Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Pulau Hitam


__ADS_3

Shazia menatap ke sekeliling yang menurutnya sangat asing, Shazia berjalan menuju pintu lalu tangannya terulur untuk memegang gagang pintu


"auw". ringis Shazia saat pintu menyetrum


Shazia mengibaskan tangannya lalu berjalan menuju jendela dan hasilnya sama saja jendela itu juga di beri arus listrik


"sial ini kak Derrel membawa ku kemana". umpat Shazia


"keluarkan aku dari sini, hey siapapun yang di luar". teriak Shazia


"kak Derrel buka pintunya, jangan main main denganku, buka pintunya kak". teriak Shazia


Shazia melihat sekitar tempat dia di kurung lewat jendela hanya pepohonan yang dia lihat


"astaga apa kak Derrel membawa ku ke pulau hitam milik ayah". ucap Shazia


"berarti ayah yang menyuruh kak Derrel membawa ku kemari" sambung Shazia


"ayah buka pintunya yah". teriak Shazia


"ayah kenapa mengurung di sini". teriak Shazia


"yah jika ayah mengurung di sini bagaimana aku menyelesaikan tugas ku, ayah Zia mohon buka pintunya". teriak Shazia


Shazia mencoba untuk menempelkan telinga di dinding tapi tidak sampai menempel Karena ada arus listriknya


"kenapa sepi sekali, apa aku di sini sendirian". ucap Shazia


Shazia mengambil guci dan mengarahkan pada kaca jendela


pyar


bukan kacangnya yang pecah tapi Gucci. Shazia menghela nafasnya karena tempat ini sudah di setting oleh ayahnya tidak mudah untuk di hancurkan atau kabur dari sini. karena tempat ini yang biasanya di gunakan Lucas untuk mengurung musuh musuhnya. untuk pertama kalinya Shazia berada di sini


Shazia duduk di pinggir ranjang dan mengacak acak rambutnya rambutnya, sejak dia bangun hijab sudah tidak ada.


"tidak mungkin kan ayah akan membunuh ku, pasti ini hanya hukuman dari ayah, pasti nanti ayah keisni, mungkin besok". ucap Shazia


uhuk


Shazia menutup mulutnya saat merasakan mual dan ingin muntah, Shazia menepuk dadanya. Shazia langsung berlari menuju kamar mandi yang ada di sana


huek

__ADS_1


huek


huek


Shazia memegang perutnya yang terasa seperti di aduk aduk. Shazia membasuh mulutnya dengan air. Lucas memperhatikan putrinya dari cctv


brak


Lucas mengepalkan tangannya dan langsung berdiri dan turun ke bawah. Lora yang melihat suaminya turun dengan tergesa gesa menghampirinya


"sayang kamu mau kemana". tanya Lora


"aku urusan, sebentar lagi Cleo akan kemari dan mengantarkan mu berlibur ke London". ucap Lucas


"London". ucap Lora


"iya aku sudah menyiapkan liburan untuk mu sayang". ucap Lucas dan mencium kening istrinya


"kenapa perasaan tiba tiba tiba enak seperti ini ya". ucap Lora dan teringat dengan putrinya apalagi sudah lama dia tidak bertemu


"semoga kamu baik baik saja Zia, dan mama harap suamimu bisa membuat mu meninggalkan dunia Mafia". ucap Lora


Lucas langsung mengendarai mobil menuju ke lapangan helikopter miliknya. Lucas mengajak beberapa anak buahnya pergi ke pulau hitam miliknya


"berat juga". ucap Marvin


saat Derrel membawa ustadz Ghazali Marvin mengikutinya dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Marvin bisa membuat mereka berhasil menjebak ustadz Ghazali dan dengan begitu dia bisa mendapatkan Shazia kembali, tapi Marvin tidak suka melihat orang yang tidak salah harus menanggung perbuatan orang lain. apalagi harus bertanggung jawab dengan wanita yang sudah di sentuh oleh Derrel karena Marvin tau seperti apa Derrel, Derrel tidak akan hanya melakukan satu kali tapi Derrel akan terus memanfaatkan ustadzah Dila untuk memuaskan fantasinya walaupun ustadzah Dila menikah dengan ustadz Ghazali. dan Derrel sangat pandai memanfaatkan keadaan


"sebaiknya aku tinggalkan di sini saja, pasti mereka tidak akan bisa menemukannya". ucap Marvin dan sebelum pergi Marvin membenarkan pakaian ustadz Ghazali


"sejak tadi aku tidak melihat Zia, ada di mana dia, aku harus menemuinya sebelum ustadz itu sadar". ucap Marvin dan bertanya kepada beberapa santri


setelah lampu menyala mereka berdua terkejut saat tidak menyadari keberadaan ustadz Ghazali


"kemana ustadz Ghazali". ucap ustadzah Dila dengan panik


"a apa ada yang tau rencana kita". tanya ustadz Dila dengan gugup dan tiba tiba rasa takut menghantuinya


Derrel tidak menanggapi ucapan ustadzah Dila dan memikirkan siapa yang telah membawa ustadz Ghazali pergi, tidak mungkin ustadz Ghazali jalan sendiri karena efek bius itu sangat besar


"Derrel". ucap ustadzah Dila yang masih duduk


"cepat pakai pakaian mu dan kita harus segera keluar dari sini sebelum ada orang yang melihat". ucap Derrel dengan dingin

__ADS_1


"tapi bagaimana dengan ku jika rencana ini tidak berhasil, apa yang aku lakukan tadi sia sia". ucap ustadzah Dila


"Diam dan segera pakai bajumu, masih ada cara lain untuk mendapatkannya". bentak Derrel dan meninggalkan ustadzah Dila


sedangkan ustadzah ayok mendengar bentakan Derrel , dengan tangan gemetar ustadzah Dila memakai bajunya. air matanya mengalir saat melihat bercak merah di lantai. dengan langkah gontai ustadzah Dila kembali ke kamarnya


"hiks hiks apa yang telah aku lakukan". ucap ustadzah Dila


Abah dan ummah berjalan menuju ndalem setelah acara Harlah Pesantren selesai. umma menghentikan langkahnya


"Abah itu siapa". tanya Ummah dan Abah mengikuti arah yang di tunjuk oleh ummah


Abah dan Ummah mengahampiri orang yang tergeletak di bawah pohon


"astaghfirullah Ghazali". ucap Ummah


Abah memanggil santri yang kebetulan lewat dan meminta bantuan untuk membawa ustadz Ghazali ke ndalem, sesampai di ndalem ustadz Ghazali di rebahkan di ranjang ruang tamu


Abah mengoleskan minyak di hidung Ghazali, secara perlahan Ghazali membuka matanya dan melihat Abah yang ada di sampingnya


"Abah ini di mana". ucap Ghazali dan duduk sambil memijat kepala yang masih terasa pusing


"ada di Ndalem". jawab Abah


"tadi Abah menemukan mu di bawah pohon". sambung Abah


"apa yang terjadi". tanya Abah


"tadi ada seseorang yang menyuntikkan sesuatu pada Ghazali Abah". jawab Ghazali dan tidak mencerminkan bahwa ustadzah Dila yang melakukan karena dia baik baik saja


"istriku, Abah Shazia dalam bahaya". ucap Ghazali


Ghazali menceritakan bahwa dia tidak menemukan keberadaan istrinya di pesantren lalu di mencari ke ruang penyimpanan makanan dan menemukan darah di ujung meja


"Ghazali tenang , kita pasti bisa menemukan istri mu". ucap Abah


"aku takut terjadi yang sesuatu padanya". ucap Ghazali


"tenang ini pasti perbuatan ayahnya dan tidak mungkin ayahnya akan melukai putrinya". ucap Abah


"Abah, Lucas bisa melakukan apapun pada putrinya karena apa yang di Lucas membuat Shazia trauma sampai saat ini, apalagi ini Shazia belum menyelesaikan tugasnya dan malah menikah pasti Lucas akan berbuat sesuatu pada Shazia ". ucap Ghazali


"Kita akan menemukan Shazia secepatnya mungkin ". ucap Abah dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.

__ADS_1


__ADS_2