
setelah selesai membantu mama mertuanya Shazia berjalan ke arah depan dan membawa satu toples keripik pisang. sesampainya di depan senyum Shazia mengembang ketika melihat suaminya telah selesai membuat ayunan yang di letakan di depan teras.
Ghazali yang menyadari kehadiran istrinya membalikkan badannya dan tersenyum.
"ayunannya sudah jadi sayang". ucap Ghazali
" mas nanti waktu sudah pulang buat juga di rumah ya". ucap Shazia
"nanti kita beli yang sudah jadi aja waktu pulang dari sini". ucap Ghazali
"sudah makan dan susunya sudah di minum". tanya Ghazali sambil memperhatikan kripik pisang yang di bawa istrinya
"sudah ". jawab Shazia dan duduk di ayunan
"jangan banyak banyak makan kripiknya". ucap Ghazali dan mengusap kepala istrinya yang masih tertutup hijab
"mas tadi di suruh mama ke belakang". ucap Shazia
"jangan kemana mana kalau mau keluar izin sama mas". ucap Ghazali dan Shazia menanggukan kepalanya
"mas kebelakang dulu ". ucap Ghazali
Shazia membuka tutup toples dan memakan kripik pisang itu dengan lahap
"sepertinya kalian sangat suka berada di sini". ucap Shazia dan mengusap perutnya
"besok kalau sudah lahir dan Umi harap kalian memiliki sifat seperti Abi kalian". ucap Shazia
Ghazali menyandarkan tubuhnya di pintu dan memperhatikan istrinya yang sedang lahap memakan kripik pisang. Ghazali mengahampiri istrinya dan ikut duduk di ayunan bersama istrinya lalu ikut memakan kripiknya. Shazia menyadarkan kepalanya di bahu suaminya. mereka saling diam dan menikmati pemandangan di pagi hari.
"assalamualaikum "
"waalaikumussalam ". jawab Ghazali dan Shazia
Shazia langsung melingkarkan tangannya di lengan suaminya saat melihat siapa yang datangnya
"ishh menganggu saja mahluk satu ini". ucap Shazia dalam hati
"ada Zulfa". tanya Ghazali
"aa' bisa kita bicara berdua". ucap Zulfa
__ADS_1
"jika ingin ada yang di bicarakan di sini saja". ucap Ghazali
"apa aa' bahagia dengan pernikahan aa' ". tanya Zulfa
Shazia yang mendengar pertanyaan Zulfa langsungnya menatapnya dengan tajam
"ya saya bahagia dengan pernikahan ku dan apalagi sebentar lagi kami akan memiliki anak, dan saya bahagia telah di pertemukan dengan perempuan seperti istri saya ini". jawab Ghazali
"aa' bukannya di agama kita di perbolehkan laki laki memiliki istri lebih dari satu, apa aa' tidak ingin memiliki isteri lagi". tanya Zulfa
"maaf anda itu cantik dan saya rasa ilmu agama yang kamu miliki jauhi lebih dari saya dan aku rasakan kamu bisa mendapatkan laki laki yang sama seperti mu, lalu kenapa kamu bertanya seperti itu, apa kamu berharap jadi istri kedua suamiku ". ucap Shazia dan langsung berdiri dari ayunan
"kalau aa' Ghazali mau kamu bisa apa dan saya pasti akan akan menjadi istri yang baik untuknya ". ucap Zulfa
"kurang ajar ". ucap Shazia
Ghazali menahan istrinya yang akan menyerang Zulfa , jika tidak di tahan Ghazali yakin Shazia akan membuat Zulfa masuk rumah sakit
"lihat aa' dia saja tidak memiliki kesabaran dan aku yakin dia pasti akan melawan dengan mu". ucap Zulfa
"istriku adalah istri yang berbakti pada suaminya dan selama ini istriku selalu menurut dengan perkataan ku jika itu dalam hal baik, Zulfa saya juga tidak berniat untuk melakukan poligami karena Shazia sudah cukup bagiku dia bisa membuat ku bahagia tanpa harus ada orang lain di rumah tangga kamu jika pun ada tempat itu hanya untuk anak anak kami ". ucap Ghazali
"assalamualaikum ". ucap nenek
"maafkan Zulfa ya nak". Ucap nenek
"tidak ada apa apa nek". jawab Ghazali
"Zulfa ayo pulang jangan buat malu nak". ucap nenek
"Zulfa perkataan istri saya tadi benar kamu bisa mendapatkan laki laki yang jauh lebih baik daripada saya dan saya harap jangan sampai obsesi mu itu akan membuat dirimu rugi, jangan kamu rendahan martabat mu sebagai perempuan hanya karena cinta yang haram". Ucap Ghazali
"apa tidak ada kesempatan untuk ku aa' " ucap Zulfa dan Ghazali mengelengkan kepalanya
"aku tidak masalah jika hanya jadi yang kedua ". ucap Zulfa
"tidak ada". jawab Ghazali
"Zulfa ayo pulang nak, jangan seperti ini, nenek ingin kamu jadi Zulfa yang seperti dulu, nenek mohon jangan jadi perusak rumah tangga orang lain, Zulfa cucu nenek adalah gadis yang baik, dulu Zulfa bilang tidak ingin ada anak yang akan jadi sepertimu bukan ". ucap nenek dan Zulfa menanggukan kepalanya
"kamu lihat istrinya nak Ghazali sedang hamil dan jika kamu jadi istri keduanya maka anak itu akan seperti mu karena nenek yakin pasti kamu akan banyak menuntut jika tidak mendapatkan hal yang sama dan akan melakukan segala cara agar nak Ghazali hanya terfokus pada mu, poligami tidak mudah nak, kamu masih ingat bukan apa yang terjadi padamu dan ibumu ketika ada perempuan lain masuk dalam pernikahan orang tua mu" ucap nenek dan Zulfa menanggukan kepalanya
__ADS_1
"sekarang kita pulang ya". ucap nenek dan Zulfa menanggukan kepalanya
"nak Ghazali dan nak Shazia, nenek minta maaf atas perkataan Zulfa pada Kalian ".
"tidak apa apa nenek, saya harap Zulfa tidak melakukan ini lagi pada saya ataupun orang lain". ucap Ghazali
"Kami pamit, assalamualaikum "
"waalaikumussalam "
nenek membawa Zulfa yang sedang menangis pergi dari rumah Ghazali.
"di pesantren ustadzah Dila, di sini dia, apa ada lagi mas perempuan yang akan meminta jadi istri kedua ". ucap Shazia dan menatap tajam ke arah Ghazali
"pasti mas suka tebar pesona kan makanya para perempuan terpesona sama mas". tanya Shazia
"tidak sayang, kamu tau bukan seperti apa dulu penampilan mas bahkan kamu sendiri mengatakan bahwa mas adalah ustadz Kuno Katena hanya memakai sarung dan baju Koko kemana mana dan kamu mengatakan mas tidak tampan Katena brewokan ". ucap Ghazali
"bohong pasti suka tebar pesona, awas saja jika masih ada perempuan yang minta jadi istri kedua, aku potong itu adikmu ". ancam Shazia
"jangan sayang ini masa depan ". ucap Ghazali
"biarin, biar mereka tidak mau jadi istrimu". ucap Shazia
"mama mas Ghazali suka tebar pesona ". teriak Shazia lalu masuk ke dalam rumah
"tidak ma , itu tidak benar ". ucap Ghazali yang mengikuti Shazia
"itu benar ma nyatanya ada beberapa perempuan yang rela jadi istri keduanya ". ucap Shazia dan memeluk mama mertuanya
"beri hukuman saja ma pada mas agar tidak tebar pesona ". ucap Shazia
"mama percaya padaku kan , aku tidak akan melakukan itu ". ucap Ghazali
Khadijah menarik nafasnya melihat perdebatan antara menantunya dan anaknya
"hiksss mas jahat tidak mau mengalah kenapa menjawab terus hiksss ". ucap Shazia lalu duduk dan menelungkup wajah di meja
Ghazali gelagapan ketika istrinya menangis
"harus tadi aku diam saja". ucap Ghazali
__ADS_1
Ghazali menatap mamanya untuk meminta bantuan tapi Khadijah malah meninggalkan putranya dan menantunya
"mas minta maaf sayang, jangan menangis ya nanti anak anak kita juga ikut menangis ". ucap Ghazali dan mengusap punggung istrinya