Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Hujan Petir


__ADS_3

setelah kejadian itu membuat Shazia memakai pakaian tertutup saat di luar kamar tapi saat berada di kamar Shazia masih mengunakan pakaian sexy dan ustadz Ghazali tidak mempermasalahkan hal itu yang terpenting saat keluar dari kamar berpakaian tertutup. sedangkan jendela yang ada di kamar sudah di ganti oleh ustadz Ghazali dengan kaca yang tidak bisa di lihat dari luar sedangkan dari dalam bisa melihat pemandangan di luar.


Dan setelah kejadian itu Shazia selalu ikut kemanapun ustadz Ghazali pergi karena jika menolak maka ustadz Ghazali akan meminta haknya sebagai suami dan ancaman itu sukses membuat Shazia takut karena dia ingin memberikan mahkotanya pada orang yang di cintai.


saat ini Shazia sendang menemani ustadz Ghazali mengisi pengajian di salah satu rumah warga yang ada di sana. Sejak tadi Shazia mendengarkan para gadis yang ada di sana membicarakan ustadz Ghazali yang semakin tampan karena tidak ada brewok dan janggut serta berpenampilan modis, bahkan mereka berbicara tidak masalah jika jadi istri kedua, ketiga atau ke empat dan hal itu membuat Shazia memutar bola matanya dengan malas.


"apa apa sih mereka bicara seperti itu". ucap Shazia dalam hati


ustadz Ghazali tersenyum saat pandangan bertemu dengan Shazia dan hal itu membuat para gadis disana berteriak histeris


"kenapa senyum senyum mau tebar pesona dasar mesum". umpat Shazia dalam hati


setalah acara selesai ustadz Ghazali mencari keberadaan istrinya karena di tengah pengajian tadi tiba tiba Shazia keluar dan tak kunjung kembali sedangkan ustadz Ghazali sedang mengisi ceramah dan tidak mungkin mencari Shazia.


ustadz Ghazali mengahampiri Shazia yang sedang duduk di bawa pohon. Shazia mengabaikan ustadz Ghazali yang duduk di sampingnya


"assalamualaikum". ucap ustadz Ghazali


"wassalamu'alaikum". jawab Shazia


"kenapa tadi keluar". tanya ustadz Ghazali


"malas di dalam panas". jawab Shazia


"panas, perasaan cuaca sedang dingin". ucap ustadz Ghazali


"cuaca memang dingin tapi aku merasa panas maka keluar dan menuduh disini". ucap Shazia dengan Ketus


"assalamualaikum aa'". ucap Zulfa


"wassalamu'alaikum". jawab ustadz Ghazali


Shazia memutar bola matanya dengan malas saat Zulfa menghampiri mereka


"Zulfa mau tau jawaban aa' atas permintaan Zulfa kemarin dan Zulfa sudah bilang pada nenek dan nenek tidak masalah". ucap Zulaikha dan Shazia menatap Zulfa dengan tajam


"Zulfa bukan kemarin sudah saya jawab". ucap ustadz Ghazali


"jawaban saya sama, saya tidak ingin berpoligami, istri saya hanya Shazia Queennisaa satu untuk selamanya dan tidak ada yang lain". sambung ustadz Ghazali dan menarik pinggang istrinya


"saya dan istri saya sedang ada urusan assalamualaikum". Ucap ustadz Ghazali

__ADS_1


"wassalamu'alaikum". jawab Zulfa dengan sendu


Zulfa menatap punggung ustad Ghazali yang menjauh dan tangannya mengepal saat melihat ustadz Ghazali merangkul pinggang istrinya


"di tawarin tuh, kenapa di tolak". Ucap Shazia


"punya satu saja butuh kesabaran yang besar apalagi jika lebih dari satu ". ucap ustadz Ghazali


sesampainya di depan motor mereka segara naik ke motor, Shazia melingkarkan tangannya di pinggang suaminya ketika ustadz Ghazali melajukan motornya. ustadz Ghazali sengaja melajukan motornya dengan pelan agar memiliki waktu lebih lama bersama istrinya


"boleh aku tanya sesuatu ". tanya Shazia


"iya, ingin tanya apa". jawab ustadz Ghazali


"dimana ayahmu karena selama aku ada di rumah ayahmu tidak ada". tanya Shazia


"ayahku sudah meninggal saat umur mu lima belas tahun ". jawab ustadz Ghazali


"maaf". ucap Shazia merasa tidak enak


"tidak apa apa". ucap Ustadz Ghazali


"kenapa kamu bersikap baik padamu seolah olah kamu menikah dengan orang yang kamu cintai padahal pernikahan ini terjadi karena fitnah dari ku". tanya Shazia


"karena kamu istriku dan seharusnya aku bersiap baik dan soal cinta mungkin di antara kita berdua belum ada tapi saya yakin suatu hari nanti kita akan saling mencintai sehingga pernikahan ini menjadi sempurna". jawab ustadz Ghazali


"tapi aku tidak bisa mencintai mu karena di hati ku sudah ada orang lain dan tidak bisa di gantikan". ucap Shazia


"mungkin saat ini di hatimu masih nama orang lain tapi sering berjalan waktu nama itu akan berubah menjadi namaku". ucap ustadz Ghazali


"tidak akan pernah bisa karena dia yang terbaik dan selamanya akan tetap menjadi yang terbaik". ucap Shazia


"kita lihat saja nanti ". ucap ustadz Ghazali


ustadz Ghazali menepikan motornya di gubuk saat hujan turun begitu saja bahkan hujan itu di sertai dengan angin kencang. Shazia mengusap telapak tangan saat merasakan dingin apalagi gubuk itu bocor. ustadz Ghazali mendekap tubuh istrinya dan mengusap telapak tangan Shazia. Shazia merasakan sedikit hangat


"disini akan sangat terasa dingin saat hujan seperti ini". ucap ustadz dan mencium telapak tangan Shazia


Shazia menolehkan kepala kesamping karena kepala ustadz Ghazali ada di pundaknya. ustadz Ghazali sedang fokus meniup telapak tangan Shazia.


jeduar

__ADS_1


jeduar


jeduar


petir menyambar dan hal itu membuat Shazia menutup telinga dan tiba tiba tubuhnya bergetar


"Shazia kenapa hey buka matamu". ucap ustadz Ghazali sambil menepuk nepuk pipi Shazia


bukannya membuka matanya tapi Shazia malah menelungkupkan wajahnya di dada ustadz Ghazali dan tangannya mencengkram baju ustadz Ghazali dengan erat


jeduar


jeduar


"jangan jangan, keluarkan aku hiks ku mohon aku takut hiks". ucap Shazia


"Shazia tenanglah tidak akan terjadi apapun pada mu". ucap ustadz Ghazali dan mengusap punggung Shazia


"hiks hiks jangan jangan ku mohon keluarkan aku, buka hiks". bukannya merasa tenang tapi Shazia semakin ketakutan dengan suara petir yang terus menyambar


"jangan takut ada aku disini". bisik ustadz Ghazali


ustadz Ghazali membacakan sholawat dan mendekap tubuh istrinya dengan erat agar bisa tenang, lama kelamaan tubuh Shazia sudah tidak bergetar lagi. ustadz Ghazali mengusap kepala Shazia yang tertutup hijab


"sudah jangan takut hujannya sudah reda". bisik ustadz Ghazali


Shazia mengangkat kepalanya dan benar hujan sudah reda


"ada apa dan apa yang terjadi". tanya ustadz Ghazali


"ayo pulang mumpung hujan sudah reda nanti keburu hujan lagi". ajak Shazia dan berdiri di samping motor


ustadz Ghazali naik ke atas motor dan di susul Shazia. Shazia melingkarkan tangannya dengan erat dan menyadarkan kepalanya di punggung ustad Ghazali karena takut tiba tiba petir datang lagi karena cuaca masih mendung. ustadz Ghazali mengusap punggung tangan Shazia yang ada di perutnya.


sepuluh menit akhirnya mereka sampai di rumah dan Shazia langsung turun dari motor lalu masuk ke dalam rumah dan menuju kamar. sesampainya di dalam kamar Shazia menelungkupkan wajahnya di bantal


💙💙💙


Hay aku menemukan novel yang sangat memukau lagi nih dan wajib untuk di baca , yuk langsung ketik dengan judul " Pengasuh Idaman" karya " Tie Tik"


__ADS_1


__ADS_2