Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Menjemput Gus Amer Dan Gus Faisal


__ADS_3

Shazia merasa senang saat ustadz Ghazali pergi untuk menjemput Gus Amer dan Gus Faisal dengan begitu dia tidak jadi mengumpulkan dan menghafalkan huruf Hijaiyah apalagi dia tidak bisa membaca huruf Hijaiyah tersebut. niatnya ingin belajar dengan Dea tapi gadis itu tidak ada di pesantren entah pergi kemana. kini setelah melakukan sholat ashar Shazia langsung kembali ke asrama dan membaringkan tubuhnya di ranjang yang masih menggunakan mukenah


"untuk saja itu ustadz pergi, eh tunggu tadi aku lihat tangan merah berarti obat gatal itu sudah terkena kulitnya, syukurin siapa suruh mengangguku". ucap Shazia dengan senyum yang begitu puas


Shazia menatap kemala yang sedang berdandan dan memakai gamis yang masih baru


"mau kemana, tumben makeup seperti Tante Tante". ucap Shazia


"bukan urusan mu, kamu bilang Tante Tante Kamu saja yang tidak tau make up". ucap Kemala


"itu jelas jelas seperti Tante Tante lihat itu pipi merah merah seperti itu apalagi itu bibir merah seperti tersengat lebah". Ucap Shazia dan duduk di ranjang


"sebaiknya kamu diam deh, jangan menganggu Ku yang ada di alis tidak jadi jadi". ucap Kemala dengan kesal


"kamu tau Dea dimana". tanya Shazia


"tidak tau". jawab Kemala dengan singkat


"diam jangan menggangguku ". bentar Kemala saat Shazia akan membuka mulutnya


"perfect ". ucap Kemala saat sudah selesai make up


Shazia yang melihat itu hanya memicingkan matanya dan rasanya ingin tertawa saat melihat penampilan Kemala yang seperti ondel ondel


uhuk


uhuk


uhuk


Shazia terbatuk batuk saat Kemala menyemprotkan parfum terlalu banyak dan baunya begitu menyengat.


"ish kau itu mau pakai parfum atau mandi parfum ". ucap Shazia


"udah deh diam saja tidak usah terlalu mengomentari diriku sebaiknya kamu cari itu teman mu, jangan jangan dia menjual dirinya untuk mendapatkan uang ". ucap Kemala dengan sinis


"bagaimana mau menjual diri dia saja tidak berani keluar pesantren jika tidak ada Surat izin keluar ". jawab Shazia


"sekarang ada dimana dia, kalau begitu kamu cari saja di seluruh pesantren ini sapa tau dia ada di salah satu tempat di sini ". ucap Kemala


"sana keluar daripada menganggu ku". ucap Kemala yang masih berdiri di depan cermin

__ADS_1


Shazia melepaskan mukenah dan berjalan keluar


"jilbabnya di pakai". ucap Kemala saat melihat Shazia dari cermin yang akan keluar tanpa mengunakan hijab


"malas". jawab Shazia


bugh


Kemala melemparkan hijab saat mendengar jawaban Shazia dan lempar itu tepat mengenai kepala Shazia


"main asal lempar". ucap Shazia


"pakai atau kamu akan di hukum ustadz Dila". ucap Kemala


Dengan malas Shazia mengunakan hijab itu dan meninggalkan Kemala yang masih betah berdiri di depan cermin


"rasanya sudah tidak sabar bertemu dengan Gus Faisal dan semoga Gus Faisal melihat mu dan terpesona dengan penampilan ku". ucap Kemala sambil membayangkan bahwa dia dan Gus Faisal menikah


" Gus Faisal kamu sangat membuat ku terpesona dan ketampanan mu membuatku meleleh saat memandang mu" ucap Kemala dan menjatuhkan dirinya ke ranjang sambil senyum senyum sendiri


Shazia dengan langkah gontai mencari keberadaan Dea, Shazia mengelilingi asrama putri untuk mencarinya


"kenapa tidak ada, apa dia ada di asrama putra tapi tidak mungkin sih Dea ada di sana". ucap Shazia yang sudah berada di perbatasan antara santri putra dan putri


"ustadzah bisa gak sih kalau datang itu jangan tiba tiba seperti hantu". ucap Shazia


"kamu mengatakan bahwa saya hantu". ucap ustazah Dila yang sudah melebarkan matanya


"awas itu matanya lepas". ucap Shazia dengan santai


"kamu mau masuk ke asrama putra ha atau Jangan jangan kamu dan salah satu santri putra bertukar surat". tuduh ustadzah Dila


"siapa juga yang melakukan itu, aku sedang mencari Dea". jawab Shazia dan meninggalkan ustadzah Dila begitu saja


"dasar tidak ada sopan santunnya itu anaknya, harus aku adukan ke Abah agar di hukum, Sudah muak aku dengan perilakunya". ucap ustazah Dila


ustadz Ghazali mengeluarkan mobil dan bersiap untuk menjemput Gus Amer dan Gus Faisal bersama kang Marto. ustadz Ghazali sedang memanasi mobil


"assalamualaikum ustadz". ucap kang Marto


"waalaikumussalam kang". jawab ustadz Ghazali

__ADS_1


"ayo kang berangkat takut Gus Amer dan Gus Faisal sudah sampai, nanti takut sudah di tunggu". ucap ustadz Ghazali


"iya ustadz". jawab kang Marto


kang Marto yang mengendarai mobil sedangkan ustadz Ghazali duduk di samping kang Marto


"kang Marto hafalan dengan gus Amer dan Gus Faisal soalnya saya belum pernah bertemu dengan mereka". tanya ustadz Ghazali


"hafal ustadz". jawab kang Marto


"Alhamdulillah kalau seperti itu kan kita tidak bingung nanti sampai di sana". ucap ustadz Ghazali


"iya ustad, Gus Amer dan Gus Faisal itu jarang di pesantren mereka sering di Mesir dan jika pulang pun mereka juga tidak akan lama". ucap kang Marto dan ustadz Ghazali hanya menanggukan kepalanya


mobil itu dalam keadaan hening dan tidak ada pembicaraan setelah itu, perjalanan mereka di iringi dengan pengajian yang mereka setel. ustadz Ghazali dan kang Marto mendesah lesu saat terjebak macet


"bagaimana ini ustadz kita bisa terlambat dan itu macetnya terlalu panjang ". tanya kang Marto


"semoga saja macetnya segera berakhir jangan sampai Gus Amer dan Gus Faisal menunggu lama ". ucap ustadz Ghazali


jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore yang artinya pesawat yang di tumpangi gus Amer dan Gus Faisal sudah mendarat. mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki area bandara.


"ustadz itu gus Amer dan Gus Faisal". ucap kang Marto dan menunjuk dua orang yang berdiri dengan beberapa koper


"assalamualaikum Gus Amer dan Gus Faisal". ucap kang Marto yang sudah turun bersama dengan ustadz Ghazali


"wassalamu'alaikum kang". jawab mereka secara bersamaan


"maaf Gus kita berdua terlambat tadi terjebak macet". ucap ustadz Ghazali


"tidak apa apa, sebelumnya maaf kamu siapa yang soalnya saya baru lihat". ucap Gus Amer


"perkenalan Gus saya Ghazali dan saya pengajar baru di pesantren An-Nur". jawab ustadz Ghazali


"salam kenal saya Amer dan ini adik saya Faisal". ucap Gus Amer sambil tersenyum


"mari Gus". ucap kang Marto yang sudah selesai memasukkan koper Milik Gus Amer dan Gus Faisal


"iya kang dan terima kasih". ucap Gus Faisal


"sebentar lagi adzan magrib sebaiknya mampir dulu ke masjid yang ada di sekitar sini". ucap Gus Amer

__ADS_1


"iya Gus". jawab ustadz Ghazali


kang Marto mengendarai mobil dan mencari masjid yang dekat dengan bandara dan saat mobil itu memasuki halaman masjid bertepatan dengan adzan magrib yang berkumandang


__ADS_2