
Derrel yang sudah sampai di depan markas Black Sky segera masuk, semua orang yang ada disana langsung menunduk saat melihat tuan muda Derrel. Derrel langsung masuk ke dalam ruangan sang ayah.
"apa yang kamu dapatkan". tanya Lucas pada putranya
"aku menemukan sebuah foto dan sepertinya orang itu memiliki keluarga tapi di foto ini wajah istrinya dan juga anaknya tidak terlihat dengan jelas". jawab Derrel dan meletakan foto itu di depan ayahnya
Lucas mengambil foto tersebut dan mengamati foto yang lama itu
"aku belum bisa menemukan dimana alamat yang baru tempat dia tinggal dan aku sudah mendatangi alamat yang Zia temukan dan rumah itu sudah tidak di tempati". sambung Derrel
"lalu bagaimana dengan adikmu". tanya Lucas
"semenjak Zia kembali ke pesantren, sangat sulit untuk menemui karena ustadz itu selalu ada di samping Zia, aku melihat bahwa Zia sangat nyaman ayah". jawab Derrel
"sebisa mungkin bawa adikmu kembali, jangan sampai ada nyawa yang tumbuh di rahim adiknya, karena itu bisa mengancam kita apalagi anak itu pasti akan mendapatkan pendidikan agama dari ayahnya". ucap Lucas
"ayah jika sampai itu terjadi kita bisa membawa anak Zia dan mendidiknya untuk jadi penerus Black Sky". ucap Derrel
"tidak bisa Derrel walaupun kita bisa menjadikan dia mafia tapi di dalam dirinya ada darah yang mengalir dari orang yang baik dan tidak menyukai dunia Hitam dan sebab itu bisa menghancurkan Black Sky". ucap Derrel
"baik ayah aku akan segera membawanya kembali ". jawab Derrel
setelah berbincang dengan ayahnya Derrel memutuskan untuk datang ke clubnya untuk mengecek kondisinya.
"maaf tuan Lira berhasil kabur dari sini tuan". ucap anaknya
"kenapa bisa kabur ". tanya Derrel sambil mengepalkan tangannya
padahal tujuan datang kemari untuk menghabiskan waktu bersamanya dan semenjak dia yang mengambil kehormatan Lira , Derrel menjadi wanita itu sebagai ****** pribadinya walaupun harus penuh dengan tangis dari gadis tersebut
"maaf tuan kami teledor, kami akan segera mencarinya ".
"tidak perlu, segera persiapkan untuk acara pelelangan, ada berapa hari ini ". tanya Derrel
"lima tuan, dua masih perawan dan tiga sudah tidak perawan ".
__ADS_1
"pastikan malam ini dapat keuntungan yang sangat besar ". ucap Derrel dan mereka menanggukan kepalanya
Derrel masuk ke dalam ruangan lalu meminum minuman alkohol sebelum kembali ke pesantren.
sedangkan di pesantren ustadzah Dila sedang termenung di dalam kamarnya dan memikirkan ucapan dari Derrel kemarin
"aku menang mencintai ustadz Ghazali dan ingin memilikinya, tapi apa harus mengunakan cara itu agar aku bisa bersama ustadz Ghazali". ucap ustadzah Dila sambil menatap langit langit kamar
"tapi jika tidak mengunakan cara tersebut maka aku tidak bisa bersamanya apalagi ustadz Ghazali begitu perhatian pada Shazia". sambung Ustadzah Dila
tok
tok
tok
ketukan pintu membuat ustadzah Dila berhenti dari melamunnya. ustadzah Dila segera berjalan menuju pintu dan membukanya
"assalamualaikum Ustadzah ". ucap santri putri
"ini Ustadzah mengantarkan pesanan ustadzah ". jawabnya
"maaf ustadzah lupa jika tadi memesan makanan ". ucap ustadzah Dila
ustadzah Dila mengambil makanan tersebut dan tidak lupa membayarnya. kedua santri itu pamit pergi tapi sebelum ustadzah Dila menutup pintunya dia mendengar percakapan dua santri tersebut
"kamu tau tidak aku tadi tidak sengaja lewat depan tempat tinggal ustadz Ghazali dan kamu tau apa yang aku lihat ". ucapnya
"apa emang yang kamu lihat ". tanya temannya
"aku melihat ustadz Ghazali membenarkan jilbab istrinya dan itu sangat romantis sekali, aku jadi iri dengan Shazia yang bisa menikah dengan ustadz Ghazali padahal dulunya dia sering di hukum dengan ustadz Ghazali eh sekarang malah jadi istrinya ". ucapnya
"nama juga jodoh, tidak perlu iri dan itu sudah takdirnya Shazia ".
brak
__ADS_1
ustadzah Dila tidak sanggup mendengarkan percakapan dua santri itu. ustadzah Dila meletakkan makanannya dengan kasar
"baiklah aku akan menggunakan cara itu dan setelah itu bisa memiliki ustadz Ghazali ". ucap ustadzah Dila
hatinya sudah di butakan oleh cinta sehingga membuat ustadzah Dila berbanding terbalik dengan sifatnya yang dulu.
ustadzah Dila melebarkan matanya saat melihat jam hampir menunjukkan pukul enam sore
"astaghfirullah aku lupa tidak sholat dhuhur dan ashar". pekik ustadzah Dila dan dia mengusap istighfar karena kelainan
ustadzah Dila langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena sebentar lagi adzan Maghrib.
"ya Allah maafkan hamba mu ini yang telah lalai". ucap ustadzah yang keluar dari kamar mandi dan saat itu bertepatan dengan adzan magrib
ustadzah Dila segera memakai bajunya dan berjalan menuju masjid. senyum ustadzah Dila mengembang saat mobil ustadz Ghazali berjalan sendirian. ustadzah Dila berjalan dengan cepat menyusul ustadz Ghazali ketika berada di belakang ustadz Ghazali dan ustadzah Dila mengulurkan tangannya
"auw". ringis ustadzah Dila ketika tangan di tepis oleh Shazia
ustadz Ghazali membalikkan badannya dan melihat istrinya dan juga ustadzah Dila
"ustadz lihat tiba tiba dia memukul tangan ku". ucap ustadzah Dila sambil menunjukan punggung tangannya yang memerah
"ustadzah Dila ingin memang mu ustadz, aku mencegahnya karena ustadz sudah berwudhu dan ustadz pernah bilang jika laki laki dan perempuan bersentuhan maka bisa membatalkan wudhu". ucap Shazia lalu berjalan meninggalkan suaminya dan juga ustadzah Dila
"ustadzah adalah seorang Ustadzah seharusnya tau itu kenapa mau melakukan tindakan itu bahkan haram hukumnya bagi kita untuk saling bersentuhan ". ucap ustadz Ghazali dengan dingin
"dia bohong ustadz ". elak Ustadzah Dila
ustadz Ghazali berjalan meninggalkan ustadzah Dila karena dia sana tinggal mereka berdua dan itu tidak baik. ustadzah Dila berjalan masuk ke dalam masjid saat sampai di dalam masjid ustadzah Dila menatap Shazia dengan tajam tapi Shazia mengabaikannya
💙💙💙💙
Hay aku menemukan novel yang sangat memukau dan wajib untuk di baca, cuss langsung ketik dengan judul "Hasrat Tuan Muda Arogant" karya "Morata"
__ADS_1