Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Ke Desa


__ADS_3

di sebuah cafe Marvin menatap orang yang ada di depan dengan malas.


"untuk apa kamu menemui ku". tanya Marvin


"aku menawarkan sesuatu yang akan sangat menguntungkan untuk mu". jawab Derrel


"aku tidak tertarik sama sekali dengan penawaran mu". Ucap Marvin


"yakin tidak mau, kamu tau keuntungannya kamu bisa bersama adikku Shazia ". ucap Derrel dengan tersenyum


"aku sudah bilang bukan aku tidak tertarik dengan penawaran yang kamu bawa termasuk dengan imingi imingi mendapatkan Shazia, aku tidak ingin terjebak dengan orang licik seperti mu". ucap Marvin


"jika kamu ingin berbuat sesuatu lakukanlah sendiri". sambung Marvin lalu meninggalkan Derrel


Derrel mengepalkan tangannya saat Marvin menolak penawaran


"sial Kenapa dia tidak tertarik sama sekali". umpat Derrel


Marvin langsung melajukan mobilnya setelah meninggalkan Derrel


"aku tidak bodoh Derrel yang bisa kamu manfaatkan begitu saja". ucap Marvin


di pesantren ustadz Ghazali setelah selesai mengajar langsung kembali ke rumah, pemandangan pertama saat memasuki rumah yang dia lihat adalah Shazia yang sedang duduk di ruang tamu dengan mengusap perutnya


"assalamualaikum". Ucap ustadz Ghazali


"waalaikumussalam". jawab Shazia dan mengecup punggung tangan suaminya


Ghazali langsung duduk di samping Shazia lalu mencium perut istrinya


"assalamualaikum anak anak Abi". ucap Ghazali


"mama dimana". tanya Ghazali

__ADS_1


"mama ada di kamarnya mas". jawab Shazia


"siap siap hari ini kita jalan jalan". ucap Ghazali


"jalan jalan ke mana". tanya Shazia


"hari ini kita akan mengantarkan mama karena ada beberapa mama punya urusan di rumah". jawab Ghazali


"ke desa tempat mu lahir ". tanya Shazia


"bukan tempat lahir tapi tempat aku di besarkan ". jawab Ghazali


"sudah jangan banyak tanya, siap siap sana". sambung Ghazali


"oke ". jawab Shazia


"kita mau menginap beberapa hari di sana mas". tanya Shazia


Shazia beranjak dari tempat duduknya lalu masuk ke dalam kamar menyiapkan barang barang yang akan dibawa. setelah selesai mereka bertiga sudah berada di dalam mobil


"mama berapa lama disana ". tanya Shazia


"sampai urusan mama selesai, soalnya di sana tidak ada di menghandle pekerjaan mama, nanti mama ke sini lagi ketika kamu akan melahirkan ". jawab Khadijah


Ghazali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan keluarganya. Ghazali menggengam tangan Shazia ketika hujan turun.


"semuanya akan baik baik saja, kamu harus bisa melawan rasa trauma mu sayang". ucap Ghazali dan mencium punggung tangan Shazia


Shazia memejamkan matanya lalu menghembuskan nafasnya secara teratur


"hujan tidak semenakutkan yang kamu bayangkan sayang, sekarang coba buka matanya pelan pelan dan lihatlah anak anak yang sedang main hujan itu". ucap Ghazali


Shazia secara perlahan membuka matanya, saat mata itu terbuka jantung berdegup dan tangan mulai dingin, Ghazali mengusap punggung tangannya istrinya

__ADS_1


"lihat mereka bahagia saat bermain hujan dan mereka baik baik saja berarti hujan itu sangat menyenangkan". ucap Ghazali dan Shazia mulai tenang dan melihat anak anak bermain hujan


Khadijah yang ada di kursi penumpang tersenyum saat melihat putranya yang begitu baik memperlakukan istrinya


"mama bangga padamu nak , walaupun mama harus mendidik mu sendiri tanpa kehadiran ayahmu, mungkin kamu sudah lupa bagaimana ayahmu memberikan kasih sayang padamu karena saya ayahmu pergi untuk selamanya umur mu masih begitu kecil, tapi sikap dan sifat mu sangat mirip dengan ayahmu". ucap Khadijah dalam hati


keadaan di dalam mobil begitu hening hanya diiringi lantunan sholawat yang Ghazali setel. setelah beberapa jam perjalanan mereka tempuh akhirnya sampai ke tujuan mereka. Ghazali menghentikan mobilnya di depan rumah tingkat khas di pedesaan. Ghazali turun dari mobil lalu membantu istrinya turun. mereka bertiga lalu berjalan memasuki rumah.


dari kejauhan Zulfa melihat interaksi mereka, hatinya tersayat saat melihat perhatian ustadz Ghazali kepada istrinya apalagi istrinya dalam keadaan hamil. selama ini Zulfa selalu berdoa agar bisa bersama ustadz Ghazali tapi sampai saat ini do'a belum terkabul.


"apa tidak ada kesempatan untuk ku aa'". ucap Zulfa


"ustadz Ghazali sudah bahagia, nenek mohon lupa dia dan hentikan do'a mu yang tidak akan pernah terkabul".


"aku ingin bersamanya nek". jawab Zulfa


"Zulfa nenek mohon jangan kamu rendahan dirimu untuk mendapatkan sesuatu yang tidak mungkin". Ucap nenek


"ayo pulang". sambung nenek dan menarik tangan Zulfa


di dalam rumah Ghazali menghampiri istrinya dan memberikan minum pada istrinya


"perutnya tidak merasakan sesuatu kan sayang". tanya Ghazali dan Shazia mengelengkan kepalanya


"kalau kram". tanya Ghazali


"tidak mas, aku baik baik saja dan lihatlah mereka sangat aktif, seperti mereka sangat senang di ajak kemari". jawab Shazia


Ghazali mengeluarkan tangannya dan benar saja anak anaknya sedang menendang


"mas hanya takut kamu kelelahan dan membuat mu atau kandungan bermasalah". ucap Ghazali


"tidak mungkin mas kalau aku kelelahan kan hanya duduk saja". ucap Shazia

__ADS_1


__ADS_2