Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Manis Manis


__ADS_3

setelah melaksanakan sholat isya , Ghazali bersandar di kepala ranjang sedangkan Shazia menyadarkan kepalanya di dada di bidang suaminya dan memejamkan matanya. Ghazali mengusap perut istrinya dan membacakan sholawat. Shazia membuka matanya dan tangannya memainkan kancing baju Koko suaminya.


"mas". panggil Shazia


"iya sayang, kamu menginginkan sesuatu". tanya Ghazali


"aku ingin tanya sesuatu". ucap Shazia


"mau tanya apa". jawab Ghazali


"hmmm selain punya toko dan mengajar di pesantren apa mas punya kegiatan lain atau kesibukan lain". tanya Shazia lalu menatap wajah suaminya


"tidak ada, memangnya Kenapa". tanya Ghazali


"tidak apa apa, hanya penasaran aja". jawab Shazia


"kamu sendiri tau kan untuk toko saja mas percayakan pada karyawan mas dan mas lebih banyak menghabiskan waktu di pesantren dan dengan mu juga". ucap Ghazali dan Shazia menggabungkan kepalanya


"mas misal nanti setelah aku melahirkan dan ternyata aku tidak bisa bersama mu bagaimana". tanya Shazia


"mas tidak akan membiarkan itu terjadi jika bukan kematian yang memisahkan kita, mas akan membuat mu selalu bersama mas dan membesarkan kedua anak kita, ingat itu sayang ". ucap Ghazali lalu mengigit telinga istrinya


"jadi jangan macam macam sayang, jika sampai berniat meninggalkan ku setelah melahirkan, aku pastikan sebelum anak anak berumur satu tahun kamu hamil lagi dan begitu seterusnya agar tidak bisa pergi dari ku". ucap Ghazali dan menaik turunkan aslinya


bugh


Shazia memukul dada bidang suaminya


"itu mah enak di mas". ucap Shazia lalu membaringkan tubuhnya lalu membelakangi Suaminya

__ADS_1


"kalau tidak mau jadi urungkan niatmu yang ingin meninggalkan ku". ucap Ghazali


"siapa juga yang berniat seperti itu, aku hanya bertanya". ucap Shazia


"berarti kamu sudah mencintai mas dengan sepenuh hati dan ingin menghabiskan waktu bersama mas selamanya". tanya Ghazali


Shazia membalikkan badannya dan mengalungkan tangannya di leher suaminya lalu menatapnya


"iya, amu tidak tau sejak kapan hatiku telah terisi dengan mu mas". jawab Shazia


"aku mencintaimu mas dan aku mohon apapun nanti yang terjadi jangan tinggalkan aku atau menikah lagi , jangan sampai anak anak menganggap orang lain sebagai umi , hanya aku umi, sebesar apapun masalah kedepannya aku hanya ingin mas selalu percaya padaku". ucap Shazia dengan menatap suaminya


"sayang, Istri ku hanya kamu dan tidak akan ada orang lain, di dalam pernikahan tidak selalu berjalan dengan mu maka jika kita menemukan masalah kita harus menyelesaikan secara bersama sama dan mas akan selalu percaya dengan mu sayang, mas juga berharap kamu juga selalu percaya dengan mas". jawab Ghazali


cup


cup


Shazia mencium bibir suaminya dan Ghazali langsung menahan tengkuk istrinya ketika Shazia akan menjauhkan kepalanya. Shazia memejamkan matanya menikmatinya. lalu mereka berdua saling menghangatkan.


Shazia merasa terganggu dalam tidurnya ketika ada benda kenyal yang menyentuh wajahnya. Shazia membuka matanya dan tersenyum lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya yang tidak tertutup apapun.


"jangan melihat ku seperti ini mas, malu". ucap Shazia


"kenapa harus malu, kamu cantik sayang saat baru bangun seperti ini ". bisik Ghazali dan mengusap punggung istrinya


"sekarang mandi dulu ya sudah jam empat ". bisik Ghazali


"tidak mau dingin". ucap Shazia

__ADS_1


"sayang nanti sholat tidak sah kalau kamu tidak mandi wajib, apa sudah lupa dengan yang semalam". ucap Ghazali


"mas masakan air biar tidak dingin ". sambung Ghazali


Ghazali turun dari ranjang lalu mengambil daster panjang dan hijab untuk istrinya. Shazia langsung memakainya. mereka berdua keluar dari kamar dan Ghazali memasukkan air untuk istrinya.


"mas kenapa kamar mandinya tidak di buat di dalam saja". tanya Shazia


"mas juga tidak tau dari dulu sudah seperti ini, surat buruan mandi mas tunggu di luar atau mau mandi bersama ". goda Ghazali


"tidak ". jawab Shazia lalu menutup pintunya


setelah lima belas menit Shazia selesai mandi dan Ghazali langsung menyuruh untuk kembali ke kamar. sesampainya di dalam kamar Shazia mengeringkan rambutnya dengan handuk


"untung sekarang kalau keluar pakai hijab jadi tidak akan malu". ucap Shazia yang berdiri di depan cermin dan melihat tanda kepemilikan yang di buat Suaminya.


"bibir unggulnya oke juga, sekali langsung jadi dan kuat juga anak anak ini". ucap Shazia mengusap perutnya


Shazia masih ingat ucapan suaminya saat awal awal menikah bahwa mereka akan memiliki anak kembar dan dia akan jatuh cinta padanya, dan perkataan suaminya Wak itu jadi kenyataan sekarang.


Ghazali masuk ke dalam kamar dan mengambil baju yang di siapkan istrinya lalu memakainya.


"sayang mas sholat di rumah saja hari ini". ucap Ghazali


"tidak ke masjid". tanya Shazia dan Ghazali menanggukan kepalanya


Shazia berjalan menuju lemari dan mengambil dua sajadah lalu di gelarnya. setelah masuk waktu subuh mereka berdua melaksanakan sholat secara bersama dan di lanjutkan dengan mengngaji secara bersama. Ghazali senang kini istrinya bisa membaca Alqur'an walaupun masih juz satu.


"istri mas makin pintar dan bacaan sudah benar". puji Ghazali dan Shazia tersenyum dengan pujian tersebut

__ADS_1


__ADS_2