan belakang pesantren


"ya ampun Shazia ternyata kamu di sini, tadi kemana tidak ikut senam ". tanya Dea saat bertemu dengan Shazia


"mau saya kemana itu bukan urusan mu". ucap Shazia dengan dingin dan meninggalkan Dea

__ADS_1


sedangkan Dea menatap punggung Shazia dengan bingung saat melihat ada perubahan dalam diri Shazia


"kenapa dia dingin seperti itu, apa aku ada salah ya". ucap Dea


"hmmm kurasa kamu tidak akan punya teman lagi, Shazia mulai sadar bahwa kamu tidak pantas untuk jadi temannya". ucap Kemala dengan senyum yang menghina


"aku rasa Shazia bukan orang yang seperti kamu, mungkin saja aku tidak sengaja membuat Shazia marah dan aku yakin setelah aku minta maaf , Shazia akan kembali seperti dulu". ucap Dea


"yakin banget kamu tapi aku lihat dari sikapnya dia tidak akan mau lagi dengan mu". ucap Kemala


Dea malas mendengarkan omongan kemala lalu meninggalkan kemala begitu saja. Dea yang menemui Shazia dan bertanya apa dia ada salah. tapi saat dia masuk kamar dea tidak menemukan Shazia ada di dalam kamar.


"Lo kemana perginya Shazia bukannya dia tadi berjalan ke asrama". ucap Dea


"mana ya kenapa tidak ada". ucap Shazia dan membuka satu persatu berkas yang ada di sana


"nah ini dia". ucap Shazia saat membuka sebuah berkas dan menemukan sebuah identitas lali Shazia membuka ponsel dan membandingkan foto yang ada di berkas itu dan juga di ponselnya


"nah sama". ucap Shazia lalu memfoto berkas itu


setelah memfotonya Shazia merapihkan kembali berkas berkas tersebut lalu meninggalkan kamar tapi saat akan membuka pintunya Shazia mendengar langkah kakinya yang mendekati. Shazia langsung berlari menuju jendela dan keluar lewat jendela. Shazia bernafas lega saat tidak ada siapapun. Shazia segera meninggalkan Ndalem dan menuju kamar asrama


"Shazia aku minta maaf jika ada salah". ucap Dea saat Shazia masuk ke dalam kamar tapi Shazia menghiraukan perkataan Dea

__ADS_1


"Shazia jangan diam seperti ini". ucap Dea dan mengikuti langkah Shazia


"diamlah dan jangan ganggu aku". bentar Shazia


Dea terkejut saat Shazia membentak. Dea memundurkan langkahnya dan duduk di ranjangnya. Dea masih bingung dengan perubahan Shazia


"Shazia kenapa kamu berubah". ucap Dea dengan lirih


"aku tidak berubah dan aku rasa aku tidak butuh teman jadi mulai hari ini jangan dekat-dekat dengan ku dan jangan ikut campur dengan urusan ku, paham ". ucap Shazia dan menatap Dea dengan tajam


di luar kamar Kemala tertawa puas dengan apa yang dia dengar. Kemala sangat senang saat Dea tidak memiliki teman karena semenjak Dea berteman dengan Shazia, Dea berani melawannya


"mampus kamu Dea tidak punya teman lagi ". ucap Kemala dengan senyum bahagia


"tapi kenapa Shazia, apa ada seseorang yang memintamu agar tidak berteman dengan ku". ucap Dea dengan air mata yang terus mengalir


"simpan saja air matamu karena itu akan sia sia saja". ucap Shazia


Dea menghapus air matanya saat mendengar adzan ashar. Dea mengambil mukena dan keluar dari kamar, saat keluar kamar Dea mendapat tawa mengejek dari Kemala.


"mampus tidak punya teman lagi". ucap Kemala


Dea berjalan meninggalkan asrama dengan kesedihan. baru saja dia merasakan kebahagiaan memiliki teman tapi sekarang teman yang dia punya tidak mau berteman dengannya lagi

__ADS_1


__ADS_2