Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Belajar Mengaji Bersama Suami


__ADS_3

"Regi hentikan". ucap Lora tapi regi sama sekali tidak mendengarkan ucapan Lora


"mas hentikan mobilnya, dia Putrimu mas, kamu tega melakukan ini". ucap Lora


"aku hanya ingin memberinya pelajaran, kamu lihat dia begitu nyaman jika tidak di peringatkan maka dia akan lupa siapa dirinya ". ucap Lucas


"tapi mas ini sangat berbahaya, tolong hentikan ". ucap Lora


Ghazali yang sedang mengendarai motor melihat mobil yang melaju begitu cepat dari spion. Ghazali langsung membelokkan motor ketika mobil tersebut akan mengabarkan dirinya. Ghazali langsung mengerem ketika motornya akan menabrak pohon. Shazia langsung terbangun ketika Ghazali mengerem motornya.


"maaf sayang aku membangunkan mu". ucap Ghazali dan mengusap punggung tangan Shazia


"ustadz bisa bawa motor gak sih". tanya Shazia


"maaf tadi sedikit ada masalah" jawab ustadz Ghazali


"kenapa mobil itu ingin menabrak ku". ucap Ghazali dalam hati


"pegangan sayang". ucap Ghazali


Shazia melingkarkan tangannya di pinggang suaminya dan Ghazali langsung melajukan motornya menuju pesantren. saat sampai di pesantren Shazia langsung turun dan masuk ke dalam rumah.


"gaji ustadz itu berapa". tanya Shazia saat melihat Ghazali masuk ke dalam kamar


"kenapa tanya seperti itu". ucap Ghazali dan melepas jaketnya

__ADS_1


"ya aneh saja bukan jadi pengajar gajinya kecil, tapi kenapa ustadz bisa beli baju baju itu dan membayar makanan di restoran mewah itu ". tanya Shazia


"jadi pengajar memang tidak sebesar orang orang yang memiliki perusahaan atau bisnis tapi pahala yang di dapat jadi pengajar sangatlah besar ". jawab ustadz Ghazali


"kenapa bisa besar ". tanya Shazia


"karena ketika kita mengajarkan ilmu pada orang lain dan orang itu mengamalkan ilmu yang kita ajarkan maka otomatis ilmu itu akan bermanfaat untuk orang banyak dan pahalanya akan mengalir terus, sederhana bukan hanya mengajarkan ilmu yang bermanfaat maka kita bisa mendapat pahala ". sambung ustadz Ghazali


"mungkin banyak orang yang bilang kenapa kuliah tinggi tinggi hanya jadi jadi pengajar dan gajinya kecil tidak sesuai dengan uang yang di keluarkan untuk menempuh pendidikan tinggi, karena mereka belum tau pahala yang di dapat sebagai pengajar dan sebagai pengajar juga mengajarkan kita untuk memiliki sikap sabar ". ucap ustadz Ghazali


"jika waktu sudah tepat kamu akan tau bagaimana mas bisa membeli dan membayar makanan yang kita pesan tadi ". ucap ustadz Ghazali dan mengusap kepala Shazia


"sebaiknya sekarang ambil wudhu dan sholat karena ini sudah jam satu ". ucap ustadz Ghazali dan menarik tangan istrinya menuju kamar mandi


sesampainya di kamar mandi Ghazali tersenyum saat melihat cara wudhu istrinya sudah benar.


"kenapa harus do'a itu susah bacaannya ". ucap Shazia


"ikuti mas nanti lama lama kamu juga hafal". ucap ustadz Ghazali


Shazia mengikuti apa yang di ucapkan ustadz Ghazali. dengan khusyuk mereka melakukan sholat dhuhur bersama. setelah selesai sholat Ghazali mengulurkan tangannya ke Shazia dan Shazia menyambut dengan mencium punggung tangan suaminya


Ghazali mengambil Al-Qur'an dan meletakan di hadapan istrinya


"sekarang mas akan mengajarkan kamu membaca Alqur'an dengan Qoriah, waktunya hanya satu bulan sebelum harlah pesantren". ucap ustadz Ghazali

__ADS_1


"mas praktik lebih dulu nanti baru kamu mengikuti mas". sambung ustadz Ghazali


Ghazali memperhatikannya dan Shazia mendengarkan dengan baik. Shazia sendiri sudah hafal huruf Hijaiyah. Shazia masih kesulitan untuk membaca Alqur'an tapi dengan telaten ustadz Ghazali mengajari istrinya.


Marvin yang mengintip dari balik jendela mengepalkan tangannya saat melihat ustadz Ghazali dan Shazia. Marvin yang melihat Abah langsung meninggalkan tempat tersebut


"Alhamdulillah bacaan sudah bagus dan di tingkatkan lagi dan juga perhatikan tajwidnya ya sayang". ucap ustadz Ghazali dan Shazia hanya menganggukkan kepalanya


"untuk hari ini cukup untuk belajarnya ". ucap ustadz Ghazali


Shazia langsung melepas Mukenahnya laju menggantungnya. Shazia mengambil paperbag dan melihat baju baju yang di beli tadi


"ini baju terlalu besar ". ucap Shazia dan meletakkan baju itu di depannya


"lihat bawahnya saja sampai menyentuh lantai ". sambung Shazia


"pakaian seperti yang bagus sayang tidak membentuk lekuk tubuh dan juga melindungi dari orang orang yang tidak bisa menjaga pandangannya dan mas tidak ingin apa yang ada di diri istri mas digunakan sebagai bahan fantasi oleh mereka ". jawab ustadz Ghazali


"pasti ini panas pakai yang biasanya aja bikin gerah apalagi yang besar seperti ini ". ucap Shazia lalu melemparkan baju itu ke ranjang


"aku pakai baju yang biasanya, itu ustadz kasihkan saja pada ustadzah Dila pasti dia senang secara dia menyukai ustadz ". ucap Shazia dengan sewot


"mas beli baju ini untuk istri mas kenapa di kasih ke orang, ini tidak akan bikin gerah, cobalah dulu nanti kalau kamu tidak nyaman silahkan di buang tapi mas yakin kamu akan nyaman ". ucap ustadz Ghazali lalu memasukkan baju baju itu ke dalam lemari


💙💙💙💙

__ADS_1


Hay aku menemukan novel yang sangat memukau dan wajib untuk di baca, cuss ketik "ATMOSPHERE" karya " Hilmiath_ "



__ADS_2