Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Jambu


__ADS_3

Shazia menghirup udara segar lalu membuka matanya. Shazia menyadarkan tubuh di tiang yang ada di teras depan. Shazia melihat pemandangan yang begitu indah dari rumah tersebut.


"jalan jalan sekitar sini sepertinya menyenangkan". ucap Shazia lalu menuruni tangga dengan perlahan


langkah kakinya melangkah secara perlahan di jalan. Shazia mengembangkan senyumnya dan mengusap perutnya. Shazia menghentikan langkahnya ketika melihat anak anak yang sedang bermain.


"kalian sedang main apa". tanya Shazia sambil melihat bulatan yang transparan berterbangan


"main balon dari sabun kakak". jawab salah satunya anak


"sabun bisa di buat seperti ini". tanya Shazia dan mengulurkan tangannya untuk memegangnya tapi malah meletus


"kakak boleh mencobanya". tanya Shazia


"ini kakak ".


Shazia meniup balon itu hingga berterbangan, Shazia bersama anak anak tersebut tertawa bersama


"assalamualaikum ". ucap Ghazali dan memasuki rumah


"waalaikumussalam, sudah pulang nak". jawab Khadijah dan Ghazali mencium punggung tangan mamanya


"Sudah ma, Shazia di mana". tanya Ghazali


"ada di depan, apa kamu tidak melihatnya ". jawab Khadijah


"tidak ada ma, mungkin ada di kamar, Ghazali ke kamar dulu". ucap Ghazali dan Khadijah menganggukkan kepalanya


"sayang ". panggil Ghazali ketika sudah masuk ke dalam kamar tapi ternyata tidak ada siapa siapa


Ghazali langsung keluar dari kamar dan mengahampiri mamanya


"ma Ghazali keluar dulu, mau cari Shazia ". ucap Ghazali


"Shazia tidak ada di kamar ". tanya Khadijah dan Ghazali mengelengkan kepalanya


"assalamualaikum ma". ucap Ghazali


"waalaikumussalam "


Ghazali menelusuri jalan dan memperhatikan sekitar


"sayang kamu dimana, kenapa keluar tidak izin dulu ". ucap Ghazali dengan nada khawatir

__ADS_1


Ghazali bertanya pada warga yang dia temui tetapi tidak ada yang melihat keberadaan istrinya.


"ustadz Ghazali sedang mencari istrinya ya". ucap ibu ibu


"iya Bu". jawab Ghazali


"tadi ibu lihat ada di lapangan bersama anak anak ustadz ".


"terima kasih ya Bu, saya kesana dulu, assalamualaikum ". ucap Ghazali


"waalaikumussalam "


Ghazali langsung melangkahkan kakinya menuju lapangan bermain. ketika sampai di sana Ghazali melihat istrinya yang sedang bermain bersama anak anak. Ghazali menghembuskan nafasnya dengan pelan.


"assalamualaikum ". ucap Ghazali


"waalaikumussalam ustadz ". jawab anak anak


"mas cariin ternyata ada di sini dek". ucap Ghazali


"maaf, tadinya hanya ingin berjalan di sekitar rumah tapi sampai di sini ". jawab Shazia lalu meniup kembali balonnya


"pulang yuk, udah sore sebentar lagi mau magrib ". ucap Ghazali dan Shazia menanggukan kepalanya lalu mengembalikan balon


"mas berhenti ". ucap Shazia


"ada apa". tanya Ghazali


"mau jambu itu ". ucap Shazia dan mengarahkan tangannya ke pohon jambu yang ada di rumah warga


"sekarang kita kesana dulu dan izin pada pemiliknya". ucap Ghazali


kebetulan pemilik pohon jambu itu sedang ada di depan rumah. Ghazali mengutarakan keinginan yaitu ingin meminta jambunya dan pemilik pohon mengizinkannya. dan disinilah Ghazali berada di atas pohon jambu karena Shazia ingin jambunya di petik langsung oleh suaminya.


Shazia mengusap perutnya dan memperhatikan Ghazali yang ada di berada di atas pohon


"bukan yang itu mas tapi yang atasnya". ucap Shazia


"sama saja ini dek". jawab Ghazali


"aku tidak mau yang itu, mau yang atasnya". ucap Shazia


Ghazali mengambil buah jambu yang di mintanya istrinya

__ADS_1


"perasaan sama saja bentuknya, warnanya dan tekstur, apa coba yang membedakan, dasar bumil ". ucap Ghazali dan memperhatikan dua buah jambu yang ada di tangannya


"buah yang aku minta jangan di campur mas". teriak Ghazali


Ghazali memasukkan buah yang di minta istrinya ke dalam sakunya sedangkan yang lain dia masukkan ke dalam kantong plastik kemudian turun dari pohon.


"kek terima kasih untuk buah jambunya ". ucap Ghazali


"sama sama nak". jawab kakeknya


setelah mengucapkan terima kasih mereka berdua melangkahkan kakinya menuju rumah.


"mas mana jambunya ". ucap Shazia dan mengulurkan tangannya


"nanti sampai rumah jangan makan di jalan apalagi dengan kamu yang masih berdiri seperti ini ". jawab Ghazali


Khadijah yang melihat anak dan menantunya tersenyum. sesampainya di teras mereka berdua mencium punggung tangan Khadijah


"mana mas ". ucap Shazia dan Ghazali mengambil jambu yang ada di sakunya lalu di berikan pada istrinya


"di cuci dulu ". ucap Ghazali


Shazia langsung masuk ke dalam rumah dan menuju dapur untuk mencucinya.


"dapat jambu dari mana ". tanya Khadijah


"Dari rumah kakek Mardi ma". jawab Ghazali


Shazia yang berada di dapur tidak menyadari kedatangan suaminya dan mertuanya karena sedang asik memakan jambu


"harus sabar kalau menghadapi istri yang sedang hamil". ucap Khadijah


"iya ma". jawab Ghazali


Ghazali meletakan kantong plastik yang ada di atas meja


"jangan banyak banyak". ucap Ghazali dan memegang tangan istrinya yang mau mengambil jambu yang ada di kantong plastik


"makan dulu baru boleh makan jambu lagi, tadi siang kamu belum makan sayang, ingat kamu tidak sendirian tapi ada anak anak kita di dalam perut mu". ucap Ghazali saat melihat wajah istrinya yang ingin menagis ketika di larang


"baiklah". jawab Shazia


Shazia mengambil piring dan memasukan nasi dan juga sayur yang ingin di makan. Ghazali melihat jam yang berada di dinding masih ada waktu lima belas menit sebelum adzan magrib. Ghazali mengusap kepala istrinya masih tertutup hijab.

__ADS_1


__ADS_2