Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Cafe


__ADS_3

keesokan harinya Ghazali dan Shazia sudah berada di sebuah cafe untuk bertemu dengan seseorang. Ghazali sejak tadi hanya memperhatikan istrinya yang sedang asik makan roti panggang yang dia buat sebelum berangkat ke cafe.Ghazali tersenyum saat seseorang memasuki cafe dan menghampiri mereka.


"assalamualaikum" ucap orang tersebut


"waalaikumussalam om tante". jawab Ghazali dan mencium punggung tangan orang itu lalu menangkupkan kedua tangannya pada seorang wanita yang ada di sampingnya


" bagaimana kabar mu Ghazali". tanya ustadz Ilham


"Alhamdulillah kabar Ghazali baik om". jawab Ghazali


"hmmm tidak ingin mengenal wanita yang adu di samping mu pada kami". ucap Sintia


"om tante ini istri Ghazali namanya Shazia dan dek ini om Ilham dan Tante Sintia". ucap ,


"ha Hay om tante ". ucap Shazia dengan gugup


"Santai saja tidak perlu gugup ". ucap Sintia


"kamu menikah tidak memberi kabar pada om dan Tante ". ucap ustadz Ilham


"maaf om". ucap Ghazali


"bagaimana dengan usaha mu Ghazali ". tanya ustadz Ilham


"Alhamdulillah usaha Ghazali lancar dan Ghazali juga sangat berterima kasih sama om yang memberikan saran untuk membuat usaha pakaian muslim walaupun perusahaan om memproduksi pakaian muslim juga ". ucap Ghazali

__ADS_1


dulu saat masih duduk di bangku sekolah Ghazali yang berteman dengan Ari tapi mereka harus terpisah saat Ari melanjutkan pendidikannya ke Kairo. Dulu setalah pulang sekolah Ghazali berkeliling menjual pakaian dari perusahaan Al-Jannah milik ustadz Ilham hingga akhirnya waktu usia sudah dewasa dan dia memiliki cukup modal untuk membuat usaha, ustadz Ilham menyarankan untuk membuka toko menjual pakaian muslim, toko pertama yang dia bangun awal menjual pakaian muslim brand milik ustadz Ilham.


tapi setalah hampir satu tahun ustadz Ilham menyarankan pada Ghazali untuk membuat brand pakaian muslim sendiri, awalnya Ghazali menolak karena tidak ingin bersaing pada ustadz Ilham yang sudah baik padanya tapi ustadz Ilham menyanyikan pada Ghazali bahwa rezeki tidak akan tertukar dan itu terbukti sampai saat ini perusahaan Al-Jannah masih menduduki ranking satu dalam penjualan pakaian muslim ataupun penjualan bahan untuk membuat pakaian muslim bukannya hanya di Indonesia tapi perusahaan Al-Jannah juga menduduki perusahaan tersebut no satu di dunia di bidang pakaian.


"om hanya membantu dan mengajarkan mu bagaimana caranya berbisnis dan om senang kamu bisa sukses". ucap ustadz Ilham


"om Ghazali butuh beberapa bahan kain untuk membuat baju karena stok kainnya sudah habis dan seperti biasa om Ghazali ingin bahan kain yang terbaik ". ucap Ghazali


"tenang saja nanti om suruh untuk mengantarkan bahan kainnya ke toko mu". ucap ustadz Ilham


" Apa Ari masih di Kairo om tante". tanya Ghazali


"sudah pulang tadi ingin ikut kemari hanya saja Ehsan dan Eshal melarangnya untuk ikut ". jawab Sintia Karena setiap kakaknya pulang pasti si kembar akan membuat Ari kelimpungan karena pasti si Kembar akan mengikuti kemanapun dia pergi


"dek Kenapa ". tanya Ghazali


"sa sakit mas". ucap Shazia dan sambil meringis


"argh". ringis Shazia


"bawa ke rumah sakit saja Ghazali ". ucap ustadz Ilham


tanpa banyak bicara Ghazali langsung menggendongnya istrinya dan masuk ke dalam mobil. ustadz Ilham yang mengendarai mobilnya. sedangkan di bagian tengah Sintia, Shazia dan Ghazali berada. Ghazali mengusap usap perut istrinya dan berdo'a semoga semuanya baik baik saja


"hiks hiks sakit banget mas". ucap Shazia

__ADS_1


Sintia mengusap lengan Shazia untuk menenangkannya dan ingatan berputar saat dulu dia pernah mengalami hal yang sama.


"dek bangun". ucap Ghazali dan menepuk nepuk pipi istrinya


"dek bangun jangan buat mas takut". ucap Ghazali


"mas buruan mengendarai mobilnya". ucap Sintia


mobilnya yang mereka tumpangi berhenti di halaman rumah sakit dan Ghazali langsung mengedong istrinya masuk ke rumah sakit. beberapa perawat membawa Shazia ke dalam ruangan dan dokter langsung memberikan penanganan pada Shazia. di depan ruangan Ghazali terus saja berdo'a


dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan mereka dan tangan yang saling meremas


"sebenarnya cairan apa itu sehingga membuatnya masuk rumah sakit". ucap seseorang orang itu lalu pergi dari rumah sakit tersebut


"semua pasti baik baik saja". ucap ustadz Ilham


"aku takut terjadi sesuatu dengan istriku dan kandungnya om". ucap Ghazali


"Ghazali berdo'alah agar mereka baik baik saja dan Allah tidak akan memberikan ujian pada hambanya melebihi batas kemampuannya ". ucap ustadz Ilham


Sintia membisikkan sesuatu pada suaminya dan ustadz Ilham menganggukkan kepalanya dengan apa yang di katakan oleh istrinya


💙💙💙💙


Ya sudah baca "Cahaya Dalam Kegelapan ( Sebuah Ketulusan) " pasti tau siapa ustadz Ilham dan Sintia. yang belum baca cus langsung baca karena sudah tamat, klik saja profil ku lalu cari novelnya

__ADS_1


__ADS_2