
Shazia yang berada di brangkar benar benar merasa gelisah karena Shazia tau mendatang ayahnya adalah sama saja mengantarkan nyawa. Shazia turun dari brangkar dan menghampiri kedua putranya yang sedang tertidur dengan pulas.
"Rayyan, Reyhan do'akan Abi pulang dengan selamat". ucap Shazia dan mengusap pipi putranya
Shazia memandangi kedua putranya dengan mata yang berkaca-kaca karena memikirkan jalan hidupnya yang begitu sulit untuk di laluinya.
"nak mama ke musholla dulu, mau sholat dhuhur dan ingat pesan suamimu jangan kemana mana cukup jaga Reyhan dan Rayyan". ucap Khadijah dan Shazia menganggukkan kepalanya
Khadijah keluar dari ruang rawat Shazia dan menuju musholla yang ada di rumah sakit. sesampainya di musholla Khadijah langsung melaksanakan sholat.
"ya Allah hamba hanya manusia biasa yang tidak luput dari dosa tapi hamba mohon jangan pisahkan aku dengan putraku dan jangan pisahkan putraku dengan anak anaknya dan juga istrinya, jangan engkau ambil putranya seperti engkau mengambil mas Ibrahim yang Allah". Do'a Khadijah
"selamatkan putra hamba Ghazali Ibrahim dan permudahkan jalannya melakukan tugasnya untuk kebaikan ya Allah". sambung Khadijah
cukup lama Khadijah berdo'a dan berdiam di dalam masjid.
sedangkan Shazia yang berada di ruang rawat mengedong Reyhan lalu berjalan menuju brangkar secara perlahan. Shazia menepuk nepuk pantat putranya agar berhenti menangis
"anak Umi lapar ya". ucap Shazia dan mengarahkan putranya untuk meminum sumber kehidupannya
Shazia bersyukur anak anak tidak rewel secara bersamaan. Reyhan kembali tenang setelah merasa kenyang. Shazia menyenderkan badannya di ranjang dan membiarkan Reyhan ada di pangkuannya.
oek
oek
oek
Rayyan menangis begitu kencang bahkan Reyhan juga ikut menangis karena terkejut dengan tangisan Rayyan.
"nona duduk saja di sana, biar saya ambilkan baby nya". ucap salah satu bodyguard perempuan
Shazia menyerahkan Reyhan yang sudah kembali dengan tenang pada Malika untuk di letakan di boxnya dan Shazia mengambil Rayyan dari gendongan Naira.
Rayyan menangis dia sedang pup dan tidak merasa nyaman. Shazia segera mengganti pakaian bawah Rayyan
"anak Umi pup nya dan tidak merasa nyaman hmmm". ucap Shazia dan menoel pipi Rayyan
"sudah selesai jadi jangan menangis lagi, anak pintar". ucap Shazia
Ghazali melangkahkan kakinya memasuki markas Lucas sedangkan Lucas menatap Ghazali yang berjalan begitu santai menghampirinya
__ADS_1
"kenapa suaminya yang datang bukan Zia". ucap Derrel dalam hati
"ternyata sedang kedatangan tamu". ucap Lucas
"untuk apa kamu datang kemari, mau mengantarkan nyawa dan berani beraninya datang sendiri sedangkan kamu tidak bisa apa apa". ucap Derrel dan terkekeh
"yang kita tunggu adalah kedatangan adikku jadi kembalilah dan suruh Zia datang kemari dengan begitu hidupmu dan anakmu akan aman". sambung Derrel
"aku datang kemari dengan baik dan meminta kalian jangan untuk menganggu istriku , dan terutama anda tuan Lucas, Shazia itu putrimu sendiri putri kandung tapi perlakukan mu terhadap seperti bukan putri mu sendiri, anda memperlakukannya seperti budak ". ucap Ghazali
"jangan mengajari ku bagaimana cara mendidik putriku dan gara gara kamu putri berubah dan aku kehilangan satu kekuatan untuk membuat agar tetap kuat di dunia Mafia ". ucap Lucas
"aku mendidiknya untuk menjadi penguat di Black Sky". sambung Lucas
"tapi bagus kehadiran mu kesini dengan begitu aku bisa melenyapkan mu dan begitu aku bisa mengambil putri ku kembali, dan setelah itu melengkapkan kedua putramu itu agar putriku bisa fokus kembali". Ucap Lucas
Ghazali melihat ke sekeliling dan ternyata anak buah Lucas sudah berkumpul.
"hey kalian tidak perlu beramai ramai seperti ini untuk melengkapkan hama kecil sepertinya yang tidak bisa apa apa". ucap Derrel
"biar aku saja ". sambung Derrel dan berjalan mendekat ke arah Ghazali
Ghazali mencengkram pergelangan tangan Derrel yang akan memukulnya dan Derrel sedikit kesakitan ketika Ghazali mencengkram begitu kuat
bugh
bugh
bugh
Ghazali dan Derrel terlibat perkelahian. Derrel terus saja menyerang Ghazali sedangkan Ghazali selalu bisa menangkis serangan Derrel
brak
Derrel meringis ketika punggungnya terkena meja akibat tendangan dari Ghazali, bukan hanya punggungnya yang terasa sakit tapi dadanya juga terasa sesak akibat tendangan Ghazali
uhuk
uhuk
uhuk
__ADS_1
Derrel terbatuk karena dadanya benar benar terasa sesak. Derrel mengepalkan tangannya karena merasa malu pada anak buahnya, apalagi dia langsung terjatuh karena sekali tendangan
"tuan Luca saya datang secara baik baik yang pertama saya minta jangan menganggu istriku dan yang kedua saya minta kembalikan kalung itu padaku dan dengan begitu black Sky masih bisa berdiri". ucap Ghazali
"ini kalung ku , siapa kamu berani memintanya". ucap Lucas
"tidak perlu saya jelaskan saya pernah mengalahkan anda dengan tangan kosong di pulau hitam begitu juga saya pernah mengalahkan putramu di clubnya sendiri ". ucap Ghazali
"kamu orang bertopeng itu ". ucap Derrel
"siapa kamu kenapa kamu bisa memiliki kalung ini". tanya Lucas
"Ghazali Ibrahim putra dari Ibrahim, orang yang ada bunuh dua puluh tahun yang lalu". ucap Ghazali
sebenarnya tidak ada dendam di hati Ghazali atas kematian ayahnya dan Ghazali bisa saja membalaskan dendam tersebut tapi dia tidak ingin mengotori hatinya dengan menyimpan dendam.
"bagus dengan begitu aku bisa membunuh mu dan dengan begitu tinggi akan ada orang yang mengambil kalung ini, kamu tau anggota di sini banyak dan kamu datang sendirian tanpa senjata aku yakin tidak akan bisa mengalahkan anak buahku". ucap Lucas dengan sombong dan duduk di kursinya
Lucas memberikan isyarat pada anak buahnya untuk menghajar Ghazali dan anak buah Lucas sudah mengelilingi Ghazali.
bugh
bugh
bugh
dor
Ghazali memegang lengangnya yang terkena tembakan dan kini semua anak buah Lucas menodong pistol
"hahahaha ". tawa Lucas menggelegar
"lihat, sekarang kamu tidak bisa berkutik lagi". ucap Lucas
sedangkan Ghazali masih begitu tenang Walaupun semua pistol mengarah padanya.
"ayah mertua, kesombongan yang ayah tunjukkan akan membuat ayah jatuh". ucap Ghazali
"hahahaha tidak akan ada yang bisa mengalahkan ku". ucap Lucas
"dengan satu jentikan jari semua peluru bisa menembus tubuhmu dan salah satunya jatuh mu yang akan membuat mu langsung menghembuskan nafasnya terakhir". ucap Lucas
__ADS_1
"kamu tau ayahmu saja bisa aku kalahkan apalagi anaknya, ayah mu yang bodoh itu dengan mudah percaya bahwa aku sudah tidak ada di dunia Mafia dan begitu dengan percaya dirinya menerima ajakan ku untuk bertemu dan aku berhasil membunuh tapi sayang malam itu ayahmu tidak membawa kalung ini tapi sekarang kalung ini sudah menjadi milikku". ucap Lucas
"empat bulan aku memiliki kalung ini dan aku sudah berhasil menaklukkan semua klan Mafia dan mereka semua menjadi anak buahku dan tunduk padaku ". sambung Lucas