
setelah mendapatkan pengobatan Ghazali dan Shazia berjalan menuju ruang rawat, sesampainya disana mereka melihat Khadijah yang sedang menenangkan Rayhan dan Rayyan.
"nak kamu habis dari mana". ucap Khadijah saat melihat menantunya
"maaf ma Zia tadi menyusul mas Ghazali". ucap Shazia
"Ghazali kamu baik baik saja kan". tanya Khadijah
"Alhamdulillah aku baik baik saja ma". jawab Ghazali
oek
oek
oek
tangis Reyhan dan Rayyan semakin kencang. Shazia dan Ghazali menghampiri anak mereka lalu mereka mengendong anaknya. Reyhan langsung diam ketika di gendong oleh Shazia dan Rayyan pun langsung diam saat di gendong Ghazali
Khadijah tersenyum melihat pemandangan yang ada di depannya
"ya Allah jangan engkau ambil kebahagiaan yang mereka rasakan". do'a Khadijah
Shazia dan Ghazali sedang menimang anak mereka, Shazia dan Ghazali tersenyum ketika melihat Reyhan dan Rayyan tersenyum.
setelah beberapa hari di rawat akhirnya Shazia di perbolehkan pulang. Ghazali mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Shazia dan Khadijah berada di belakang bersama Reyhan dan Rayyan
"mas pesantren kelewatan". Ucap Shazia ketika mobil Ghazali melewati gerbang masuk pesantren
"mas ingin menunjukkan sesuatu pada mu". ucap Ghazali
Ghazali membelokkan mobilnya ke sebuah rumah yang cukup mewah. Shazia menatap rumah tersebut dengan sebuah pertanyaan.
"mas kenapa kita kesini dan ini rumah siapa". tanya Shazia
__ADS_1
"rumah kita sayang". jawab Ghazali
"rumah kita". tanya Shazia
"iya, sebenarnya rumah ini sudah lama mas beli setelah menikahi mu". jawab Ghazali
"lalu kenapa selama ini kita tinggal di pesantren". tanya Shazia dan Ghazali tersenyum lalu menghadap ke belakang
"waktu itu belum seperti sekarang, waktu itu mas harus benar benar mengawasi mu agar tidak kembali ke dunia Mafia, jadi kalau tinggal di pesantren mas sangat mudah mengawasi mu sayang". jawab Ghazali
Ghazali turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk mamanya kemudian membukakan pintu untuk Shazia, Ghazali mengulurkan tangannya dan Shazia menerima uluran tangan suaminya lalu turun dari mobil.
Ghazali membawa Shazia dan mamanya masuk ke dalam rumah
"assalamualaikum". Ucap Ghazali ketika membuka pintunya
Shazia menatap seisi rumah berlantai satu yang begitu rapih dan terawat
"tidak, mas menyewa orang untuk membersihkan rumah ini". jawab Ghazali
Ghazali membawa Shazia ke dalam kamar mereka, saat masuk ke dalam kamar Shazia melihat sudah ada dua box bayi.
"mama, sayang letakkan Reyhan dan Rayyan ke dalam box bayi ". ucap Ghazali
Khadijah dan Shazia meletakkan Reyhan dan Rayyan yang masih tertidur dengan pulas. Ghazali menuntun istrinya ke arah ranjang untuk beristirahat.
"istirahatlah sayang ". ucap Ghazali dan Shazia menanggukan kepalanya
"ma Ghazali tunjukkan kamar mama". ucap Ghazali
Ghazali membawa mamanya ke kamar yang tidak jauh di kamar mereka, di rumah tersebut ada empat kamar, satu kamar untuknya dan shalat, satu kamar untuk mamanya dan dua lagi untuk kamar tamu tapi ketika Reyhan dan Rayyan sudah besar maka kamar itu akan di tempati oleh mereka
"ini kamar mama, Ghazali harap mama betah tinggal di sini dan tidak perlu kembali ke kampung". ucap Ghazali
__ADS_1
"mama pasti betah Ghazali soalnya ada Reyhan dan Rayyan". jawab Khadijah
"mama istirahat juga ya". ucap Ghazali dan Khadijah menanggukan kepalanya
"Ghazali kembali ke kamar ya ma". ucap Ghazali
"iya nak". jawab Khadijah
Ghazali keluar dari kamar mamanya dan masuk ke dalam kamar. Ghazali tersenyum saat melihat istrinya yang sedang terlelap. Ghazali tau pasti istrinya sangat lelah apalagi saat di rumah sakit Reyhan dan Rayyan sangat rewel dan akan diam ketika sedang minum Asi.
cup
Ghazali mencium dahinya istrinya lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping Shazia.
sedangkan di sebuah penjara Derrel di Giring polisi untuk melakukan persidangan atas kejatahan. ketika melewati ruang jenguk Derrel melihat Dila yang juga mengunakan baju tahanan dan saat itu pandangan Derrel tidak sengaja melihat ke arah perut Dila yang membuncit. Dila menoleh ke samping dan pasangannya langsung bertatapan dengan Derrel. Dila mengepalkan tangannya ketika melihat Derrel.
"bagus dia masuk penjara, semoga saja hukumannya berat". ucap Dila dalam hati
"Dila besok kita cek ke dokter ya soal kandungan mu". ucap ibunya Dila
"Dila tidak mau Bu". jawab Dila
"Dila sejak kamu hamil kamu belum pernah memeriksakan kandungan mu, kita periksa agar kita tau keadaan janinnya". ucapnya
"semoga saja keadaannya janinnya buruk agar tidak selamat ketika dilahirkan". jawab Dila
"istighfar Dila". ucap ibunya
"jika kedatangan ibu kesini hanya meminta mu untuk cek kandungannya, sebaiknya mama pulang dan aku berharap anak ini mati saja ". ucap Dila
Dila berdiri dan masuk ke dalam meninggalkan ibunya
"ya Allah aku telah gagal menjadi ibu dan aku Gagal mendidik anakku ". ucapnya
__ADS_1