
ceklek
dokter keluar dari ruangan dan Ghazali langsung menghampirinya
"bagaimana keadaan istri saya dok". tanya Ghazali
"istri dan kandungannya baik baik saja tapi...". dokter menjeda ucapannya
"tapi apa dok". tanya Ghazali
"tapi kemungkinan saat dilahirkan nanti mereka akan tumbuh tidak seperti anak lainnya". ucap dokter tersebut
"maksud dokter anak saya akan memiliki kelainan". tanya Ghazali
"iya karena adanya zat kimia yang masuk ke dalam tubuh istri bapak seperti Phenytoin, merupakan kandungan obat antiepilepsi yang diketahui memicu kelainan jantung dan mikrosefalus pada bayi. apalagi zat ini di campur dengan obat penggugur kandungan dan dosis yang di berikan tidak hanya sedikit apalagi ini masih di trimester pertama kehamilan ". jawab dokter ( catatan : mungkin jika ada yang tau lebih banyak Soal zat ini bisa komen yang saya hanya berbekal sumber dari google)
Ghazali menarik nafasnya saat mendengar apa yang di sampaikan oleh dokter. ustadz Ilham yang melihat mengusap bahu Ghazali.
"bolehkah saya menemui istri ku". tanya Ghazali dan dokter menganggukan kepalanya
Ghazali membuka pintu secara perlahan dan menghampiri Shazia yang berada di atas ranjang
"mas". ucap Shazia
"ada yang sakit sayang". tanya Ghazali dan Shazia mengelengkan kepalanya
"mas pernah bilang padaku bahwa Allah akan mengabulkan apa yang kita inginkan jika kita berdo'a dan taat kepada nya kan". tanya Shazia dan Ghazali menanggukan kepalanya
"mas selama ini selalu taat kepadanya kan jadi mintalah bahwa apa yang di katakan dokter tadi tidak benar dan mereka akan lahir tanpa kekurangan apapun". ucap Shazia sambil memegang perutnya
"bisakan Allah yang mengabulkan permintaan mu". sambung Shazia
"sayang kita akan berdoa bersama sama agar anak anak kita lahir seperti anak lainnya, tapi ketika kita sudah berdo'a tapi Allah tidak mengabulkan berarti Allah punya rencana lain untuk kita, jadi mas minta ketika mereka lahir dengan keadaan apapun nantinya kamu jangan membencinya ya". ucap Ghazali sambil menggenggam tangannya Shazia
__ADS_1
"karena mereka sudah memiliki takdir yang tertulis jadi sekarang adalah kita berusaha berdo'a minta terbaik untuk anak anak kita ". sambung Ghazali dan Shazia menganggukkan kepalanya
Ghazali mencium kening istrinya cukup lama dan Shazia memejamkan matanya
"ya Allah lapangan hati kami nanti dan hamba mohon berikan balasan pada orang yang ingin jahat pada kami ". ucap Ghazali
Ghazali mengusap usap perut istrinya dengan pelan dan Shazia memperhatikan tangan suaminya yang ada di atas perut
"pasti nanti mereka akan jadi anak anak yang kuat karena sekarang saja mereka sudah kuat dan masih bertahan di sini". ucap Ghazali
ustadz Ilham dan Sintia masuk ke dalam ruangan
"gimana keadaan mu nak". tanya Sintia
"sudah baikan Tante". jawab Sintia
"Ghazali om dan Tante tidak bisa lama lama di sini , kami berdua harus segera pulang" ucap ustadz Ilham
"iya om tante tidak apa apa, terima kasih sudah menolong Ghazali". ucap Ghazali
"iya om, titip pesan pada Ari". ucap Ghazali
"iya nanti om sampai, Ari juga bilang jika ada waktu kosong akan main ke tempat mu". ucap ustadz Ilham
"om tante pamit dulu, assalamualaikum ".
"waalaikumussalam om tante ".
ustadz Ilham dan Sintia meninggalkan rumah sakit.
"apa aku akan menginap di rumah sakit lagi ". tanya Shazia
"besok baru boleh pulang sayang ". jawab Ghazali
__ADS_1
"mas tidak mengabari mama". tanya Shazia
"ini mas baru mau mengabari mama bahwa hari kita tidak bisa pulang karena sedang liburan ". ucap Ghazali
"liburannya di rumah sakit ". ucap Shazia
Ghazali mengambil ponselnya dan menghubungi mama bahwa mereka hari ini tidak pulang karena Shazia harus di rawat di rumah sakit dan Ghazali juga mengatakan bahwa Shazia dan kandungan baik baik saja
"harus mas menikah dengan perempuan lain dan pasti tidak akan seperti ini, ini pasti ayah yang melakukannya". ucap Shazia dalam hati
sedangkan di tempat lain di dalam mobil dua orang yang berbeda jenis kelamin sedang sedikit berdebat
"derrel sebenernya itu cairan apa, jawab jujur". tanya ustadzah Dila
"jawab Derrel jangan diam saja, setelah Shazia memakan makanan yang sudah di campur dengan cairan itu dia kesakitan dan sampai masuk rumah sakit, bagaimana jika dia meninggal". ucap ustadzah Dila
"tenang saja dia tidak akan meninggal karena cairan tersebut". jawab Derrel dan melajukan mobilnya
"terserah jika sampai terjadi sesuatu dengannya kamu yang tanggung jawab". ucap ustadzah Dila
Derrel tetap saja santai dan tidak menanggapi ucapan ustadzah Dila. Derrel melajukan mobilnya menuju suatu tempat
"Derrel ini bukan jalan menuju pesantren". ucap ustadzah Dila
"ya memang bukan karena kita akan bersenang-senang sebentar sebelum kembali dan lagian aku tidak mungkin membawa mobil ini ke pesantren ". jawab Derrel
"Derrel cukup ya atau tidak mau, sekarang berhenti aku turun di sini saja". ucap ustadzah Dila
Derrel malah melajukan mobilnya dengan kencang hingga memasuki sebuah bangunan. saat mobil berhenti ustadzah Dila langsung turun dan berlari tapi beberapa orang berbadan besar menghadangnya dan dengan santai Derrel menghampirinya.
"ayo masuk ". ucap Derrel dan mencekal tangan ustadzah Dila
"Derrel aku tidak mau ya, lepaskan aku". ucap ustadzah Dila
__ADS_1
Derrel dengan kekuatan penuh Derrel menarik ustadzah Dila memasuki bangunan itu