Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Rencana Marvin


__ADS_3

tok


tok


tok


Ghazali melepas tangannya yang mengusap puncak kepala istrinya lalu berdiri dan membuka pintu


"ada apa ma". tanya Ghazali saat melihat mamanya


"di ruang tamu ada anak anak yang ingin belajar mengaji dengan mu". ucap Khadijah pada putranya


"iya ma, suruh nunggu sebentar". ucap Ghazali


"jangan lama lama kasihan mereka menunggunya, mama ke dapur dulu". ucap Khadijah


"iya ma". jawab Ghazali


setelah mamanya pergi Ghazali menutup pintunya


"di depan ada anak anak mau belajar mengaji, aku keluar dulu ". ucap Ghazali dan Shazia hanya menanggukan kepalanya


Shazia melepas Mukenahnya dan keluar dari kamar. saat melewati ruang tamu Shazia menghentikan langkahnya saat melihat Ghazali yang begitu telaten mengajari anak anak.


"sejak duduk di bangku SMA Ghazali sering mengajari anak anak mengaji dan anak anak di sini sangat senang, mereka sering bertanya kapan ustadz Ghazali pulang dari pesantren ". ucap Khadijah yang berada di samping menantunya


"tolong bawa minuman ini untuk anak anak". ucap Khadijah dan memberikan nampan yang berisi minuman


Shazia menerima nampan itu dan berjalan menghampiri suaminya dan juga anak anak. sesampainya disana Shazia ikut duduk lesehan bersama mereka dan meletakan nampan yang berisi minuman tersebut


"istri ustadz cantik seperti Barbie". ucap Aisyah dan Shazia tersenyum mendengar pujian itu


"kakak cantik pasti juga bisa mengaji seperti ustadz dan pasti suaranya juga bagus". sambung Aisyah


"aku ingin mendengar Kakak mengaji juga ". ucap Aisyah


"iya, ayo kakak Mengaji". ucap anak anak yang lain


Shazia terdiam mendengar permintaan anak anak itu, jangankan mengaji huruf huruf itu saja dia tidak tau.


"anak anak ngajinya sama ustadz saja ya, soalnya kakak cantiknya mau masak untuk ustadz, nanti kalau di suruh mengaji dan tidak masak ustadz makan apa". ucap ustadz Ghazali


"yah padahal kami ingin mendengarnya ". ucap Ridwan

__ADS_1


"lain kali ya ketika kakaknya sedang tidak sibuk ". ucap ustadz Ghazali dan mereka menanggukan kepalanya


"masuklah ". ucap ustadz Ghazali


Shazia meninggalkan mereka, sesampainya di dapur Shazia bernafas lega dan bersyukur ustadz Ghazali bisa mencari alasan agar dia tidak Mengaji


"bisa malu aku jika anak anak tau aku tidak bisa mengaji ". ucap Shazia sambil mengusap dadanya


"mereka anak anak yang beruntung ". sambung Shazia


di dapur Shazia mendengarkan suara ustadz Ghazali yang sedang mengajari anak anak. Shazia yang melihat kangkung di depannya langsung memotongnya seperti beberapa batang kangkung yang sudah di potong. Khadijah yang baru masuk tersenyum saat melihat menantunya memotong kangkung walaupun potongannya ada yang panjang dan pendek.


"bisa bantu mama potong bawang ini". ucap Khadijah


"bisa, tapi aku tidak tau caranya ". ucap Shazia


Khadijah memberikan contoh cara memotong bawang dan Shazia memperhatikan dengan diam


"caranya seperti itu". ucap Khadijah dan Shazia menganggukkan kepalanya


Shazia langsung memperhatikannya sedangkan Khadijah memotong ayam. Shazia mengusap sudut matanya yang terasa pedih.


Shazia menjauhkan kepalanya saat memotong bawang bahkan bawang yang di potong masih dua.


"masih terasa pedih". ucap ustadz Ghazali dan Shazia mengelengkan kepalanya


Ghazali menarik tangannya yang ada di wajahnya istrinya lalu mengambil alih pekerjaan istrinya. Shazia memperhatikan potongan bawang miliknya dan milik Suaminya yang berbeda jauh, milik Shazia potongannya besar besar sedangkan milik suaminya tipis tipis


"sudah selesai mengajarnya Ghazali". tanya mamanya


"sudah ma lagian cuacanya mendung takutnya mereka terjebak hujan, mengngajinya masih bisa di lanjutkan besok". jawab ustadz Ghazali


"Tante Tiara mana ma". tanya Ghazali


"tantemu sudah di jemput suaminya sebelum Ashar tadi". jawab Khadijah


setelah semua bahan sudah siap Khadijah mengolah makanan untuk makan malam hari ini yaitu ayam goreng bawang dan tumis kangkung. ketika suaminya dan mamanya sibuk memasak Shazia hanya memperhatikan mereka dengan intens karena dia sendiri tidak bisa masak. niatnya ingin membantu dia urungkan saat melihat ayam yang di goreng meletus meletus.


"pandai juga dia memasak". ucap Shazia dalam hati dan memperhatikan Suaminya


sedangkan Marvin yang ada di pesantren merasa gelisah karena belum menemukan keberadaan Shazia apalagi ini sudah satu minggu lamanya. Marvin takut jika Shazia akan jatuh cinta pada ustadz itu


"Shazia aku harap kamu tidak lupa bahwa aku adalah orang yang selalu ada untukmu dan aku tidak akan membiarkan kamu jatuh cinta pada orang lain". ucap Marvin sambil memandangi foto Shazia yang berada di dalam dompetnya

__ADS_1


"jika sampai kamu jatuh cinta pada ustadz itu maka aku akan melakukan sesuatu hingga kamu jadi milikku dan jika aku tidak bisa memilikimu maka ustadz itu juga tidak boleh memiliki mu Shazia ". ucap Marvin dan mengusap foto tersebut


"sebenarnya kemana ustadz itu membawa mu sehingga aku tidak bisa menemukan keberadaan mu". sambung Marvin


drt


drt


drt


Marvin melihat ponselnya dan tertera nama ayahnya Shazia


"iya tuan ada apa". jawab Marvin


"sudah menemukan keberadaan putriku ". tanya Lucas


"belum tuan ". jawab Marvin


"segera temukan dia dan bawa kehadapan ku". ucap Lucas


"jika aku bisa menemukan keberadaan apa yang aku dapat tuan". ucap Marvin


"aku akan merestui hubungan kalian kejenjang pernikahan ". ucap Lucas


"benarkah tuan, anda tidak menipuku ". tanya Marvin


"untuk apa aku menipumu, aku lebih suka putriku menikah dengan mu di bandingkan dengan orang lain ". ucap Lucas


"baiklah tuan aku pegang ucapan anda". ucap Marvin


setelah sambungan terputus Marvin melemparkan ponselnya


"tuan aku tau anda itu licik, aku dari kecil sudah menjadi anak buahmu jadi aku tau seperti apa sifat tuan". ucap Marvin


"jika aku menemukan Shazia, aku akan membawanya pergi dan menikahi, setelah aku memiliki anak bersama Shazia baru aku akan menemui mu tuan". sambung Marvin


sejak umur sepuluh tahun Marvin sudah menjadi anak buah Lucas hingga suatu hari dia bertemu dengan Shazia kecil dan sering berjalannya waktu dan mereka tumbuh dewasa tumbuhlah benih benih cinta. Lucas yang mengetahui itu tentu saja melarangnya dan memindahkan Marvin sehingga jauh dari Shazia agar tidak bisa berhubungan tapi nyatanya mereka berdua tetap bisa bertemu dan cinta mereka semakin bertumbuh besar.


Marvin merbahkan dirinya di ranjang dan menyusun sebuah rencana untuk membawa kabur Shazia ketika gadis yang dia cinta kembali ke pesantren ini


"tiga minggu lagi mereka kembali". ucap Marvin


darimana Marvin tau kepulangan mereka, Marvin tau karena dia tidak sengaja mendengar obrolan ustadz Dila dan ustadz Fajar yang mengatakan ustadz Ghazali akan berada di kampung halamannya selama satu bulan

__ADS_1


__ADS_2