
sedangkan di tempat lain tepatnya di sebuah hotel seorang wanita sedang berdiri di bawah shower sambil menangis. iya dia adalah ustadzah Dila yang beberapa jam lalu baru saja mengikuti hawa nafsu Derrel karena jika dia menolak Derrel akan menyebarkan video mereka dan di dalam video itu wajahnya sangat jelas sedangkan wajah Derrel sama sekali tidak terlihat bahkan keberadaan ustadz Ghazali juga tidak ada di video itu. ustadzah Dila tidak menyangka bahwa Derrel merekamnya.
setelah puas Khadijah keluar dari kamar mandi dan tidak melihat keberadaan Derrel bahkan pakaian milik pria itu tidak ada, ustadzah Dila mengambil pakaian yang berserakan lalu memakai. ustadzah Dila mengahampiri nakas lalu mengambilnya. dia melebarkan matanya ketika melihat foto itu adalah dirinya tanpa busana.
"kamu sungguh cantik seperti ini". tulisan di balik fotonya
ustadzah Dila merobek foto itu lalu membuangnya di tempat sampa. ustadzah Dila segera keluar dari hotel itu dan kembali ke pesantren. sesampainya di pesantren ustadzah Dila mendengar beberapa santri membicarakan istri ustadz Ghazali yang sudah kembali
"kalian sedang membicarakan apa". tanya ustadzah Dila
"itu ustadzah tadi ustadz Ghazali sudah kembali bersama istrinya". jawab salah satu santri
ustadzah Dila mengepalkan tangannya dan tanpa mengucapkan apapun ustadzah Dila meninggalkan para santriwati. saat melihat Derrel ustadzah Dila menghampiri
plak
Derrel memang pipinya yang tiba tiba di tampar dan kejadian itu tidak ada yang tau karena sepi
"Kamu bohong padaku ha, kamu bilang dia tidak akan bisa kembali ke pesantren ini tapi apa kenyataannya". ucap ustadzah Dila dengan penuh kemarahan
"sst jangan marah marah, tadi habis di beri yang enak enak jangan marah marah dong". ucap Derrel
"aku tidak mau tau kamu harus membantu ku agar aku bisa bersama ustadz Ghazali, kamu harus bisa karena aku sudah mengorbankan segalanya". ucap ustadzah Dila
"kamu tenang saja, aku jamin kamu bisa bersamanya asal kamu nurut dengan ku". ucap Derrel
"kenapa Zia bisa keluar dari pulau hitam itu, apa ayah melepaskan Zia". ucap Derrel dalam hati
"aku akan menuruti keinginan tapi tidak dengan berhubungan badan ". jawab ustadzah Dila
"pokoknya aku mau segera mungkin ustadz Ghazali menjadi milikku "
setelah mengatakan itu ustadzah Dila meninggalkan Derrel sedangkan Derrel nampak acuh dengan apa yang dikatakan ustadzah Dila
sesampainya di kamar ustadzah Dila membaringkan dirinya di ranjang dan menatap langit langit kamar dan memikirkan Permintaan orang tua.
beberapa hari yang lalu orang tuanya menelpon dirinya dan berkata ingin menjodohkan dirinya dengan anak temannya papa, ustadzah Dila belum memberikan jawaban atas permintaan orang tuanya.
__ADS_1
"andai itu ustadz Ghazali pasti aku langsung menerimanya ". udah ustadzah Dila
Marvin yang mendengar Shazia sudah di temukan merasa senang, Marvin berdiri di bawah pohon depan rumah yang Shazia tempati.
"nak apa yang kamu lakukan di sini". ucap Khadijah
"eh itu Tante sedang berteduh karena panas ". jawab Marvin dan Khadijah hanya menganggukkan kepalanya karena memegang cuacanya sedang panas
"Tante masuk dulu". ucap Khadijah
"iya Tante ". jawab Marvin
Khadijah masuk ke dalam rumah putranya, sesampainya di dalam rumah Khadijah melihat putranya yang sedang menenangkan istrinya yang sedang menangis
"Ghazali kamu apakan menantu mama". ucap Khadijah dan menarik telinga putranya
"nak ada apa". tanya Khadijah
"hiks hiks mas makan ayam rica rica ku". jawab Shazia
Khadijah menatap ke arah piring yang ada di dekapan Shazia dan ternyata itu masih banyak
"sudah nanti mama buatkan lagi, ini juga masih banyak ". ucap Khadijah
Shazia menganggukkan kepalanya lalu mengusap air matanya
Ghazali menggaruk kepalanya yang tidak gatal, niatnya ingin menjahili istrinya yang selalu membawa ayam rica rica kemana saja malah membuat istrinya menangis. Shazia masuk ke dalam kamar bersama ayam rica rica
"yang sabar hormon ibu hamil itu baik turun ". ucap Khadijah yang mengusap lengan putranya
"iya ma, tadi niatnya Ghazali hanya becanda ternyata walaupun makan satu potong saja membuat moodnya buruk ". jawab Ghazali
"menghadapi istri yang sedang hamil harus banyak bersabar ". ucap Khadijah
"masuklah dan minta maaf pada istrimu ". sambung Khadijah dan Ghazali menganggukkan kepalanya
"maafkan mas ya". ucap Ghazali dan memeluk istrinya dari belakang
__ADS_1
"iya ". jawab Shazia singkat
"mas mau". ucap Shazia dan menyodorkan sendok yang berisi rica rica ke depan mulut Ghazali
"untuk mu saja sayang". jawab Ghazali
"ayo makan mas". ucap Shazia
"nanti kamu marah lagi". ucap Ghazali
"tidak ayo makan, kalau mas tidak makan aku marah nih". ucap Shazia
Ghazali membuka mulutnya dan Shazia menyuapi suaminya, senyum Shazia terbit di sudut bibirnya. Ghazali ikut terseyum melihatnya
"benar katanya mama hormon ibu hamil itu sering berubah ubah padahal beberapa menit yang lalu dia tidak mau berbagi ". ucap Ghazali dalam hati
Ghazali mengusap puncak kepala istrinya dengan gemas
"mas apa dia bisa bertahan di sini sampai lahir ". tanya Shazia karena dia takut ayahnya akan mencelakainya lagi
"dia kuat seperti mu pasti dia akan lahir dengan selamat dan tidak ada satupun yang bisa melukainya ". ucap Ghazali dan memegang perut istrinya
"aku tidak tidak bisa menjaganya ". ucap Shazia
"kita akan menjaga bersama sama". ucap Ghazali
mereka berdua sama sama berada di dalam keheningan, Shazia menyadarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Shazia memikirkan tentang dirinya dan juga keselamatan janinnya, dia seorang mafia pasti dimanapun keberadaannya pasti akan ada bahaya baik itu dari ayahnya atau musuh musuh yang pernah dia kalah. Shazia takut asal usulnya membuat anaknya nanti dalam bahaya
Shazia mengusap perutnya dengan pelan
"semoga kamu selalu baik baik saja". ucap Shazia dalam hati
💙💙💙💙
duobel up nih hari ini, rencana aku mau up satu kali lagi jika komentar tembus 10 komentar dan komentarnya bukan hanya yang tulisan "lanjut kak" tapi sedikit panjang
yuk jika tembus 10 komentar nanti hari Sabtu dan minggu double untuk
__ADS_1