Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Pernikahan


__ADS_3

setelah mendapatkan kabar mengenai putranya tepat jam sembilan malam Khodijah sudah sampai di pesantren An-Nur dan langsung menuju ke klinik pesantren. saat membuka pintu Khadijah melihat putranya yang sedang berbaring telungkup. Ghazali membuka matanya saat merasakan seseorang mengusap kepala, Ghazali terseyum saat melihat sang ibu dan Ghazali langsung duduk dan tidak lupa mencium punggung tangan putranya


"apa sakit". tanya Khadijah


"tidak ibu". jawab Ghazali tersenyum


"ibu yakin bahwa putra ibu tidak akan melakukan perbuatan itu". ucap Khadijah


"maafkan Ghazali jika membuat ibu kecewa". ucap Ghazali


"Amer tidak sama sekali membuat ibu kecewa". ucap Khadijah


"sekarang istirahatlah ibu mau menemui Hamzah dan Aisyah". ucap Khadijah


sedangkan di ndalem


tok


tok


"Shazia buka ini aku Marvin ". ucap Marvin


Shazia yang sedang terbaring di ranjang langsung turun dan menuju ke jendela dan membukanya


"Marvin apa yang kamu lakukan di sini". tanya Shazia


"Zia ayo pergi dari sini aku tidak rela kamu menikah dengan orang lain ". ucap Marvin memang tangan Shazia


"Zia ayo, aku janji akan membantu menyelesaikan tugas mu dan aku yang akan menghadapi kemarahan ayahmu, aku tidak ingin kamu menikah dengan orang lain, ayo please ". ucap Marvin


Shazia melangkahkan kakinya dan Marvin memegangi pinggang Shazia untuk membantunya turun, tapi saat mendengar suara pintu yang akan terbuka Shazia langsung kembali masuk dan mendorong Marvin


"Shazia apa yang kamu lakukan ". tanya umi


"Shazia sedang mencari udara segar ". jawab Shazia


Shazia menatap perempuan yang ada di samping umi dan tangan mengisyaratkan agar Marvin segera pergi dari sana.

__ADS_1


"Shazia perkenalan ini ibu nya ustadz Ghazali dan Khadijah ini Shazia yang akan menikah dengan Putramu". ucap Umi


"Aisyah bisa tinggalkan kamu berdua, aku ingin bicara dengannya". ucap Khadijah


"baiklah, aku keluar dulu". ucap Aisyah


setelah Aisyah keluar Khadijah mendekati Shazia lalu mengusap pipi gadis itu sedangkan Shazia merasa bingung dengan sikap ibunya ustadz Ghazali


"kenapa kamu memfitnah putra ku". tanya Khadijah


"aku tidak memfitnahnya". Jawab Shazia


"aku ibunya dan aku yang mendidiknya jadi aku tau betul seperti apa sifatnya dan sikapnya, jadi putraku tidak mungkin melakukan perbuatan dosa". ucap Khadijah sambil tersenyum


"aku tidak tau apa yang di lakukan putraku sehingga membuat mu memfitnahnya tapi aku harap setelah kamu menikah dengan putraku maka jadilah istri yang baik untuknya". sambung Khadijah


Khadijah menggeser tubuh Shazia lalu menutup jendela dan setelah jendela tertutup dengan rapat Khadijah berjalan menuju ranjang kemudian duduk di sana


"istirahatlah karena besok kamu akan menikah ". ucap Khadijah lalu membaringkan tubuhnya dan menarik selimut


Shazia melihat ke arah keluar dan Marvin sudah tidak ada di sana, dengan langkah pelan Shazia berjalan menuju ranjang lalu membaringkan tubuhnya


Marvin berjalan menuju asrama dengan perasaan kecewa, sesampainya di asrama Marvin tidak bisa tidur dan memikirkan bagaimana caranya membuat pernikahan itu gagal


"apa aku culik saja ustadz Ghazali dan dengan begitu pernikahannya pasti akan gagal, ya nanti tengah malam aku harus melakukan itu ". ucap Marvin dengan tersenyum


keesokan paginya Marvin ataupun ustazah Dila menahan amarahnya saat tidak bisa menggagalkan pernikahan ustadz Ghazali dan Shazia


"Saya nikahan engkau ananda Ghazali Ibrahim bin Ibrahim dengan Shazia Queennisaa binti Lucas dengan mas kawin uang dua juta rupiah dan emas lima gram di bayar tunai"


"Saya terima nikahnya Shazia Queennisaa binti Lucas dengan mas Kawin dua juta rupiah dan emas lima gram di bayar tunai"


deg


Shazia diam mematung saat nama ayah di sebut oleh Abah dan detak jantung Shazia berjalan begitu cepat. dalam pikirin Shazia apa selama ini Abah tau tentang dirinya jika benar berarti penyamaran sia sia saja.


"darimana Abah tau nama ayahku bukannya selama ini aku sangat hati hati dalam bertindak ". ucap Shazia sambil meremas tangannya dan sebelum belum pernah segugup ini

__ADS_1


Shazia terkejut saat sebuah benda kenyal mendarat di dahi dan saat itu Shazia diam mematung dengan apa yang terjadi yaitu ustadz Ghazali sedang mencium kening lalu meletakkan telapak tangannya di ubun ubun Shazia dan membaca do'a


sedangkan di sudut ruangan Marvin dan ustadzah Dila mengepalkan tangannya saat melihat pemandangan yang ada di depannya.


jantung Shazia berhenti berdetak saat dia dan ustadz Ghazali saling tatap. ustadz Ghazali mengambil jari Shazia dan menyematkan cincin turun temurun dari keluarganya, Shazia menatap cincin tersebut dan ada perasaan yang tidak bisa di jelaskan saat menatap cincin tersebut


"nak sekarang kamu sudah menjadi seorang suami dan bimbinglah istrimu sehingga kalian bisa berada di jalan kebenaran, terlepas dari fitnah yang dia lontarkan bagaimana pun sekarang dia istrimu jadi tugasmu untuk membimbingnya". ucap Khadijah memberikan nasehat pada putranya


"iya ibu". jawab ustadz Ghazali


setelah pernikahan di laksanakan ustadz Ghazali langsung membawa Shazia pulang ke rumahnya karena akan di adakan syukuran atas pernikahannya. di dalam mobil baik ustadz Ghazali ataupun Shazia hanya diam saja. Saja menatap ke sekeliling saat mobil memasuki sebuah desa dan Shazia menurunkan kaca mobil lalu menghirup udara segar. mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan sebuah rumah sederhana.


saat turun dari mobil Shazia menatap rumah panggung yang ada di depannya.



Khadijah mengandeng menantunya dan membawanya masuk ke dalam rumah sedangkan ustadz Ghazali membawa barang barang milik Shazia karena mereka akan tinggal di sana selama satu minggu sebelum kembali ke pesantren.


"menantumu cantik mbak". ucap Tiara adik Khadijah


"Ghazali tante tidak menyangka kamu bisa memilih gadis secantik ini dan pantas saja selalu menolak saat di jodohkan dengan gadis yang ada di desa ini". goda tiara


"siapa namamu". tanya Tiara


"Shazia". jawab Shazia


selain Khadijah tidak ada yang tau apa penyebab ustadz Ghazali menikah karena Khadijah mengatakan pada keluarganya bahwa Ghazali sudah menemukan pendamping hidup yang cocok dan saat mereka ingin ikut menghadiri pernikahan Ghazali, Khadijah melarangnya dan mengatakan akan membawa menantunya pulang.


"Ghazali bahwa istrimu masuk ke dalam kamar agar bisa beristirahat". ucap Khadijah


"iya Bu". jawab Ustadzah Ghazali


Shazia mengikuti langkah ustadz Ghazali yang memasuki sebuah kamar saat sampai di kamar ustadz Ghazali langsung membuka jendela agar udara segera langsung masuk karena kamarnya sudah lama tidak di tempati


💙💙💙


Hay aku menemukan sebuah novel yang sangat menarik dan tentu bagus untuk di baca sambil menunggu cerita ini update. cuss langsung cari karya "Dhevy Yuliana" dengan Judul Karya "(Bukan ) Anak Di Luar Nikah"

__ADS_1



__ADS_2