Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Pameran Di Lapangan Desa


__ADS_3

Ghazali mengambil sendok sayur yang jatuh lalu mencucinya dan memberikan kepada Shazia. Shazia mengambil sendok itu. Khadijah menghampiri putranya dan menantunya.


"Shazia ini sudah matang nak, letakkan dalam mangkuk ini". ucap Khadijah


"iya tante". jawab Shazia


"nak kamu sudah menikah dengan Ghazali jadi jangan panggil Tante, panggil mama seperti Ghazali Karena sekarang kamu juga anakku". ucap Khadijah dan Shazia menanggukan kepalanya


semua makanan sudah terhidang di meja makan. Khadijah, Ghazali, Shazia dan Tiara kini sedang menikmati sarapan mereka. untuk pertama kalinya Shazia merasakan makan bersama seperti ini sedangkan di rumah dulu tidak pernah ada makan secara bersama seperti ini.


"mba sayang sekali mas Ibra tidak ada, jika mas Ibra masih hidup pasti sangat bahagia melihat Ghazali sudah menikah". ucap Tiara dan Khadijah hanya menanggukan kepalanya


"jadi ustadz Ghazali sudah tidak punya ayah, pantas sejak aku datang hanya melihat mamanya". monolog Shazia dalam hati


"Ghazali hari ini ada pameran di lapangan desa, kamu bisa ajak istrimu kesana hitung hitung sedang bulan madu dan siapa tau saat kalian kembali ke pesantren Shazia sudah isi". ucap Tiara


"apalagi tadi pagi Tante lihat kamu sudah mandi ". goda Tiara


"Tante sudah tidak sabar melihat anak kalian ". sambung Tiara


uhuk uhuk


Shazia tersedak saat Tante Ghazali membicarakan soal anaknya. Ghazali yang melihat Shazia terbatuk langsung memberikan air minum dan tanpa mereka sadari bahwa gelas yang Ghazali berikan pada Shazia adalah gelas milik Ghazali yang air sudah di minum


"do'akan saja Tante ". ucap Ghazali


Shazia menatap tajam ke arah ustadz Ghazali saat mendengar perkataannya dan kakinya yang ada di bawah meja langsung menginjak kaki ustadz Ghazali sedang Ghazali menahan rasa sakit Karena tenaga Shazia cukup kuat.


setelah selesai makan Ghazali akan mengajak Shazia ke pameran yang ada di lapangan, kini mereka berdua sedang berboncengan naik sepeda motor.


"jangan harap pernikahan ini akan berjalan dan sampai memiliki anak". ucap Shazia


"karena aku tidak menginginkan pernikahan ini". sambung Shazia


"saya akan mempertahankan pernikahan ini sampai berada di titik bahagia bersama anak anak kita karena bagi saya pernikahan bukanlah sebuah permainan , ketika sebuah akad terucap maka ada sebuah tanggung jawab yang harus saya jalankan ". ucap ustadz Ghazali


"lihatlah saja sejauh mana kamu mampu mempertahankan pernikahan ini karena aku akan melakukan apapun sampai terbebas dari pernikahan ini". ucap Shazia


"lakukan apa saja yang kamu mau tapi saya yakin usaha mu akan sia sia saja". ucap ustadz Ghazali lalu melajukan motornya dengan kencang sehingga membuat Shazia langsung memeluk ustadz Ghazali


"sebenarnya apa yang dia inginkan, apa dia menjadi pernikahan ini untuk membongkar identitas ku, aku harus hati hati apalagi tugas belum selesai tapi kemarin Abah mengetahui nama ayah apa Abah sudah tau identitas ku jika iya aku bisa memaafkan pernikahan ini agar aku bisa bertahan di persantren sampai apa yang aku cari ketemu dan setelah selesai aku tinggal membuat ustadz ini menceraikan ku, lagian aku hanya ingin menikah dengan Marvin ". monolog Shazia dalam hati


sesampainya di lapangan desa , anak anak langsung mengahampiri ustadz Ghazali


"assalamualaikum ustadz ". ucap anak anak secara bersama sama dan mencium punggung tangan Ghazali

__ADS_1


"wassalamu'alaikum anak anak". ucap ustadz Ghazali


"apa nanti ustadz akan kembali lagi ke pesantren ". tanya salah satu anak


"iya". jawab ustadz Ghazali


sedangkan Shazia memperhatikan ustadz Ghazali yang sedang berinteraksi dengan anak anak


"yah padahal kami rindu diajari ngaji sama ustadz ". ucapnya


"tenang ustadz akan berada di sini selama satu bulan jadi ustadz punya waktu satu bulan untuk mengajari kalian mengaji". ucap ustadz Ghazali


"sungguh ".tanya anak anak dan ustadz Ghazali menanggukan kepalanya


"ustadz ini pasti bidadarinya ustadz ". tanya anak anak dan ustadz Ghazali hanya tersenyum


"siapa namanya ustadz ".


"coba kalian tanya ". ucap ustadz Ghazali


"assalamualaikum bidadarinya ustadz Ghazali ". ucap anak anak dan Shazia mengkerutkan dahinya saat mendengar perkataan anak anak


"wassalamu'alaikum anak anak ". Jawab Shazia


"Shazia ". jawab Shazia dengan singkat


"bidadarinya ustadz sangat cantik, lebih cantik kak Shazia daripada kak Zulfa ". ucap salah satu anak anak


"anak anak apalagi kalian tidak ingin menikmati pameran ini, sebaiknya kalian nikmati permainan yang ada di sini mumpung masih ada sebelum pameran pindah ". ucap ustadz Ghazali


"baiklah ustadz kami pergi assalamualaikum ".


"waalaikumussalam ". jawab ustadz Ghazali


tanpa menunggu persetujuan dari Shazia ustadz Ghazali langsung mengandeng tangan Shazia sedangkan Shazia sendiri tidak bisa menolaknya. Dari kejauhan Zulfa mengepalkan tangannya saat melihat bagaimana ustadz Ghazali memperhatikan Shazia


"kamu ingin naik sesuatu". ucap ustadz Ghazali


"tidak usah sok perhatian ". ucap Shazia dan berusaha melepaskan genggaman tangannya tapi ustadz Ghazali semakin mengeratkan genggamannya


"kamu istriku dan sudah seharusnya aku perhatian padamu ". ucap ustadz Ghazali sambil tersenyum


"ustadz tidak tau siapa saya jadi tidak usah perhatian seperti pasangan suami istri sungguhan ". ucap Shazia


"Kita memang suami istri sungguh dan itu say secara agama ataupun negara, bahkan saat aku mengucapkan akad tersemat nama ayah kandung mu". ucap ustadz Ghazali

__ADS_1


Shazia rasanya ingin berteriak saat melihat sikap ustadz Ghazali yang begitu menyebalkan.


meong


meong


Shazia yang melihat kucing yang ada di kakinya langsung melompat dan untuk saja ustadz Ghazali dengan sigap menangkap Shazia hingga Shazia berada di dalam gendongannya


meong


meong


"ayo pergi dari sini". ucap Shazia


ustadz Ghazali dapat merasakan tubuh Shazia yang bergetar dan itu mengingatkan pada waktu itu Shazia yang pingsan akibat kucing. Ghazali langsung berjalan menjauhi kucing dan pemandangan itu di lihat oleh semua orang termasuk para gadis yang ada di sana yang berharap menjadi istri ustadz Ghazali. Ghazali menunjukkan Shazia di kursi


"tunggu sini saya mau beli minum dulu". ucap ustadz lalu meninggalkan Shazia sedangkan Shazia yang ketakutan Karena kucing


byur


Shazia terkejut saat ada yang menyiram wajahnya dan itu langsung membuat Shazia menatap ke arah orang tersebut. tatapan tajam yang Shazia lakukan membuat orang itu takut dan menelan ludah kasar.


"berani kamu menyiram ku". ucap Shazia dan langsung berdiri


"ke kenapa tidak berani, ini pantas untuk orang yang merebut tunangan orang". ucap Zulfa


"aku tidak merebut apapun dari mu lagian aku juga tidak mengenal mu". ucap Shazia


"aa' Ghazali kamu merebutnya dari ku". ucap Zulfa


"Zulfa". ucap ustadz Ghazali dengan dingin


Zulfa terkejut saat mendengar nada suara Ghazali yang begitu dingin


"jangan membuat berita yang tidak benar, dan satu lagi Shazia tidak merebutku dari siapapun dan satu lagi saya bukan tunangan mu". ucap ustadz Ghazali


ustadz Ghazali langsung membawa Shazia pergi dari sana agar menghindari keributan sedangkan Zulfa mulai malu saat orang orang berbisik-bisik tentangnya karena beberapa orang tau saat dirinya menolak lamaran ustadz Ghazali


setelah sampai di motor, ustadz Ghazali melepas sorbannya lalu di gunakan untuk mengelap wajah istrinya yang basah sedangkan Shazia menatap ustadz Ghazali tanpa berkedip apalagi saat pandangan mereka berdua bertemu di tambah senyuman yang ustadz Ghazali tunjukkan


💙💙💙💙


Hay Hay aku membawa sebuah novel yang sangat memukau dan wajib di baca jangan sampai ketinggalan, yuk langsung ketik di kolom pencarian dengan judul "Kepingan Hati Di Langit Qatar" karya "Chika Ssi"


__ADS_1


__ADS_2