
Ghazali terus mengusap kepala istrinya hingga Shazia tertidur di pelukan. setelah memastikan Shazia tertidur dengan pulas Ghazali merebahkan istrinya dengan pelan. setelah itu Ghazali keluar dari kamar.
"apa yang kamu lakukan di rumah guru mu". ucap ustadz Ghazali saat melihat Marvin ada di depan kamarnya sedangkan Marvin terkejut karena tidak mengetahui kehadiran ustadz Ghazali
"itu ustadz tadi yang lain meminta saya untuk memanggil ustadz". Jawab Marvin dengan bohong karena tadi saat melihat ustadz Ghazali masuk ke dalam rumah , Marvin berdiri di bawah pohon dan akhirnya dia memilih untuk masuk karena khawatir dengan Shazia tapi ketika sampai di depan pintu kamar Marvin melihat Shazia yang berada di pelukan ustadz Ghazali bahkan Marvin tidak percaya jika Shazia sampai menceritakan apa penyebab traumanya.
"kan bisa menunggu di luar dan yang kamu lakukan ini tidak sopan". ucap ustadz Ghazali yang melihat kearah pakaian Marvin yang basah
"maaf ustadz soal tadi pintu terbuka dan saya langsung masuk ". ucap Marvin
"sekarang kembalilah ke asrama dan bilang ke santri yang lain latihan di lanjut besok". ucap ustadz Ghazali dengan dingin
"baik ustadz ". ucap Marvin lalu keluar dari rumah ustadz Ghazali
Ghazali menghela nafasnya karena teledor tidak menutup pintunya karena panik dengan keadaannya istrinya, setalah Marvin keluar ustadz Ghazali langsung menguncinya. sedangkan Marvin berjalan dengan tatapan kosong
"apa kamu mulai nyaman dengan ustadz itu Zia bahkan kamu mau menceritakan penyebab trauma mu, bahkan kamu bisa tenang berada di pelukannya padahal dulu aku yang memeluk ketika ada hujan petir agar kamu tenang, Zia apa kamu mulai mencintai suamimu dan mulai lupa dengan ku, padahal selama ini aku yang selalu ada untukmu mu apa kamu sudah lupa Zia". ucap Marvin dalam hati
Marvin menghentikan langkahnya saat melihat ustadzah Dila dan Derrel sedangkan berbicara dengan sangat serius. Marvin berjalan menuju pohon Karena ingin mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Derrel jangan lupakan persiapkan dengan maksimal mungkin untuk tampil di acara Harlah Pesantren nanti karena ini pertama kalinya akan ada pertunjukan silat ". ucap ustadzah
__ADS_1
"iya ustadzah saya akan memberinya yang terbaik ". jawab Derrel
"ternyata hanya membahas acara Harlah ". ucap Marvin lalu pergi dari sana
ustadzah Dila dan Derrel memperhatikan Marvin yang mulai yang menjauh, mereka berdua bernafas dengan lega. setelah kepergian Marvin mereka berdua meninggalkan tempat itu.
setelah menutup pintu belakang ustadz Ghazali memasuki kamarnya dan melihat istrinya yang bergerak dengan gelisah dalam tidurnya. Ghazali mengambil duduk di samping istrinya
"ssst tenang ada aku disini ". bisik ustadz Ghazali dan mengusap punggung tangan istrinya dan mencium dahinya
"ssst jangan takut tidak ada yang akan menyakitimu ". ucap ustadz Ghazali
setelah Shazia tenang Ghazali pergi ke dapur dan mengambil air untuk mengompres istrinya yang sedang demam. dengan telaten Ghazali mengompres dahi Shazia. Ghazali mencium punggung tangan istrinya.
Ghazali merebahkan tubuhnya dan membawa Shazia ke dalam pelukannya dan ikut tidur bersama istrinya. Shazia membuka matanya ketika mendengar suara adzan. Shazia mengulurkan tangannya untuk mengambil kain yang ada di dahinya.
Ghazali membuka matanya saat merasakan tepukan di pipinya, Ghazali langsung menempelkan tangannya di kening Shazia lalu bernafas lega.
"ustadz tidak sholat ashar ini sudah adzan". tanya Shazia dan kini Shazia sudah tau di pukul berada awal masuk sholat dan sudah bacaan dan rakaat sholat lima waktu.
"ini mau sholat, kita sholat bareng di rumah saja". ucap ustadz Ghazali dan Shazia menanggung kepalanya
__ADS_1
Ghazali membantu Shazia untuk duduk lalu mereka berdua mengambil wudhu, Ghazali tersenyum saat tata cara wudhu istrinya sudah benar dan juga istrinya sudah hafal do'a sesudah wudhu
"istri mas ternyata cepat belajarnya". ucap Ghazali
"jangan menyentuh ku, nanti batal wudhunya". Shazia langsung mundur saat suaminya ingin mengusap pipinya
"ustadz berhenti ". teriak Shazia saat Ghazali malah semakin maju
byur
"kenapa mas malah di siram ". tanya Ghazali pada istrinya
"karena ustadz mau menyentuh ku". jawab Shazia dengan kesal dan meletakan gayung
Shazia langsung keluar dan kamar mandi
"rencana ingin menjahili malah di siram". ucap Ghazali dan melepaskan bajunya dan mengikuti istrinya karena tadi dia sudah wudhu duluan.
sesampainya di kamar lagi lagi Ghazali tersenyum saat melihat dua sajadah sudah terbentang. Ghazali langsung mengambil baju kokonya. mereka berdua melakukan sholat dengan khusyuk.
setelah selesai sholat Shazia memperhatikan Ghazali yang sedang berdo'a
__ADS_1
"sebenarnya dia sedang baca apa, Kenapa selalu lama". ucap Shazia dalam hati
Ghazali membalikkan badannya dan Shazia langsung mencium punggung tangan suaminya lalu Ghazali mencium kening istrinya cukup lama kemudian mencium di bagian mata, pipi dan terakhir bibirnya istrinya.