
3 tahun kemudian
Shazia sedang melihat kedua putranya yang bermain di halaman tengah, Reyhan dan Rayyan kini sudah bisa berjalan. Shazia bersyukur ketika kedua anaknya tidak terlalu rewel.
"Abi". ucap Reyhan
"Abi sedang mengajar Reyhan". ucap Shazia
"Abi". rengek Reyhan
Shazia menghela nafasnya karena kedua anaknya tidak bisa di tinggal lama oleh suaminya
"Abi" ucap Rayyan
"sayang sayang umi, Abi lagi mengajar ya jadi mainnya sama umi ya". ucap Shazia tapi kedua anaknya menggeleng dengan mata yang sudah berkaca kaca
huwa hiks hiks
akhirnya Reyhan dan Rayyan menagis, Shazia memijat dahinya karena merasa pusing
"cup cup anak anak umi jangan nangis ya" ucap Shazia
akhirnya Shazia mengambil ponselnya dan menekan nomor suaminya
"assalamualaikum sayang". jawab Ghazali
"waalaikumussalam mas hiks". ucap Shazia sambil menagis
"sayang ada apa kenapa menagis ". ucap Shazia
"mas pulang sekarang, assalamualaikum ". ucap Ghazali
"waalaikumussalam ". jawab Shazia
Shazia meletakkan ponselnya dan berusaha menenangkan kedua anaknya bahkan Shazia sendiri ikut menangis.
"assalamualaikum ". ucap Ghazali
"waalaikumussalam". jawab Shazia
Ghazali langsung menghampiri kedua anaknya dan juga istrinya
"Reyhan Rayyan kenapa menagis hmmm" ucap Ghazali
"Abi". ucap Reyhan dan Rayyan secara bersamaan
Ghazali meraih kedua putranya dan mengendongnya secara bersamaan.
"Abi sudah ada di sini, jadi jangan menangis ya, lihat umi juga ikut menangis ". ucap Ghazali pada kedua putranya
setelah Reyhan dan Rayyan sudah tidak menangis Ghazali menurunkan keduanya. melihat Reyhan dan Rayyan kembali bermain Ghazali menghampiri istrinya yang masih menangis
"sayang , kenapa masih menagis lihat anak anak sudah berhenti". ucap Ghazali dan mengusap air matanya
"hiks hiks aku lelah hiks". ucap Shazia dan bukannya berhenti tapi semakin menangis
Ghazali memeluk Shazia dan mencium puncak kepala istrinya
"lelah kenapa, cerita sama mas". ucap Ghazali
"hiks aku lelah dan aku merasa buka Umi yang baik untuk Reyhan dan Rayyan karena setiap mereka menangis aku tidak bisa membuat diam dan selalu merepotkan kamu dan menganggu mas kerja hiks". ucap Shazia
"kenapa bicara seperti sayang, kamu umi yang baik dan mereka pasti akan bangga punya umi seperti mu, kamu merawat mereka tanpa lelah sayang ". ucap Ghazali
"jadi jangan nangis lagi hmm nanti adek juga ikut nangis Lo". ucap Ghazali dan mencubit pipi istrinya
"assalamualaikum adek, maaf Abi telat menyapa mu karena Abi harus membuat umi mu tenang dulu ". ucap Ghazali di depan perut atau yang buncit
__ADS_1
dug
Ghazali tersenyum saat bayi dalam kandungan Shazia meresponnya, Ghazali mengusap perut istrinya. ya Shazia sedang hamil kembali dan kini usia kandungannya sudah memasuki sembilan bulan dan perkiraan dokter Shazia akan melahirkan sepuluh hari lagi.
"ayo mas bantu jangan terlalu lama duduk di lantai ". ucap Ghazali dan membantu istrinya untuk berdiri
"umi umi". ucap Reyhan dan Rayyan secara bersamaan dan menghampiri kedua orang tuanya
"ada apa sayang sayangnya umi". ucap Shazia
"calangheo". ucap Reyhan dan Rayyan secara bersamaan, Shazia yang mendengar itu tersenyum
"hey belajar dari mana hmm". ucap Shazia
"mungkin mereka mendengar mu saat mengatakan itu padaku sayang ". bisik Ghazali dan Shazia mencubit perut suaminya.
"sayang ntar malam Abah mengundang kita untuk ke pesantren ". ucap Ghazali
"memang ada acara apa". tanya Shazia
"syukuran atas di temukan putri Abah dan Ummah sayang ". ucap Ghazali
"jadi sudah di temukan ". tanya Shazia
"sudah satu minggu yang lalu dan sekarang syukurannya". jawab Ghazali
"ini sudah siang sebaik kamu istirahat biar anak anak sama mas". ucap Ghazali dan menuntun Shazia menuju kamar dan di ikuti oleh kedua anaknya
"Abi Abi". ucap Reyhan dan Rayyan yang merentangkan tangannya
"mau ikut umi tidur". tanya Ghazali dan mereka berdua menanggukan kepalanya
Ghazali mengangkat kedua anaknya dan meletakan di samping istrinya lalu ikut Ghazali yang membaringkan tubuhnya di ranjang.
sedangkan di tempat lain Dila yang berada di kamarnya menatap putrinya yang di bernama Fatma Asyifa Wati . Dila mengabaikan suara tangisannya anak perempuan itu yang minta ingin di gendong oleh Dila. ya setelah melahirkan Shazia memutuskan untuk mengeluarkan Dila dari penjara. Dila menarik nafasnya lalu turun dari ranjang dan menghampiri putrinya lalu mengendongnya hingga tangisannya berhenti. Dila mencium wajah putrinya
Dila meneteskan air matanya saat mengingat bagaimana perlakuannya pada putrinya itu, Dila melihat ke arah lengan putrinya dan tangisannya semakin pecah saat melihat kondisi lenga putrinya.
"maaf ibu pasti ini sakit ya". ucap Dila dan mencium lengan putrinya yang terdapat luka bakar karena ulah dirinya
di ambang pintu kedua orang tuanya Dila tersenyum saat melihat putrinya bisa menerima anaknya.
"Bu firman ingin melanjutkan perjodohan ini". ucap ayah Dila
"pak inikan sudah tiga tahun berlalu kenapa firman masih menunggu Dila, apa firman bisa menerima Dila dengan masa lalu yang seperti itu dan bagaimana dengan keluarga firman pak, Bu takut mereka akan mengungkit-ungkitnya ". tanya ibu Dila
"kemarin bapak bertemu dengan firman dan keluarganya, bapak sudah menceritakan apa yang terjadi dengan Dila dan mereka bisa menerima Dila". jawabnya
"sebaiknya kita tanya pada Dila dulu pak".
"nanti kita tanya pada Dila "
kedua orang tua Dila meninggalkan kamar Dila sedangkan Dila masih menimang putrinya.
malam harinya Ghazali dan Shazia serta kedua anaknya sudah berada di ndalem. Shazia sejak tadi menoleh ke kanan ke kiri untuk mencari soso Putri dari Abah dan Ummah. Abah dan Ummah keluar dengan seorang wanita bercadar yang seumuran dengan Shazia.
"assalamualaikum ". ucap Abah
"waalaikumussalam ". jawab semua orang yang ada di sana
"terima kasih sudah datang ke acara syukuran atas di temukan putri kami yang hilang, perempuan yang ada di samping istrinya sayang namanya Habibah putri kami yang telah hilang sejak kecil ". ucap Abah
setelah memperkenalkan putrinya Abah langsung memulai acara syukuran. di tengah tengah acara Shazia memegangi perutnya, Shazia izin keluar dan Ghazali yang melihat itu langsung menyusul dan tidak lupa membawa Reyhan dan Rayyan. Ghazali mengahampiri istrinya yang bersender di mobil dengan peluh.
"sayang aku masuk kedalam mobil seperti kamu mau melahirkan". ucap Ghazali dan membantu istrinya masuk dan di ikuti Reyhan dan Rayyan
Ghazali langsung mengendarai mobil menuju rumah sakit yang tidak jauh dari pesantren. sesampainya di rumah sakit Shazia langsung di bawa ke ruang bersalin sedangkan Reyhan dan Rayyan di titipkan ke perawat. Ghazali menggengam tangan istrinya.
__ADS_1
"eugh". teriak Shazia saat dokter memberikan instruksi
"ayo Bu dorong lagi". ucap dokter
"eughhhh"
oek
oek
oek
Ghazali dan Shazia menetes air matanya saat anak mereka lahir, dokter memberikan bayi berjenis kelamin perempuan itu kepada Ghazali dan Ghazali langsung mengadzani Putri mereka. setelah Shazia dan bayinya di bersihkan mereka di pindahkan ke ruang rawat. Reyhan dan Rayyan secara tadi berdiri di samping box adiknya
"mas sudah memberitahu mama". tanya Shazia
"astaghfirullah mas lupa sayang dan mas meninggalkan mama di pesantren". ucap Ghazali dan langsung mengambil ponselnya
"assalamualaikum ma". ucap Ghazali
"waalaikumussalam nak , kamu dan istrimu dimana , mobil kalian juga tidak ada". tanya Khadijah
"maafkan Ghazali ma, tadi Ghazali buru buru karena Shazia melahirkan". jawab Ghazali
"cucu mama sudah lahir". tanya Khadijah
"iya ma". jawab Ghazali
"kalau begitu mama mau telpon mbayu Lora dan mengajaknya ke rumah sakit, Kalian di rumah sakit mana". ucap Khadijah
"rumah sakit dengan pesantren ". ucap Ghazali
"baiklah mama akan kesana bersama mamanya Shazia, assalamualaikum "
"waalaikumussalam "
dua bulan yang lalu Lora sudah keluar dari penjara, hukuman di ringankan Katena perbuatan untuk melindungi nyawa putrinya.
dua puluh menit Khadijah dan Lora sudah sampai di rumah sakit
"assalamualaikum ". ucap Khadijah dan Lora
"waalaikumussalam ". jawab Shazia dan Ghazali
Khadijah dan Lora langsung berjalan mendekati box bayi
"perempuan atau laki-laki ". tanya Lora
"perempuan ma". jawab Shazia
"siapa namanya ". tanya Khadijah
"Syafiyah Putri Ayu". jawab Ghazali
di ruang rawat semua orang sangat bahagia dengan kehadiran bayi mungil itu
...~TAMAT~...
💙💙💙
akhirnya sudah sampai di akhir cerita, saya ucapkan terima kasih untuk para pembaca.
eitss tapi Masih ada EXTRA CHAPTER Lo jadi tunggunya
mampir juga di karya ku yang berjudul "Jodoh Pilihan Si Kembar"
...~TERIMA KASIH ~...
__ADS_1