Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Kecurigaan Ustadz Ghazali


__ADS_3

setelah puas meminum alkohol Shazia memutuskan untuk pulang ke pesantren.


"kak aku pulang dulu". ucap Shazia sambil memijat dahinya yang sedikit pusing akibat terlalu banyak meminum alkohol


"minumlah air lemon ini". ucap Derrel sambil menyerahkan gelas pada adik


Shazia langsung meminumnya dan setelah itu langsung keluar dari ruangan kakaknya. Shazia memakai hijabnya kembali dan masuk ke dalam mobil. Pablo mengendarai mobil menuju pesantren. sesampainya di pesantren Shazia langsung turun. saat melihat gerbang tidak ada yang menjaganya Shazia langsung masuk dengan santainya


"habis dari mana kamu". ucap ustadz Ghazali


Shazia memejamkan matanya saat mendengar suara ustadz Ghazali yang menurutnya sangat menyebalkan


"habis beli ini". ucap Shazia sambil menunjukan kantong plastik yang berisi peralatan mandi tapi ustadz Ghazali tidak percaya begitu saja


"ustadz tidak percaya, ya sudah". ucap Shazia


ustadz Ghazali menatap Shazia dengan tatapan tajam saat mencium bau alkohol saat Shazia berbicara


"coba bicara sekali lagi". ucap ustadz Ghazali


"ustadz mau saya bicara apa". ucap Shazia sambil melipat kedua tangannya di depan


"kamu habis minum alkohol". Ucap ustadz Ghazali dan Shazia membulatkan matanya saat mendengar ucapan ustadz Ghazali


"tidak usah menuduh ya ustadz, saya habis dari warung depan beli ini, saya tau ustadz tidak suka dengan saya tapi tidak usah menuduh". ucap Shazia sambil marah


"jaga bicaramu Shazia, sopan kamu bicara dengan nada seperti itu pada guru sendiri". ucap Ustadzah Dila


"siapa juga yang mau bicara seperti itu, ustadz Ghazali menuduh saya". ucap Shazia lalu melangkahkan kakinya meninggalkan ustadzah Dila dan ustadz Ghazali


"bau tidak salah lagi jika dia minum alkohol dan tidak salah pasti ada sebuah tujuan dia masuk ke pesantren ini dan Saha yakin dia tidak amnesia". ucap Ustadz Ghazali dalam hati


"anak memang seperti itu ustadz, sejak masuk di sini sikapnya seperti itu ". ucap ustadz Dila


"ustadzah saya permisi, assalamualaikum ". ucap ustadz Ghazali


"wassalamu'alaikum ". jawab Ustadzah Dila dan menatap punggung ustad Ghazali

__ADS_1


"kenapa susah sekali bicara dengan ustadz Ghazali ". ucap ustazah Dila


Shazia yang berjalan menuju asrama mencium nafasnya yang memang bau alkohol


"hadeh Shazia Shazia kenapa juga tadi harus minum alkohol, mana baunya menyengat ". ucap Shazia


di perjalanan menuju asrama Shazia melihat Kemala yang sedang mengerjai Dea dan sampai membuat Dea menangis, lalu menghampiri mereka berdua


"kalian berdua seperti anak kecil ". ucap Shazia


Dea menghampiri Shazia sambil tertatih Karena kakinya terkilir karena Kemala mendorong ke dalam kolam ikan


"Sha tolongin aku, dari tadi kemala jahatin aku, lihat baju sampai sobek hiks". ucap Dea dan Shazia memutar bola matanya dengan malas


"kamu itu sudah besar seharusnya kamu bisa melawan dan jangan diam saja saat di tindas seperti ini, Karena itu akan membuat dia semakin menindas mu". ucap Shazia lalu meninggalkan dea dengan keadaan yang buruk


"hahahaha, uhhh kacian tidak ada mau yang menolong mu, uhhh jangan sedih dong". ucap Kemala sambil menarik hijab Dea


"apa mau kenapa selalu menganggu ku". ucap Dea


"aku tidak mendekatinya hiks lepas Kemala". ucap Dea


byur


Kemala mendorong Dea ke dalam kolam lalu meninggalkannya. Dea dengan susah menaiki kolam tapi tidak bisa hingga tiba tiba ada sebuah sorban yang terulur padanya. Dengan ragu dea berpegangan dengan sorban itu


"Kenapa bisa ada di kolam". tanya Gus Faisal


"tadi tidak sengaja tergelincir Gus". jawab Dea sambil menundukkan kepalanya


"terima kasih sudah menolong saya". ucap Dea


"iya sama sama". jawab Gus Faisal


"saya permisi Gus, assalamualaikum". ucap Dea


"wassalamu'alaikum". jawab Gus Faisal

__ADS_1


Dea buru buru pergi dari sana karena takut Kemala melihat dirinya bersama Gus Faisal dan itu bisa membuat Kemala membully dia lagi. Dengan air mata yang terus menetes dea berjalan menuju asrama. sesampainya di asrama dea menjatuhkan dirinya di atas ranjangnya dengan kepala di telungkupkan di bantal lalu menagis.


Shazia yang melihat itu melilit untuk mengabaikannya dan memejamkan matanya karena kepalanya terasa pusing akibatnya meminum alkohol


sedangkan di tempat lain ustadz Ghazali masih memikirkan tentang Shazia, siapa sebenarnya tentang gadis itu dan apa tujuannya masuk ke dalam pesantren dengan berpura pura amensia


"apa aku harus memberitahu Abah ya tentang Shazia, tapi aku tidak memiliki bukti jika mengatakan ini masih dugaan ku saja". ucap ustadz Ghazali


"assalamualaikum ustadz". ucap ustazah Dila


"wassalamu'alaikum Ustadzah". jawab Ustadz Ghazali dengan sedikit terkejut saat melihat ustadz Dila sudah ada di depannya


"saya mau memberikan ini ustadz tadi saya membuat soto banyak". ucap ustazah Dila sambil memberikan rantang pada ustadz Ghazali


"terima kasih Ustadzah". ucap Ghazali dan merima rantang itu, ingin menolaknya tapi takut menyakiti ustadzah Dila


"kalau begitu saya permisi ustadz, assalamualaikum". Ucap ustazah Dila


"wassalamu'alaikum". jawab ustadz Ghazali


setelah Ustadzah Dila pergi ustadz Ghazali segera masuk ke kamarnya. karena ustadz ataupun ustazah yang tinggal di sini mereka yang tinggal di satu ruangan yaitu kamar saja dan terdapat kamar mandi, sebenarnya sama saja dengan para santri yaitu seperti asrama tapi yang membedakan untuk para pengajar satu kamar satu orang dan terdapat kamar mandi.


ustadz Ghazali meletakkan rantang itu di meja karena sejatinya dia sendiri tidak terlalu suka dengan soto dan ustadz Ghazali akan memberikan soto itu pada ustadz Akbar jika sudah pulang.


ustadz Ghazali masuk ke dalam kamar mandi lalu mengambil air wudhu dan setelah wudhu ustadz Ghazali mengambil Al-Qur'an lalu membacanya.


Shazia terbangun dengan keringat dingin dan nafas yang tersengal-sengal, Shazia menyeka keringat yang ada di dahinya


"mimpi apa tadi, kenapa seram sekali". ucap Shazia sambil melihat ke sekeliling


Shazia bernafas lega saat masih berada di asrama. Shazia mengusap dadanya yang masih berdetak sangat kencang. setelah tenang Shazia turun dari ranjang lalu melihat jam tangannya dan ternyata ayahnya berkali kali mengirimkan pesan untuknya dan entah mengapa kali ini dia berani mengabaikan pesan dari ayahnya.


Shazia mengambil handuk dan bajunya untuk mandi. sesampainya di kamar mandi ternyata sudah banyak antrian. Shazia menyenderkan tubuhnya di pohon sambil menatap langit.


"tadi aku sudah berusaha membangunkan mu tapi kamu tidak bangun bangun jadi aku duluan mandinya takut antri". ucap Dea dan berusaha mendekat ke Shazia agar bisa berteman dengannya lagi


"tidak perlu peduli dengan ku sebaiknya kamu urus saja dirimu dan kumpulan keberanian mu untuk melawan jika di sakiti". ucap Shazia lalu berjalan ke kamar mandi saat antrian sudah tidak terlalu panjang

__ADS_1


__ADS_2