
Jam 01.00 dini hari Shazia terbangun dan membunuhku pipi suaminya.
"Mas bangun". ucap Shazia sambil memijat hidup suaminya .
"Mas bangun" ucap Shazia .
Ghazali yang mendengar suara Shazia langsung mengucapkan matanya lalu menghadap ke istrinya dan mengelus pipi Shazia.
"Ada apa sayang" ucap Ghazali suara bangun tidur.
"lapar". ucap Shazia
Ghazali melihat ke jam yang ada di dinding yang menunjukkan pukul satu dini hari.
"anak Abi lapar hmm". ucap Ghazali dan mengusap perut Shazia
"mau makan apa". tanya Ghazali
"ingin makan mie yang pedas ". jawab Shazia
"tidak , boleh makan yang lain ya". ucap Ghazali dan mengusap pipi istrinya
"tidak mau, maunya itu ". ucap Shazia dengan mata yang sudah berkaca kaca
"baiklah tapi ada syaratnya ". ucap Ghazali
"apa". ucap Shazia
"boleh makan mienya tapi setelah makan nasi dan sayur, bagaimana ". ucap Ghazali dan Shazia menanggukan kepalanya
Ghazali turun dari ranjang dan Shazia merentangkan tangannya. Ghazali langsung mengendong Shazia ke dapur. Ghazali membuka kulkas dan menemukan sayur Pokcoy dan ayam. Ghazali langsung mengolahnya. setelah dua puluh menit Ghazali meletakan piring yang sudah berisi nasi dan sayuran.
Shazia melihat makanan di depan yang begitu enak menurutnya langsung melahapnya. Shazia tidak meragukan kemampuan suaminya dalam memasak. menurut Shazia suaminya adalah paket komplit Katena bisa dalam segala hal. Ghazali tersenyum saat melihat istrinya makan dengan lahap
"Alhamdulillah sudah habis makannya, kalau begitu mas buatkan mienya". ucap Ghazali
"tidak usah mas". ucap Shazia
__ADS_1
"kenapa". tanya Ghazali
"sudah kenyang mas". jawab Shazia lalu mengusap perutnya
Ghazali tersenyum saat istrinya tidak jadi memakan mie. syarat yang dia ajukan adalah untuk membuat Shazia lebih Kenyang dulu. menurut Ghazali mie adalah makanan yang tidak sehat jadi sebisa mungkin Ghazali ingin istrinya dan anaknya makan makanan yang sehat.
setelah selesai makan Ghazali mengajak Shazia untuk sholat tahajud.
"dulu sholat seperti sangat berat aku lakukan tapi sekarang sangat mudah dan jika tidak sholat rasanya ada yang kurang". ucap Shazia setelah selesai melaksanakan sholat
Shazia menguap karena merasakan kantuk yang datang dan jam masih menunjukkan setengah empat
"sayang tidurlah jika mengantuk, nanti mas bangunkan jika sudah waktunya sholat subuh". ucap Ghazali dan mengusap kepala Shazia yang masih tertutup mukenah
Shazia naik keatas ranjang dengan masih mengunakan mukenah yang lengkap lalu memejamkan matanya sedangkan Ghazali lebih memilih untuk membaca Alqur'an sambil menunggu adzan subuh.
di sebuah kamar asrama Marvin melihat fotonya bersama Shazia, Marvin mengusap foto itu dengan hati yang miris. Marvin memasukkan pakaian ke dalam tas.
"Marvin kenapa semua pakaian mu kamu masukkan ke dalam tas". tanya Indra
"kamu memasukkan semuanya apa tidak akan kembali lagi". tanya Indra dan Marvin mengelengkan kepalanya
setelah mendengar ucapan Shazia waktu itu Marvin memutuskan untuk meninggalkan pesantren karena hatinya tidak sanggup melihat perempuan yang sangat dia cintai bahagia bersama orang lain.
"inikan istrinya ustadz Ghazali". ucap Indra saat melihat fotonya yang Marin pegang tadi
"tidak usah lancang". ucap Marvin dan mengambil foto tersebut
"Marvin kamu ada hubungan apa dengan istrinya ustadz Ghazali apalagi disana tidak memakai hijab ". tanya Indra
"bukan urusanmu ". jawab Marvin
setelah semuanya pakaian di masukkan ke dalam tas, Marvin langsung keluar dari kamar asrama lalu meninggalkan pesantren.
jam tujuh pagi Ghazali sudah bersiap untuk berangkat mengajar. Shazia mengancingkan baju Koko suaminya dan Ghazali mendaratkan kecupan di kening Shazia. Ghazali mensejajarkan wajah pada perut Shazia
"assalamualaikum anak anak Abi, Abi berangkat dulu ya, jangan nakal". ucap Ghazali
__ADS_1
dug
dug
"aktif sekali kalian hmmm". ucap Ghazali
"mas berangkat dulu, assalamualaikum". ucap Ghazali
"waalaikumussalam mas". ucap Shazia
setelah Ghazali berangkat mengajar Shazia berjalan ke halaman belakang untuk mengeluarkan pakaian yang sudah di cuci kemarin sore.
"cuacanya cukup cerah jadi tidak butuh waktu lama agar pakaian ini kering". ucap Shazia
setelah selesai menjemur pakaian Shazia duduk di teras belakang dan mengusap perutnya
"terima kasih sudah menjadi anak anak yang kuat". ucap Shazia
"mas mu sudah berangkat nak". tanya Khadijah
"sudah ma, ada apa". tanya Shazia
"tidak ada apa, mama hanya ada urusan sedikit sama mas mu". ucap Khadijah lalu duduk di samping Shazia
"apa mereka sering rewel". tanya Khadijah dan mengusap perut menantunya
"sedikit, palingan setiap malam mereka membuat ku lapar ma". jawab Shazia
dua wanita beda generasi tersebut sedang menikmati cuaca pagi dengan obrolan seputar kehamilan dan Shazia dengan antusias mendengarkan mertuanya memberinya sebuah nasehat.
Shazia masuk ke dalam kamar dan membuka lemari untuk memasukkan pakaian yang baru saja di antar oleh pihak laundry.
brugh
sebuah kotak terjatuh ketika Shazia menarik pakaian suaminya yang berada di lemari paling atas. Shazia mengambil kotak yang terjatuh dengan posisi tengkurap.
"kalung itu ". ucap Shazia saat melihat sebuah kalung yang berada di lantai
__ADS_1