
setelah selesai sholat mereka langsung tidur dan saling memunggungi karena untuk pertama kalinya mereka tidur bersama. Humaira terkejut saat ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya dan itu sukses membuat jantung Humaira berdetak sangat cepat. Humaira memejamkan matanya untuk mengurangi rasa gugupnya. bukan hanya Humaira yang merasakan gugup tapi juga Gus Amer merasakan hal yang sama
"Humaira". panggil Gus Amer
"iya Gus". jawab Humaira dengan gugup
"kamu tidak melepas hijabmu". tanya Gus Amer
"tidak Gus". jawab Humaira
"kenapa". tanya Gus Amer
"a aku malu dan tidak biasa melepaskan hijab di hadapan seorang pria". jawab Humaira
bahkan Humaira sendiri tidak pernah melepaskan hijabnya di depan ayahnya
"tapi sekarang aku suamimu, buka ya aku ingin melihat rambutmu". ucap Gus Amer dan Humaira hanya diam saja
"iya Gus". jawab Humaira
Gus Amer mengarahkan tangannya ke hijab Humaira untuk melepaskan hijabnya dan Humaira sedikit mengangkat kepalanya agar memudahkan Gus Amer melepaskan hijabnya
"ikat rambutnya aku lepaskan ya". ucap Gus Amer dan Humaira menanggukan kepalanya
saat rambutnya sudah terurai itu membuat Gus Amer terpana dengan rambut hitam milik Humaira, Gus Amer mengertakan pelukannya pada Humaira dan itu semakin membuat keduanya gugup. lama kelamaan mereka terlelap begitu dengan damai. jam dua pagi Gus Amer membuka matanya dan pemandangan pertama yang di lihat adalah wajah damai istrinya. senyuman terbit di bibir Gus Amer menyingkirkan anak rambut Humaira yang menutupi wajahnya. Gus Amer mengusap pipi Humaira
"Humaira bangun". bisik Gus Amer
"hmmm". gumam Humaira dan menyeratkan pelukan karena mengira Gus Amer adalah guling
"Humaira bangun yuk kita sholat tahajud bareng". bisik Gus Amer
merasa usapan yang ada di pipinya membuat Humaira secara perlahan membuka matanya dan saat matanya terbuka Humaira terkejut dan langsung melepaskan pelukannya
"ada apa". tanya Gus Amer yang ikut bangkit
"maaf Gus , Humaira lupa kalau sudah menikah". jawab Humaira dan itu membuat Gus Amer terkekeh
__ADS_1
"ayo wudhu dan setelah itu sholat tahajud". ucap Gus Amer dan Humaira menganggukkan kepalanya
dengan khusyuk mereka melakukan sholat dan setelah sholat mereka mengaji bersama sambil menunggu adzan subuh tiba. Gus Amer membenarkan bacaan istrinya ketika ada yang salah. Gus Amer mengusap kepala istrinya yang tertutup Mukenah
"Gus". panggil Humaira
"iya". jawab Gus Amer
"boleh Humaira tanya sesuatu". tanya Humaira
"silahkan mau tanya apa". jawab Gus Amer
"kenapa Gus milih saya untuk menjadi istri Gus sedang saya hanya orang biasa dan bukan Ning". tanya Gus Humaira
"semua orang itu sama mata allah tidak ada bedanya kenapa saya milih kamu karena saya hanya ingin kamu yang menjadi pendamping saya dan juga jadi ibu anak anak saya, hati saya memilih kamu". jawab Gus Amer sambil tersenyum
pagi telah tiba kini Gus Amer akan membawa Humaira ke pesantren An-Nur dan tentu saja orang tua Humaira sudah menyetujui hal itu.
"Humaira jadi istri yang baik untuk gus Amer dan juga jadi menantu yang baik juga jangan buat malu dengan keluarga mu, jika ada masalah dengan Gus Amer selesai secara baik baik bersama Gus Amer dan Jangan sampai masalah kalian di dengar orang lain, karena pernikahan itu menyatu dua orang yang memiliki sifat dan Sikap yang berbeda dan kamu akan mengetahui seperti apa sifat Gus Amer yang sebenarnya setelah tinggal bersama". ucap mama
"Gus, saya titip putrinya saja karena dia hanya anak satu satunya yang saya miliki jika Gus sudah tidak mencintainya atau tidak sanggup hidup bersama putriku kembalikan dia secara baik baik seperti Gus mengambilnya secara baik baik ". ucap ayah Humaira
"ayah , saya akan berusaha menjaga Humaira dengan baik dan saya akan selalu ada di samping Humaira, hanya maut yang akan memisahkan kita ". Jawa Gus Amer
Abah dan umi berpamitan kepada orang tua Humaira dan juga meminta Humaira secara baik baik untuk di bawa pulang. Humaira merasa sedih harus berpisah dengan orang tuanya
"bah di mana Faisal ". tanya umi saat tidak melihat putranya keduanya
"kemarin setelah acara selesai Faisal pamit ke rumah temannya dan tadi pagi saat Abah hubungi dia masih ada di sana". jawab Abah
mereka semua masuk ke dalam mobil , supir melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. di dalam perjalanan mereka saling diam
"Humaira jangan sedih karena Humaira masih bisa mengunjungi kedua orang tua Humaira ". ucap umi saat melihat Humaira sedih
"iya umi". jawab Humaira dengan singkat
sedangkan di pesantren tepatnya di ndalem, Shazia mengunakan kesempatan itu untuk masuk ke kembali ke kamar Abah untuk mencari informasi mengenai seseorang agar segera mendapatkan sesuatu yang akan membuat kelompok mafianya menjadi Mafia yang tertinggi.
__ADS_1
keadaan ndalem yang sepi karena Abah dan keluarga masih di rumah Humaira membuat Shazia sangat leluasa untuk mencarinya apalagi tadi Shazia melihat ustadz Ghazali keluar dari pesantren. Shazia membuka lemari dan semua laci yang ada di kamar Abah.
"kenapa tidak ada pasti Abah memiliki datangnya yang penting". ucap Shazia
"siapa kamu sebenarnya". ucap seseorang dan itu membuat Shazia diam mematung
Shazia membalikkan badannya dan terkejut saat melihat ustadz Ghazali ada di belakangnya
"siapa Kamu dan apa tujuan mu datang ke pesantren ini". ucap ustadz Ghazali
"bukan ustadz sedang keluar". tanya Shazia
"siapa kamu jawab Shazia, sejak awal saja masuk kemari saya sudah curiga dengan mu apa tujuan mu sebenarnya". ucap ustadz Ghazali
"itu bukan urusan mu jika kamu masih mau hidup pergi dari sini dan tutup mulut mu ustadz Ghazali ". ucap Shazia
"saya tidak akan membiarkan orang yang berbuat jahat di pesantren ini". ucap ustadz Ghazali
"aku tidak perbuat jahat, aku hanya mencari sesuatu ". ucap Shazia
Shazia pergi dari kamar Abah dan di ikuti oleh ustadz Ghazali
"Shazia jawab saya siapa kamu sebenarnya dan apa tujuan mu kemari, jika kamu tidak mau menjadi saya laporkan kamu ke Abah ". ancam ustadz Ghazali
"laporan saja , saya tidak takut ". ucap Shazia
ustadz Ghazali menghalangi Shazia yang akan keluar dan itu membuat Shazia geram dan menarik ustadz Ghazali
brugh
Shazia meringis saat punggung membentur lantai dan di atasnya ada ustadz Ghazali. tarikan yang Shazia lakukan membuat mereka berdua terjatuh di lantai
srek
Shazia menyobek lengan gamis dan itu membuat ustadz Ghazali bingung saat ustadz Ghazali akan bangkit Shazia menarik kerah baju ustadz Ghazali
"astaghfirullah". ucap keluarga Abah saat melihat posisi ustadz Ghazali dan Shazia yang begitu intim
__ADS_1