
Shazia memperhatikan suaminya dengan intens, Ghazali yang sudah berpakaian rapih membuat Shazia memperhatikan setiap langkah suaminya
"mau kemana". tanya Shazia
"mau mengajar sayang". jawab Ghazali sambil menyisir rambutnya
"mas berangkat dulu, jangan terlalu kelelahan". ucap Ghazali
"tunggu dulu". ucap Shazia lalu berjalan membuka lemari dan mengambil sesuatu
Shazia menyerahkan barang yang dia ambil itu dan Ghazali menerimanya
"ini untuk apa sayang". tanya Ghazali
"aku mau mas berpenampilan seperti dulu pakai sarung dan brewokan". ucap Shazia
"ha". ucap Ghazali
"sayang kalau sarung mas masih bisa pakai tapi brewok". ucap Ghazali
"ya udah ini tinggal pakai di tempel seperti ini". ucap Shazia dan menempelkan kumis serta janggut palsu
"nah kalau seperti kan tidak ada mata yang jelalatan". ucap Shazia
"hmmm lagi cemburu ceritanya". ucap Ghazali dan menarik pinggang istrinya
"e enggak, siapa yang cemburu". jawab Shazia
"benarkah, lalu kenapa menyuruh mas untuk memakai ini". tanya Ghazali
"ya ya tidak apa apa lagian ini penampilan mas yang dulu dan mas juga suka seperti ini kan". ucap Shazia dan berusaha melepaskan tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya
"tapi sekarang mas suka penampilan yang sekarang ". ucap Ghazali dan berusaha melepaskan kumisnya
"jangan di lepas, kalau sampai di lepas tidur di luar". ucap Shazia lalu mendorong suaminya
Shazia langsung keluar kamar, sesampainya di dapur Shazia mengambil gelas yang berisi susu hamil dan berjalan kebelakang. Shazia duduk di teras belakang sambil melihat burung burung yang berterbangan
"bilang aja suka di perhatikan terutama ustadzah itu ". ucap Shazia lalu meminum susunya
__ADS_1
cup
Ghazali mencium pipi istrinya yang menggembung seperti itu
"sudah jangan cemburut mas berangkat dulu" ucap Ghazali yang sudah berpengalaman sesuai keinginan istrinya itu
"assalamualaikum"
"waalaikumussalam"? jawab Shazia tanpa melihat ke arah suaminya
di depan rumah Ghazali bertemu dengan mamanya
"ma Ghazali titip Shazia ya " ucap Ghazali
"iya , kamu tenang saja mama pasti menjaganya ". ucap Khadijah
"jangan izin dia keluar rumah tanpa izin dari Ghazali ya ma". ucap Ghazali
"iya ". jawab Khadijah
"Ghazali berangkat dulu assalamualaikum ma". ucap Ghazali dan mencium punggung tangan mamanya
"waalaikumussalam ". jawab Khadijah
"assalamualaikum ustadz Akbar". ucap Ghazali
"waalaikumussalam ustadz Ghazali". ucap ustadz Akbar
"maaf ustad sudah merepotkan ustadz selama ini dan terima kasih". ucap ustadz Ghazali
"tidak apa apa ustadz". jawab ustadz Akbar
"kalau begitu saya masuk dulu". ucap ustadz Ghazali
"isya ustadz". jawab ustadz Akbar
kelas yang di ajar oleh ustadz Ghazali adalah kelas putra, di dalam kelas Ghazali melanjutkan materi yang telah di jelaskan oleh ustadz Akbar. Ghazali cukup tenang saat mengajar karena di rumah ada mamanya yang bisa menjaga istrinya. tiga jam sudah berlalu dan Ghazali menutup kelasnya.
Ghazali berjalan di koridor dengan santai tapi saat netranya menangkap ustadzah Dila berjalan berlawanan arah dirinya, Ghazali langsung berbelok dan menghindari ustadzah Dila
__ADS_1
"ustadz Ghazali tunggu". teriak ustadzah Dila yang mengejar langkah ustadz Ghazali
"ustadz tunggu".
Ghazali yang mendengar itu mengabaikan dan berjalan semakin cepat. Ghazali bernafas lega saat sudah jauh dari Ustadzah Dila. bukan maksud untuk mengabaikan panggilan seseorang tapi Ghazali memilih untuk menghindar karena tidak ingin yang waktu itu terjadi lagi. Ghazali melihat jam di pergelangan tangannya ada waktu istirahat tiga puluh menit dan Ghazali memilih untuk pulang sebelum jam perjalanan berikutnya.
sesampainya di di depan rumahnya Ghazali langsung masuk dan tidak lupa mengucapkan salam. di ruang tamu Ghazali melihat istrinya yang sedang fokus memakan buahnya. Ghazali menghampiri istrinya dan duduk di sampingnya
"mau". ucap Shazia menyodorkan potongan buah ke depan mulut suaminya
Ghazali dengan suka rela melahap buah itu, Ghazali mengusap kepala Shazia yang tertutup dengan Khimar
"mama mana". tanya Ghazali sebelum melahap buah yang di sodorkan Shazia lagi
"mama ada di belakang". jawab Shazia sambil terus terusan menyodorkan buah untuk suaminya
"cukup sayang, ini masih banyak di mulut mas". jawab Ghazali lalu dengan pelan mengunyah buah itu
setelah melihat suaminya menelan buahnya Shazia menyodorkan lagi hingga buah yang ada di piringnya habis
"berhubung mas yang menghabiskan buahnya". ucap Shazia menjeda ucapan
"jadi mas harus menggantinya". ucap Shazia
"baiklah sini mas potongkan lagi". ucap Ghazali
"no bukan di ganti dengan buah". ucap Shazia dan menjauhkan piringnya
"lalu harus di ganti dengan apa". tanya Ghazali
"hmm aku ingin mas masakan nasi goreng lalu mas suapi aku makan". ucap Shazia
"hanya itu ". tanya Ghazali dan Shazia menganggukkan kepalanya
"oke". jawab Ghazali
"aaa". teriak Shazia saat Ghazali mengendongnya
Ghazali meletakkan Shazia di kursi yang ada di dapur lalu membuatkan apa yang di inginkan istrinya sedangkan Shazia menopang dagunya dan melihat suaminya dengan senyum kemenangan
__ADS_1
"aku pikir dia tidak akan mau membuatnya, ah rasanya aku ingin setiap hari seperti, dia akan bosan tidak ya jika aku bersikap manja seperti ini dan selalu ingin di layani ". ucap Shazia dalam hati
"menikah dengan mu bisa di bilang sebuah keberuntungan untuk ku tapi tidak untuk mu mas , menikah dengan ku hanya akan membuat masalah dalam hidup mu". sambung Shazia dalam hati