
setelah selesai sholat Shazia berjalan keluar masjid tapi sebelum benar benar meninggalkan masjid seseorang mencekal tangannya dan Shazia langsung memelintir tangan orang itu
"sayang ini aku". ucap ustadz Ghazali sambil meringis karena begitu kuatnya tenaga Shazia
Shazia langsung melepaskan tangan ustadz Ghazali
"lagian bikin orang kaget". ucap Shazia
"Jangan pulang dulu". ucap ustadz Ghazali sambil memijat tangannya
"mau kemana". tanya Shazia dengan Ketus
"ikut aku rapat". ucap ustadz Ghazali
"malas, rapat aja sendiri lagian itu rapat untuk ustadz dan ustadzah ". ucap Shazia dan berjalan
"ikut ". ucap Ghazali dan menarik Shazia menuju ruang kantor
"lepas aku tidak mau ikut ustadz ". ucap Shazia dan memukul tangan ustadz Ghazali
Ghazali tidak akan membiarkan Shazia lepas dari pengawasan karena bisa berbahaya jika di tinggal sendirian. Shazia terus saja memberontak tapi genggaman ustadz Ghazali begitu kuat. Ghazali membawa Shazia masuk sedangkan ustadzah Dila yang melihat itu tidak suka. Ghazali menyuruh istrinya untuk duduk di sampingnya.
"malas banget harus berada di sini, aku harus cari cara agak bisa keluar dari sini ". ucap Shazia dalam hati
rapat itu membahas pembangunan asrama putri, selama berjalannya rapat Shazia memutar bola matanya dengan malas dan paling menyebalkan adalah ketika dia berpura pura ingin ke toilet agar bisa keluar dari ruang rapat itu hanya sia sia karena ustadz Ghazali mengantarkan ke toilet.
pukul sebelas malam tapi rapat juga belum selesai, Shazia menguap dan secara perlahan matanya tertutup. Ghazali melihat kesamping saat Shazia menyandarkan kepalanya. sedangkan yang lainnya hanya mengabaikan saja karena mereka sudah halal. akhirnya setengah dua belas malam rapat telah usai .
"Shazia bangun". ucap ustadz Ghazali menepuk nepuk pipi istrinya
__ADS_1
"Shazia bangun hey rapatnya sudah selesai". ucap ustadz Ghazali
"Ghazali sebaiknya di gendong saja sepertinya istrimu lelah". ucap Abah
"iya bah" jawab ustadz Ghazali
akhirnya Ghazali memutuskan untuk mengendong istrinya dan membawanya pulang, untung saja suasana sudah malam dan para santri sudah tertutup dan jika tidak maka semua santri akan histeris melihat ustadz Ghazali mengendongnya. sesampainya di depan rumah Ghazali menurunkan istrinya di kursi terlebih dahulu untuk membuka pintunya setelah pintu terbuka Ghazali membawa istrinya Masuk. di dalam kamar Ghazali membaringkan istrinya secara perlahan.
setelah memastikan istrinya nyaman Ghazali keluar untuk menutup pintu. Shazia membukanya matanya dan tanpa dia sadari senyum terbit di bibirnya. sebenarnya saat Ghazali membangunkan dirinya dia telah terbangun dan pura pura untuk tidur agar tau apa yang di lakukan suaminya dan tanpa dia duga suaminya menyetujui saran Abah sedangkan Shazia berpikir bahwa suaminya akan berusaha membangunkan dirinya.
Shazia memejamkan matanya kembali ketika Ghazali memasuki kamar. Ghazali melepas sarung dan baju kokonya lalu melepas hijab yang istrinya pakai. Shazia merasakan desiran aneh dalam dirinya ketika Ghazali mencium kening cukup lama.
"selamat tidur istri ku, semoga di akhir besok jauh lebih baik". bisik Ghazali lalu membawa Shazia ke dalam pelukannya
"suka sekali mencuri ciuman untung saja aku bisa mengendalikan dekat jatungku". ucap Shazia dalam hati
Derrel baru saja tiba di pesantren setelah acara pelelangannya selesai.
"bagaimana dengan penawaran ku". ucap Derrel pada ustadzah Dila yang sedang termenung di pinggir kolam
"jika aku setuju apa aku bisa mendapatkan secara utuh". tanyanya
"iya". jawab Derrel dengan santai
ustadzah Dila masih terdiam memikirkan apa yang di ucapkan santrinya itu
"kenapa kamu menginginkan Shazia". tanya ustadzah Dila
"ustadzah tidak perlu tau, hanya jawab setuju atau tidak". ucap Derrel
__ADS_1
"tapi itu termasuk kriminal dan dosa". ucap ustadzah Dila
"jika ketahuan akan berurusan dengan polisi". sambung Ustadzah Dila
"pikirkan baik baik ustadzah, ingin bersamanya atau melihatnya bersama orang lain, kesempatan tidak datang dua kali". ucap Derrel lalu meninggalkan ustadzah Dila yang masih bimbingan
"Dila apa yang kamu lakukan di sini malam malam". ucap ustadzah Aila
"aku hanya menenangkan pikiran ku saja Aila". jawab Ustadzah Dila
"Dila aku sudah kenal dengan cukup lama dan akhir akhir ini kamu sering merenung ada apa". tanya ustadzah Aila dan duduk di sampingnya
"tidak ada apa apa, aku hanya lelah". Iwan ustadzah Dila
"oke baiklah jika tidak mau cerita tidak apa apa, aku hanya menyarankan apa yang kamu alami yang kamu rasakan sekarang jangan sampai membuat mu salah jalan". ucap ustadzah Aila
"sudah malam sebaiknya kita kembali ke kamar Dila, tidak baik baik perempuan malam malam di luar walaupun berada di lingkungan pesantren". sambung Ustadzah Aila
"sudah ayo, aku juga sudah mengantuk". jawab Ustadzah Dila
malam yang sunyi dan angin malam berhembus di lingkungan pesantren membuat penghuninya tertidur dengan nyaman agar memiliki cukup tenaga agar bisa beraktivitas di esok hari
💙💙💙💙
maaf baru update karena dari kemarin pagi jaringan sedang gangguan
Hay aku menemukan novel yang sangat memukau dan wajib untuk di baca, cuss ketik dengan judul "Sang Ratu Malam" karya "Asire"
__ADS_1