Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Marvin


__ADS_3

hari ini adalah hari sidang Dea dan sesuai janjinya Shazia menemani Dea . kini mereka berdua sudah ada di depan ruang sidang. sejak tadi Dea meremas tangannya katana gugup


"Sha aku ke kamar mandi dulu". ucap Dea dan berlari memasuki kamar mandi


"ada orang yang gugup bolak balik ke kamar mandi seperti itu". ucap Shazia karena sejak tadi Dea keluar masuk kamar mandi


"Zia". ucap seseorang dan Shazia menatap orang itu


saat pintu kamar mandi akan terbuka Shazia menarik tangan pria itu untuk menjauh dari sana


"sayang aku merindukan mu". ucap pria itu dan memeluk Shazia lalu mencium pipi Shazia


"aku juga merindukan mu Marvin". ucap Shazia dan memeluk erat sang kekasih


"kamu kemana saja dan kenapa ponselmu tidak aktif ". tanya Marvin


"maaf aku sedang menjalankan tugas dari ayah dan sampai saat ini aku belum menyelesaikannya ". ucap Shazia


"tugas apa". tanya Marvin


"aku tidak bisa memberitahu mu sayang ". jawab Shazia


"tidak apa apa dan bolehkah aku tua sekarang kamu dimana, kemarin aku ke rumah tapi ayahmu tidak mau memberitahu aku kamu ada dimana". ucap Marvin sambil memang wajah kekasihnya


"maaf aku juga tidak bisa memberitahu aku ada dimana, kamu tidak marah kan". ucap Shazia


"tidak sayang tapi aku hanya minta kamu jaga hatimu hany untuk ku ". ucap Marvin


"itu pasti sayang ". jawab Shazia


"sayang aku harus segera kembali atau temanku akan curiga karena dalam tugas ini aku pura pura amensia". Ucap Shazia


"baiklah tapi aku ingin memeluk mu dulu". ucap Marvin dan membawa Shazia ke dalam pelukannya


"aku pergi dulu". ucap Shazia dan meninggalkan Marvin


"sebenarnya dimana Zia menjalankan tugasnya kenapa penampilan tertutup seperti itu". ucap Marvin saat melihat penampilan Shazia dari atas sampai bawah

__ADS_1


"aku harus ikut Zia dan mengawasi Zia jangan sampai dia jatuh cinta dengan pria yang ada di sana". ucap Marvin dan berjalan menuju ruang rektor karena ada urusan dengan rektor tersebut


"Shazia kamu dari mana". tanya Dea yang melihat Shazia baru datang


"tadi aku pergi ke kantin". ucap Shazia sambil memperlihatkan kantong plastik yang dia bawa.


tadi sebelum dia kembali Shazia memilih untuk ke kantin terlebih dahulu sebelum kembali agar mudah dia untuk menjawab pertanyaan Dea


"ini minumlah agar tidak gugup". ucap Shazia sambil memberikan botol minum


Dea mengambil botol minuman tersebut dan langsung meminumnya karena memang dia benar benar sedang gugup apalagi lima menit lagi dia akan masuk ke ruang persidangan


"Shazia doakan aku ya semoga lancar". ucap Dea yang bersiap untuk masuk ke dalam


"iya". jawab singkat Shazia


Dea berdoa sebelum masuk ke ruangan seng tangan yang gemetar Dea mendorong pintu itu. setalah Dea masuk Shazia menyandarkan tubuhnya. sambil menunggu Dea Shazia membuka ponselnya dan mengaktifkan ponselnya. selama di pesantren Shazia menonaktifkan ponselnya dan menyimpannya di tempat yang aman jika untuk berkomunikasi dengan ayah Shazia mengunakan jam tangan. saat ponsel itu di aktifkan banyak pesan dari Marvin


*anda*


aku akan segera menyelesaikan tugas ku agar kita bisa bersama lagi dan ayah janji jika aku bisa menyelesaikan tugas ini kita bisa menikah


^^^*Marvin*^^^


Marvin begitu cepat membalas pesan yang di kirim oleh kekasihnya. Marvin sangat semangat saat membahas pernikahan karena selama ini ayahnya Shazia selalu menolak lamarannya


*anda*


benar, ayah sudah berjanji padaku Marvin. tapi aku harus berhasil menyelesaikan tugas ini dulu


^^^*Marvin*^^^


^^^apa perlu bantuan agar tugasnya cepat selesai dan kita bisa menikah^^^


Shazia dan Marvin berpacaran sudah hampir tujuh tahun tapi belum mendapatkan restu dari ayah Shazia. mereka berpacaran saat duduk di bangku sekolah menengah atas sampai sekarang


*anda*

__ADS_1


tidak perlu sayang karena tugas ini sangat rahasia hanya aku dan ayah yang tau. jadi aku harap kali ini kamu jangan ikut


^^^*Marvin*^^^


^^^baiklah yang pernah jaga hatimu jangan sampai sia sia kita pacaran sudah tujuh tahun tapi kamu jatuh cinta sama yang lain^^^


Selama ini saat Shazia menjalankan tugas Marvin sering membantu Shazia. Marvin adalah salah satu anak buah ayahnya Shazia dan dengan keberaniannya Marvin mendekati Shazia walaupun ayahnya tidak memberikan restu tapi Marvin selalu berusaha untuk menjadi terbaik di depan ayahnya Shazia


^^^*Anda*^^^


^^^hati ini sudah terpaut denganmu tidak akan berpaling dengan yang lain^^^


setelah mengirimkan pesan itu Shazia langsung mematikan ponselnya dan menyembunyikannya agar tidak ketahuan oleh dea.


saat masih ingat bagaimana dia bisa jatuh cinta pada Marvin yaitu saat dulu dia baru masuk sekolah menengah atas Shazia mendapatkan tugas dari ayah dan tidak bisa menyelesaikan tugas tersebut sehingga membuat ayahnya marah dan menghukum Shazia dengan cara Shazia di tinggalkan di tengah hutan. tentu saja disana Shazia menangis apalagi dengan keadaan yang sudah malam dan sialnya Shazia bertemu dengan harimau. betapa takut Shazia waktu itu karena saat dia berlari harimau itu masih mengejarnya. malam ini Shazia sudah pasrah saat kakinya sudah di gigit harimau tapi tiba-tiba ada seorang pemuda yang menolongnya. keberanian pemuda itu membuat Shazia kagum.


"Marvin andai malam itu kamu tidak ada mungkin aku sudah mati di terkam harimau". ucap Shazia sambil mengusp kakinya tepat di bagian yang di gigit harimau


"lalu bagaimana bisa aku jatuh cinta pada orang lain di saat kamu sudah memenuhi hatiku sejak malam itu". sambung Shazia dan menarik kembali kaos kakinya


"Shazia". ucap Dea dan langsung memeluk Shazia erat


"aku lulus Shazia". ucap Dea


"sungguh" tanya Shazia dan Dea menanggukan kepalanya


"selamat Dea". ucap Shazia


"terima kasih Sha, akhirnya sudah tidak ada beban lagi dan aku bisa mempertahankan beasiswa ku sampai aku selesai ". ucap Dea dengan senang


sebagai anak yatim piatu yang memiliki semangat dan berkeinginan untuk kuliah membuat Dea nekat untuk mengikuti tes beasiswa di beberapa universitas hingga akhirnya dia di nyatakan keterima dan mendapatkan beasiswa di salah satu universitas yang tidak jauh dari pesantren.


sebelum pulang ke pesantren mereka mampir ke warung makan untuk makan siang terlebih dahulu


"hari ini yang traktir ". ucap Dea


"tidak perlu Dea, aku bisa bayar sendiri ". ucap Shazia Katena dia tau bagaimana kondisi finansial Dea

__ADS_1


"tidak apa apa hanya sekali". jawab Dea dan akhirnya Shazia menanggukan makanan


saat sedang makan mata Shazia bertatap dengan mata sang ayah yang menatapnya dengan tajam, seolah olah mengatakan kenapa malah bersenang senang bukannya menjalankan tugasnya. Shazia menarik nafasnya pasti setalah ini dia akan mendapatkan hukuman dari sang ayah karena dia mendapatkan pesan bahwa malam ini disuruh untuk pulang.


__ADS_2