Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Tuduhan


__ADS_3

Shazia yang mendengar suara langkah kaki langsung merobek bagian lengan gamisnya dan juga membuka hijabnya. Ustadz Ghazali yang melihat itu ingin bangkit tetapi kerah bajunya di tarik oleh Shazia


"astaghfirullah". ucap semua orang yang ada di depan pintu


Shazia langsung mendorong ustadz Ghazali lalu berlari ke arah umi dan memeluknya erat


hiks


hiks


hiks


"umi hiks ustadz Ghazali hiks". ucap Shazia


"ustadz Ghazali ingin melecehkan saya hiks". ucap Shazia


"abah umi dia bohong, tadi dia masuk ke kamar Abah dan umi untuk mencari sesuatu". ucap ustadz Ghazali


"bohong, tadi ustadz manggil saya katanya untuk belajar mengaji tapi ustadz menyeret saya ke kamar Abah dan umi hiks hiks". ucap Shazia


"untungnya saja Abah dan umi segera datang, mungkin kalau Abah dan umi terlambat datang maka hidup akan hancur hiks hiks". ucap Shazia


Gus Amer yang melihat para Santri berkumpul di depan ndalem dan saling berbisik bisik. Gus Amer langsung mengambil tindakan dan menyuruh mereka bubar.


kini mereka semua sedang berada di ruang tamu, Shazia yang sedang menangis di dalam dekapan umi sedangkan ustadz Ghazali sedang berhadapan dengan Abah.


"ini akibatnya ikut campur ustadz dan hari ini adalah hari terakhir mu di pesantren ini, aku yakin Abah akan mengusir mu". ucap Shazia dalam hati dan tersenyum miring


"Ghazali Abah tidak menyangka kamu melakukan ini". ucap Abah


"bah Ghazali tidak melakukan itu semua, Shazia memfitnah saya bah". ucap Ghazali


"bohong bah ini bukan pertama kalinya tapi ustadz Ghazali sudah sering melakukan Ini tapi saya selalu berhasil lolos hiks". tuduh Shazia


"bah tadi saya mengikuti Shazia hingga ada di kamar Abah dan saat saya tanya dia malah pergi dan soal saya ada di atasnya itu karena kami terjatuh dan tiba tiba dia merobek Pakaiannya dan melepaskan hijab ya bah ". ucap ustadz Ghazali


"kenapa ustadz mengarang cerita seperti itu saya tidak pernah melakukan apa yang ustadz katakan ". ucap Shazia


Abah memijat dahinya karena merasa bingung mana yang benar mana yang salah

__ADS_1


"saya tau saya tidak tau tentang agama tapi saya tau jika melakukan hubungan badan di luar pernikahan itu termasuk dosa dan zina". ucap Shazia


"Ghazali kamu tau hukumannya ". ucap abah


"saya tau bah dan saya akan menerima hukuman itu dan juga menikahinya ". ucap Ghazali


jeduar


bagai di sambar petir saat mendengar perkataan ustadz Ghazali


"aku tidak mau menikah dengan mu, usir saja dia dari sini Abah, jika tidak di usir mungkin dia akan melakukan pada santri yang lain". ucap Shazia


"Abah sudah memutuskan bahwa kamu dan ustadz Ghazali akan menikah setelah dia melaksanakan hukuman yaitu seratus kali cambukan ". putus Abah


"tapi bah"


"semua santri sudah tau apa yang terjadi dan ini yang terbaik untuk kalian berdua ". ucap Abah


Shazia menatap tajam ke arah ustadz Ghazali


"kenapa malah jadi seperti ini, sial". ucap Shazia


Abah dan umi menyuruh Shazia untuk tinggal di ndalem sampai hari pernikahan besok sedangkan ustadz Ghazali bersiap untuk menerima hukumannya nantinya sore. di dalam kamar Shazia merasa tidak tenang


"jika aku menikah dengan ustadz Ghazali maka akan semakin sulit aku menyelesaikan tugas ini, aku harus memikirkan bagaimana caranya untuk membatalkan pernikahan dan tidak mungkin aku kabur yang ada akan nambah masalah ". sambung Shazia


sedangkan di asrama putra Marvin mengepalkan tangannya saat mendengar bahwa Shazia akan menikah dengan ustadz Ghazali.


"kenapa Shazia bisa menikah dengan pria lain, aku harus menemui Shazia dan bila perlu aku harus membawanya pergi dari sini, aku tidak rela dia menikah dengan orang lain". ucap Marvin


Mervin keluar dari kamar dan segera mencari keberadaan Shazia tapi dia tidak menemukan Shazia


"ini Shazia ada di mana". ucap Marvin


"permisi mau tanya, mba tau di mana keberadaan perempuan yang akan menikah dengan ustadz Ghazali". tanya Marvin


"maksudnya Shazia". jawab santriwati dan Marvin menanggukan kepalanya


"sepertinya dia ada di Ndalem karena besok pagi dia harus menikah dengan ustadz Ghazali". jawab santriwati itu

__ADS_1


setelah mendapatkan jawaban Marvin langsung meninggalkan santri itu dan berusaha mencari Shazia. Marvin menghentikan langkahnya saat sampai di depan ndalem dan tidak mungkin dia masuk.


"apa nanti malam saja dan aku bawa Shazia pergi dari sini". ucap Marvin dan membalikkan badannya


bukan hanya Marvin yang marah mendengar pernikahan itu tapi Ustadzah Dila juga marah karena pria yang dia sukai akan menikah dengan santriwati yang tidak saya sukai


"aku yakin pasti Shazia yang menjebak ustadz Ghazali, tidak bisa di biarkan aku tidak rela ustadz Ghazali menikah dengan perempuan lain". ucap ustazah Dila


sore hari setelah sholat ashar kini ustadz Ghazali sudah berada di tengah lapangan untuk menjalankan hukumannya. Ustadz Ghazali memejamkan matanya dan berdoa sebelum hukum di mulia


cetar


cambukan pertama membuat ustadz Ghazali menahan nafasnya merasakan sakit


cetar


cetar


cambukan ketiga puluh sudah mendarat di punggung ustad Ghazali tetapi ustadz Ghazali masih bisa bertahan hingga akhirnya cambukan yang ke seratus membuat ustadz Ghazali tidak sadarkan dirinya. ustadz Ghazali langsung di bawa ke klinik pesantren untuk mendapatkan penanganan. ustadzah Dila mengikuti orang orang yang membawa ustadz Ghazali


"maaf ustadzah tidak boleh masuk". cegah dokter


"tapi saya ingin melihat ustadz Ghazali". ucap ustazah Dila


"maaf ustadzah tidak bisa masuk". ucap dokter itu lalu masuk untuk memeriksa ustadz Ghazali


ustadzah Dila berjalan menuju ndalem untuk menemui Shazia


"assalamualaikum". ucap ustazah Dila


"wassalamu'alaikum". jawab Abah dan umi


"abah umi maaf sebelumnya jika saya lancang tapi saya yakin ustadz Ghazali tidak melakukan itu, saya rasa sudah cukup hukuman yang ustadz Ghazali teriam dan tidak perlu untuk menikahi Shazia, apalagi kita tidak tau siapa dia sebenarnya bah". ucap ustazah Dila


"ustadzah sebaiknya tidak perlu ikut campur dan untuk menikahi Shazia sudah keputusan ustadz Ghazali sendiri ". ucap Abah


"tapi bah bagaimana tuduhan itu tidak benar, kasihan dengan ustadz Ghazali yang seharusnya mendapatkan perempuan baik malah mendapatkan perempuan seperti Shazia ". ucap ustazah Dila


"ustazah semua perempuan baik, mungkin saat ini Shazia tidak sebaiknya kita tapi umi yakin ustadz Ghazali bisa membimbing Shazia ". ucap umi

__ADS_1


Abah dan umi meminta ustazah Dila untuk kembali dan tidak memikirkan masalah ini. ustadzah Dila pergi dengan amarah di hatinya. ustadzah Dila kembali ke klinik dan masuk ke ruang rawat ustadz Ghazali disana ustadz Ghazali masih memejamkan matanya dengan posisi tengkurap


"ustadz tenang saja saya akan membantu ustadz untuk menggagalkan pernikahan ini". ucap ustazah Dila


__ADS_2