
"tuan ini jasad mau di apakan". tanya anak buah Lucas
"berikan pada monster dan Taiger mereka pasti senang". jawab Lucas
Monster dan Taiger adalah hewan peliharaan Lucas, monster adalah seseorang buaya sedangkan Taiger adalah harimaumu
"baik tuan". Jawab anak buah Lucas
anak buah Lucas mengangkat jasad kelima orang tersebut dan sebelum memberikan pada hewan hewan itu mereka memotong motongnya terlebih dahulu
drt
drt
drt
"apa ada barang baru lagi tuan". ucap orang yang berada di seberang sana
"ada dan keadaannya masih sehat,aku ingin kamu membayar tiga kali lipat setiap barangnya". ucap Lucas dengan senyum yang mengembang
"baik tuan tidak masalah asal barang barang itu masih sehat dan tidak ada penyakit sama sekali ". ucap orang di sebrang sana
"tenang saja saya tidak pernah membuat orang kecewa dan akan saya antar langsung tapi sebelum itu transfer lebih dulu uangnya ". ucap Lucas
"baik, saya tunggu barangnya ". jawab orang di sebarang sana
ting
sebuah notifikasi masuk di ponselnya
"Arkan ". teriak Lucas
"iya tuan". jawab Arkan
"antarkan barang barang ini ke alamat ini". ucap Lucas dan menunjuk sebuah alamat pada anak buahnya
"baik tuan ". jawab Arkan
Lucas memerintahkan anak buahnya untuk membersihkan darah yang berceceran di ruang itu. Lucas mengambil rokok dan menyesapnya. Lucas tersenyum menatap hewan peliharaan yang makan dengan lahap
"makan yang banyak monster dan Taiger " ucap Lucas dan menghampirinya kandang mereka.
"ayah ". panggil Derrel
__ADS_1
"bagaimana dengan club" tanya Lucas
"berjalan dengan lancar " jawab Derrel
"ingat Derrel jangan pernah jatuh cinta karena jatuh cinta akan membuat mu hancur, apalagi kamu jatuh cinta dengan para wanita malam itu ". ucap Lucas
"ayah tenang saja aku tidak akan jatuh cinta Karena perempuan itu hanya menyusahkan saja ". jawab Derrel dan meminum alkohol yang di bawa
"ayah yakin memberikan tugas pada Shazia di pesantren ". tanya Derrel
"ya hanya dia yang bisa menyelesaikan tugas ini". jawab Lucas pada putranya
"ayah tidak takut jika Shazia berubah yah apalagi itu pesantren dimana orang orang yang belajar kebaikan dan bagaimana jika Shazia terpengaruh oleh mereka dan meninggalkan dunia Mafia ". ucap Derrel
"ayah tidak akan membiarkan itu dia terlahir di keluarga mafia maka hidupnya akan selamanya ada di Mafia jika sampai itu terjadi ayah rasa Shazia tau apa hukumnya ". ucap Lucas dan menyesap rokoknya
anak dan ayahnya itu saling diam menikmati waktu subuh dengan pemandangan dimana monster dan Taiger sedang menyantap makanan mereka.
"apa ibu tau jika pekerjaan ayah seperti ini ". tanya Derrel
"ibu mu tau dari awal dia sudah tau siapa ayah, tapi ayah harap kamu jangan memberitahu adikmu tentang penjualan organ dalam ini ". ucap Lucas
"iya ayah ". jawab Lucas
"kenapa aku menagis". ucap Shazia dan buru-buru keluar dari masjid
"mau kemana Shazia". tanya Umi yang melihat Shazia buru buru keluar padahal masih berdo'a
"mau ke kamar mandi umi". jawab Shazia dengan bohong
dan saat dia mengatakan kebohongan itu Shazia merasakan tidak tenang dan seperti ada beban yang mengganjal dalam hatinya
"Kenapa perasaan ku tiba tiba tiba enak seperti ini". ucap Shazia sambil memegang dadanya di mana jantungnya berdetak sangat cepat
saat melihat keran air Shazia segera membasuh mukanya. Shazia menepuk nepuk dadanya yang masih berdetak tidak normal
"kenapa perasaan ku jadi seperti ini". ucap Shazia dan memilih untuk kembali ke kamar untuk menghubungi ayahnya
sesampainya di kamar Shazia menghidupkan ponselnya lalu menghubungi ayahnya
"kenapa salaman tidak menemui ayah". ucap Lucas di sebarang telepon
"maaf ayah semalam Shazia ketahuan saat akan keluar pesantren". jawab Shazia
__ADS_1
"dasar bodoh, Kenapa kamu jadi bodoh seperti ini Zia, hanya ayah menyuruh mu untuk menyelesaikan tugas bukan untuk bermain dengan mereka". ucap Lucas dengan nada tinggi
"maaf ayah Zia akan secepatnya untuk menyelesaikan tugasnya ". ucap Shazia
"malam ini temui ayah". ucap Lucas
"iya yah ". jawab Shazia
Shazia segera memastikan sambung teleponnya saat mendengar langkah kaki dan menonaktifkan ponselnya lalu menyimpannya
"Shazia ternyata kamu disini dari tadi aku mencarimu ". ucap Dea
"ada apa ". tanya Shazia
"hari ini ada senam pagi, ayo ke lapangan ". ucap Dea dan melepaskan mukenah
"harus ikut ". tanya Shazia
"iya agar kita sehat ". jawab Dea yang sudah siapkan dengan pakaian olahraga
"ini kamu bisa pakai baju olahraga ku". ucap Dea dan memberikan pakainya dan Shazia mengambilnya
"Dea kamu duluan saja ". ucap Shazia
"baiklah aku tunggu di lapangan". jawab Dea
setelah kepergian Dea, Shazia langsung menutup pintunya dan keluar lewat jendela karena pagi ini dia akan menemui ayahnya. saat mendengar nada bicara ayahnya Shazia tau bahwa ayahnya sedang marah besar padanya.
Shazia bernafas lega saat sudah berada di luar pesantren. Shazia Berjalan mencari taxi. saat mendapatkan taxi Shazia langsung masuk ke dalam dan menunjukkan alamatnya. di dalam taxi Shazia merasa gelisah. saat dalam perjalanan Shazia melihat polisi yang berkerumun
"pak kenapa ada polisi di sana". tanya Shazia
"itu nona semalam ada penculikan di daerah itu, anak SMP korbannya". jawab sopir taxi
"penculikan ". tanya Shazia
"iya nona, aku rasa di ambil organ tubuh karena itu sangat mahal untuk di jual". jawab sopir taxi dan Shazia hanya menanggukan kepalanya
"ada orang jahat seperti itu ". ucap Shazia
"pak berhenti di sini saja". ucap Shazia dan memberikan uang pada supir taxi lalu turun
Shazia memilih untuk berjalan kaki untuk sampai di rumahnya karena tidak mungkin Shazia mengajak sopir itu masuk ke dalam wilayah ayahnya
__ADS_1