Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Penasaran


__ADS_3

Ghazali terus menggengam tangan istrinya dan mengusapnya, di tatapnya wajah istrinya yang begitu pucat.


"eugh". lenguh Shazia dan secara perlahan membuka matanya


"sayang". ucap Ghazali sambil memencet tombol yang ada di dekat brangkar istrinya


Shazia menatap ke sekeliling dan tatapan jatuh pada suaminya


"ha us". ucap Shazia dengan terbata


Ghazali mengambil minum dan membantu istrinya. dua dokter masuk ke dalam ruangan itu yaitu dokter kandungan dan juga dokter yang menangani Shazia. selama dokter memeriksa istrinya Ghazali sama sekali tidak melepaskan genggamannya pada istrinya.


"bagaimana keadaan istri saya dok". tanya Ghazali


"keadaan sudah baik baik saja, tapi untuk kandungannya sangat lemah jadi harus benar benar di jaga jangan sampai kelelahan atau stress". jawab dokter


Shazia memegang perutnya. setalah menyampaikan beberapa hal dokter keluar ruangan.


"dia kuat seperti mu". ucap Ghazali dan meletakan tangannya di atas tangan Shazia yang sedang berada di perutnya


suster masuk membawa makanan untuk Shazia, Ghazali mengambil mangkuk itu dan menyuapi Shazia tapi Shazia menolaknya


"sayang makan ya, biar kamu cepat sembuh". ucap Ghazali


"makan ya". bujuk Ghazali


Ghazali menyodorkan sendok di depan mulut Shazia dan Shazia membuka mulutnya. selama suaminya menyuapi dirinya, Shazia hanya diam saja


"siapa orang itu, kenapa dia punya kalung itu ". ucap Shazia dalam hati


"jangan terlalu memikirkan apapun nanti bisa berdampak padanya ". ucap Ghazali dan meletakan tangannya di atas perutnya


Ghazali meletakan mangkuk yang sudah kosong dan membantu istrinya untuk meminum obat


"kenapa aku bisa ada di sini dan siapa yang membawa ku kemari". tanya Shazia


"tidak perlu di pikirkan itu , yang terpenting sekarang adalah kamu baik baik saja". jawab Ghazali sambil tersenyum


Abah dan ummah masuk ke dalam ruangan


"bagaimana keadaan mu nduk". tanya Ummah


"Zia baik baik saja ummah". jawab Shazia


"syukurlah, ummah sangat khawatir dengan mu". ucap Ummah

__ADS_1


drt


drt


Ghazali melihat ponselnya dan tertera namanya mamanya dan Ghazali langsung menggeser tombol hijau lalu keluar dari ruangan


"assalamualaikum ma". jawab Ghazali


"waalaikumussalam". jawab Khadijah


"bagaimana keadaan menantu mama". tanya Khadijah


"Alhamdulillah Shazia sudah sadar ma dan keadaannya baik baik saja". jawab Ghazali


"Alhamdulillah, Ghazali apa sebaiknya kalian tinggal di sini saja jika memang di sana sangat berbahaya untuk kalian berdua ". ucap Khadijah


"ma untuk saat ini Shazia tidak bisa bepergian terlalu jauh". jawab Ghazali


"ada apa". tanya Khadijah


"saat ini Shazia sedang mengandung ma dan dokter bilang kandungannya sangat lemah, Shazia juga harus periksa setiap dua Minggu sekali dan Shazia harus istirahat total, tidak boleh kelelahan atau stress ". jawab Ghazali


"kalau begitu mama yang kesana biar bisa menjaga Shazia ". ucap Khadijah


"baiklah ma, ma hati hati di ya". ucap Ghazali


"waalaikumussalam ma". jawab Ghazali


setelah sambungan telepon terputus Ghazali masuk kembali ke ruang rawat istrinya.


"Ghazali ini keperluan kalian di sini". ucap Abah dan menyerahkan sebuah tas


"terima kasih Abah, maaf Ghazali sudah merepotkan Abah dan ummah". ucap Ghazali


"tidak merepotkan sama sekali, Kalian sudah seperti anak kami sendiri". ucap Ummah


"Abah dan Ummah harus kembali ke pesantren, jaga diri baik baik di sini". ucap Abah


"iya bah". jawab Ghazali


setelah kepergian Abah Ghazali menghampiri istrinya yang meringis


"ada apa sayang". tanya Ghazali


"aku ingin duduk tapi kenapa bagian perut terasa linu". jawab Ghazali

__ADS_1


"jangan banyak bergerak dulu". ucap Ghazali


"eh mau ngapain". tanya Shazia ketika Ghazali akan menyingkap bajunya


"mas ingin mengoleskan salep ini di perut mu agar memarnya cepat sembuh". ucap Ghazali


Shazia memperhatikan suaminya yang dengan telaten mengusap perutnya pada luka memarnya yang membiru


sedangkan di tempat lain Lucas yang masih berada di pulau hitam duduk termenung di ruangan


"siapa dia kenapa dia punya kalung itu, selama ini aku mencari keberadaan kalung itu tapi tiba tiba muncul dan di pakai oleh seseorang". ucap Lucas


"bahkan ilmu bela diri sungguh hebat, dia bisa mengalahkan anak buah ku tanpa senjata, aku harus mencari tau siapa dia ". sambung Lucas


Lucas keluar ruangan dan menuju ruang bawah tanah dan Lucas nampak emosi saat orang itu tersenyum sinis saat melihatnya


"wah wah ada apa lagi ini". ucap orang itu


"apa dia punya keluarga ". tanya Lucas


"saya tidak tau". jawab orang itu


"cepat katakan atau aku potong jari mu". ancam Lucas


"potong saja". jawab orang itu tanpa takut


"aku tanya sekali lagi apa dia punya keluarga ". tanya Lucas


Lucas mengambil belatinya ketika orang itu hanya diam saja.


"arghhh ". teriak orang tersebut saat jarinya jempol benar benar di potong oleh Lucas


"hahahaha". Lucas menatap orang itu dengan bingung karena bukannya takut tapi malah tertawa


"walaupun kamu memotong semua jariku itu tidak akan membuat ku takut, satu hal yang harus kamu ingat Lucas bersiaplah untuk kehancuran mu". ucap orang tersebut


"jangan beri dia makan selama tiga hari dan jangan obati jarinya biarkan jarinya membusuk". ucap Lucas pada anak buahnya yang bertugas menjaga orang itu


setelah kepergian Lucas, orang itu menatap jarinya yang mengeluarkan darah lalu menatap jempolnya yang tergeletak di lantai


"kalau kamu mengatakan apa yang dia minta, kamu tidak akan seperti ini". ucap anak buah Lucas


"tuan mu itu orang yang licik , dia pasti akan membunuh ku jika aku menjawab pertanyaan,". jawab orang itu


💙💙💙

__ADS_1


maaf kemarin tidak bisa update karena sedang sakit


__ADS_2