
Ghazali menopang dagunya dan menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tiga sore tapi Shazia masih mengunci kamarnya.
"kenapa malah jadi seperti ini". ucap Ghazali
Ghazali bangkit dari duduknya dan berjalan ke ada kamarnya
tok
tok
"sayang, buka pintunya". ucap Ghazali
"mas minta maaf, buka ya pintunya sebentar lagi masuk ashar". ucap Ghazali
ceklek
Ghazali memutar kenop pintu saat mendengar suara kunci yang terbuka. saat pintu terbuka Ghazali melihat istrinya yang sedang duduk di dekat jendela.
"jangan cemburut sayang ". ucap Ghazali
cup
cup
cup
cup
"maaf". bisik Ghazali dan memeluk istrinya
"anak anak Abi, bujuk umi dong, bilang sama umi jangan marah lagi". ucap Ghazali di depan perut istrinya
"aku tidak hanya kesal saja". ucap Shazia
Ghazali menegakkan tubuhnya . Shazia mengngalungkan kedua tangannya di leher suaminya dan menatap suaminya
__ADS_1
"kenapa menatap mas seperti itu". tanya Ghazali
"tidak hanya ingin menatap saja". jawab Shazia
cup
Ghazali mencium kening istrinya cukup lama
"mas". panggil Shazia
"hmmm"
"baju baju tidur ku sudah tidak muat rasanya sesak kalau di pakai ". ucap Shazia
"besok kita cari ". jawab Ghazali
"ayo sekarang ambil wudhu sudah adzan ". ajak Ghazali
"gendong ".
"aku makin berat ya". tanya Shazia
"tidak ". jawab Ghazali
setelah sampai di kamar mandi Ghazali menurunkan istrinya secara perlahan. mereka mengambil wudhu dan setelah itu melaksanakan sholat.
setelah selesai sholat Shazia menyandarkan kepalanya di bahu suaminya dan memperhatikan suaminya yang sedang menggambar desain baju muslim. Ghazali sama sekali tidak terganggu dengan suara Shazia yang sedang memakan kripik singkong
"bagus gambarnya tapi kenapa hanya desain gamis saja dan di toko juga hanya ada pakaian perempuan ". ucap Shazia
"yang kita datangi kemarin memang khusus untuk pakaian wanita dan pegawai juga wanita, agar mereka nyaman saat belajar dan tidak saling bersentuhan". ucap Ghazali
"sedangkan untuk pakaian pria ada di toko yang satunya bahkan pegawainya juga laki laki". sambung Ghazali
"dari tujuh toko hanya satu untuk pakaian pria". tanya Shazia lalu mengulurkan tangannya yang memang kripik ke mulut suaminya dan Ghazali melahap kripik tersebut
__ADS_1
"empat toko untuk pakaian wanita dan tiga untuk pakaian pria". jawab Ghazali
"mas jarang ke toko dan sibuk menjadi pengajar di sini, apa mas tidak takut di tipu dengan karyawan mas" tanya Shazia
"mas percaya pada mereka, sebelum menerima mereka mas juga melakukan seleksi ". jawab Ghazali
"yang ini kenapa gambar tidak lebar, apa tidak akan membentuk lekuk tubuh mas". ucap Shazia
"ini desain untuk laki laki ". ucap Ghazali
"kenapa bentuknya seperti gamis". tanya Shazia
"tidak semua pakaian pria hanya berbentuk Koko yang seperti biasanya tapi ada yang seperti ini juga". jawab Ghazali dan Shazia menganggukkan kepalanya
sedangkan di tempat lain Lucas merasa kesal karena belum menemukan identitas pemilik kalung tersebut. Lucas menatap putranya dengan tajam karena sama saja seperti Shazia yang tidak bisa menemukan kalung itu
"ayah aku rasa memang sangat sulit untuk mendapat kalung itu atau menemukan pemilik apalagi pemilik bukan orang yang sama". ucap Derrel
"dan sepertinya juga dia bukan orang biasa, kita harus menyiapkan tenaga dan siasat yang kuat agar bisa memiliki kalung tersebut, Derrel rasa semua anak buah kita untuk melawannya akan kalah karena dia saja mampu mengalahkan beberapa anak buahnya kita tanpa senjata, dia juga bisa mengalahkan ayah dan juga aku dengan mudah". ucap Derrel
"iya, untuk sekarang kita cari tau siapa dia hingga kita menemukan kelemahan ". ucap Lucas
"ayah merasa aneh tidak, Derrel sudah memikirkan ini, dia mendatangi kita dua kali, yang pertama saat di pulau hitam dia menyelamatkan Shazia, lalu dia datang menemui ku bertepatan dengan Shazia masuk rumah sakit ". ucap Derrel dan Lucas mencoba mencerna ucapan putranya
"apa Shazia mengenal atau bagaimana ". sambung Derrel
"apa kita coba buat Shazia dalam bahaya dan jika orang bertopeng itu datang arti Shazia mengenal orang itu tapi dia tidak mau memberitahu kita ". ucap Derrel
"kamu benar Derrel jika sampai terbukti, ayah tidak akan mengampuninya karena telah menyembunyikannya ". ucap Lucas
"tapi bisa juga orang bertopeng itu yang ingin melindungi Shazia dan Shazia tidak tau itu ayah". ucap Derrel
"jangan pikirkan itu, sekarang bagaimana caranya membuat adikmu itu dalam bahaya ". ucap Lucas
"gunakan saja Marvin dia yang masih ada di pesantren tersebut karena Derrel sudah tidak bisa masuk ". ucap Derrel
__ADS_1
ya setelah Dila tertangkap Derrel tidak kembali lagi ke pesantren , Lantaran Abah menghantui apa yang telah di perbuatan bersama Dila