Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Mendapatkan Balasan


__ADS_3

ustadzah Dila berjalan memasuki pesantren tetapi saat kakinya melangkah semua santri menatapnya dengan tatapan tidak suka. ustadzah Dila terus berjalan hingga sampai di tempat tinggalnya. tiba tiba rasa gugup dan takut menyelimuti dirinya ketika melihat polisi berada di depannya tempat tinggalnya.


"renang Dila". ucap ustadzah Dila dalam hati dan melangkahkan kakinya


"Abah ini ada apa ya , kenapa polisi ada di sini". tanya ustadzah Dila


"maaf kami membawa surat perintah untuk menangkap anda". ucap polisi


"menangkap saya, saya punya salah apa". tanya ustadzah Dila


"percobaan untuk mencelakai saudara Shazia". ucap polisi


jeduar


"mu mungkin pak polisi salah orang, saya tidak mencelakainya karena saya tidak berada di cafe melati saat kejadian". ucap ustadzah Dila


"tidak ada di kejadian tapi anda tau di mana lokasinya bahkan kami tidak menyebutkan di mana tempatnya". ucap salah satu polisi


"ustadzah bertanggung jawab kan apa yang telah ustadzah lakukan dan bukti sudah ada". ucap Abah


"tidak Abah Dila tidak melakukan itu". ucap ustadzah Dila


"Abah kecewa dengan sikap mu, yang membuat nyawa seseorang dalam bahaya ustadzah". ucap Abah


"tidak Abah, Dila di jebak". ucap ustadzah Dila


"pak jangan saya tidak bersalah, salah tidak melakukan itu, lepaskan saya". ucap ustadzah Dila


ustadzah Dila memberontak saat polisi membawanya masuk ke dalam mobil


"Abah tolong, Dila tidak salah ". ucap ustadzah Dila


para santri berisik bisik ketika mobil polisi mulai menjauh dari pesantren

__ADS_1


"semuanya bubar". Ucap Abah saat melihat para santri berkumpul


sedangkan di tempat lain dua orang sedang berkelahi


bugh


bugh


bugh


Derrel tersungkur di lantai di wajah yang yang penuh logam bahkan untuk bangkit saja sudah tidak mampu. dengan sisa tenaganya Derrel menatap orang itu


"si siapa kamu, kenapa menghajarku dan kamu memiliki kalung itu". ucap Derrel


"jika ingin hidup mu tenang jangan ganggu kehidupan orang lain". ucap orang bertopeng itu lalu pergi meninggalkan club tersebut


"tuan tuan tidak apa apa". ucap anak buahnya


anak buahnya membantu Derrel dan membaringkan ke ranjangnya karena Derrel sudah tidak sadarkan dirinya.


"tadi ada seseorang yang datang kemari dan menghajar tuan Derrel". ucap anak buahnya


Lucas memperhatikan wajah putranya yang penuh dengan lebam dan tidak hanya wajah putranya tapi anak buahnya juga terluka


"Derrel apa yang terjadi ". tanya Lucas saat melihat Derrel membuka matanya


"tadi ada seseorang yang memakai kalung itu dan datang kemari, dia menghajar ku bahkan dia bisa mengalahkan orang orang yang ada disini seorang diri tanpa senjata ayah". Ucap Derrel


"apa yang membuatnya sampai datang kemari, sudah dua kali dia muncul, tapi apa yang membuat kemunculan padahal selama ini sulit untuk mencari kalung itu ". Ucap Lucas dalam hati


"ayah punya kabar baik, aku sudah memberikan sesuatu pada Shazia kemungkinan kandungannya akan mengalami keguguran ". ucap Derrel


Lucas tidak menanggapi ucapan putranya tapi Lucas masih berpikir apa penyebab kemunculannya orang pemilik kalung itu

__ADS_1


"aku harus mencari tau dan dengan begitu aku bisa menyerang kelemahannya untuk menyerahkan kalung tersebut ". ucap Lucas dalam hati


di rumah sakit Ghazali memasuki ruang rawat istrinya dengan perlahan dan dilihat Shazia sedang tertidur. Shazia membuka matanya saat merasakan usapan di kepalanya. saat membuka matanya Shazia melihat senyuman suaminya


"mas dari mana". tanya Shazia


"tadi mas ke kantin sebentar ". jawab Ghazali


"ini kenapa mas". tanya Shazia dan mengulurkan tangannya di ujung bibir suaminya yang terluka


"tadi ada insiden kecil, tidak apa apa". jawab Ghazali


"sekarang makan dan setelah itu minum obat ". ucap Ghazali


Ghazali mengambil piring di meja lalu memberikan pada Shazia dan Shazia memakan.


"sudah mas". ucap Ghazali saat Ghazali akan menyuapinya untuk ke empat kalinya


"ini masih banyak sayang ". ucap Ghazali


"tidak mau". ucap Shazia


Ghazali menghela nafasnya lalu memberikan obat yang di sarankan oleh dokter.


"mas beritahu mama keadaan kandungan ku". tanya Shazia dan Ghazali mengelengkan kepalanya


"mas bagaimana jika saat anak ini lahir tapi mama tidak mau menerimanya karena tidak sempurna ". tanya Shazia


"sayang, dengar untuk dia lahir masih lama jadi kita harus berdo'a dan semoga saja do'a kita di kabulkan, dan lagian itu masih prediksi dokter dan umur kandungan mu masih satu bulan ". ucap Ghazali


"mas beneran tidak apa apa kan". tanya Shazia saat melihat punggung tangan suaminya yang terluka


"mas tidak apa apa sayang, memang kenapa ". tanya Ghazali

__ADS_1


"ini tangan mas seperti tergores, apa mas berkelahi ". tanya Shazia


"iya tadi mas bantu ibu ibu Yann kecopetan ". jawab Ghazali


__ADS_2