
malam ini semua orang sedang berkumpul di rumah Ghazali untuk pengajian syukuran atas kelahiran Reyhan dan Rayyan. Ghazali menggunakan Koko berwarna biru dan Shazia juga mengunakan abaya yang berwarna senada dengan Ghazali, tidak lupa Reyhan dan Rayyan juga mengunakan baju yang sama.
semua orang terlihat bahagia dengan kehadiran Reyhan dan Rayyan. Shazia tersenyum melihat pemandangan di depannya karena dia bisa merasakan kebahagiaan yang di rasakan oleh orang orang. tapi saat mengingat mamanya dalam penjara senyum itu redup.
"ada apa sayang". tanya Ghazali saat melihat istrinya sedih
"aku hanya ingat mama dan seharusnya mama juga ada di sini, andai ayah dan kak Derrel baik pasti semua berkumpul di sini dan rasa bahagia dua kali lipat yang aku rasakan". ucap Shazia menundukkan kepalanya
"kita tidak tau takdir apa yang ada pada diri kita, mas yakin kamu bisa melewati semuanya nanti setelah kamu sudah pulih kita jenguk mama dan kak Derrel, dan semoga saja kak Derrel merenungi apa yang terjadi selama ini dan menjadi pribadi yang lebih baik, setelah itu kita ke makam ayah dan mendo'akannya". ucap Ghazali dan mengusap pundak istrinya
"terima kasih mas dan terima kasih tidak membenciku karena ayahku telah membunuh ayahmu". ucap Shazia
"membenci seseorang hanya akan membuat hidup kita tidak bahagia sayang, lagian untuk apa mas membenci orang yang tidak bersalah". ucap Ghazali dan tersenyum.
Ghazali mengedong kedua putranya dan berdiri di tengah, Abah memotong sedikit rambut Reyhan dan Rayyan lalu mendo'akannya
"semoga jadi anak yang Sholeh dan menjadi kebanggaan orang tua". ucap Abah
acara berjalan dengan lancar dan kini semua orang sudah kembali ke rumah masing masing. Shazia menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dengan Reyhan dan Rayyan yang berada di gedongan, Reyhan dan Rayyan sedang meminum ASI. Ghazali menghampiri istrinya
"kenapa tidak satu satu sayang". tanya Ghazali yang melihat istrinya bisa memberikan Asi langsung ke kedua anaknya
"mereka rewel bersamaan mas, lagian aku juga bisa". jawab Shazia
"mas tadi aku dengar ada yang bicara soal puasa katanya besok sudah mulai puasa gitu, memang puasa itu apa". tanya Shazia
__ADS_1
"puasa adalah menahan makan dan minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa lainnya dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari". jawab Ghazali
"dan besok adalah puasa ramadhan dan dilaksanakan selama 30 hari, selain puasa masih banyak puasa Sunnah lainnya, contoh seperti puasa Senin Kamis ". sambung Ghazali
"berati besok aku juga ikut puasa ". ucap Shazia
"tidak sayang, kamu sedang mas nifas jadi tidak boleh puasa jangankan puasa sholat saja tidak boleh ". ucap Ghazali
"berarti aku terbebas dari puasa ". tanya Ghazali
"bukan terbebas sayang, puasa ramadhan itu wajib dilaksanakan oleh umat Islam jadi nanti setelah kamu selesai wajib mengganti di hari lain". ucap Ghazali
"berarti aku harus puasa di hari lainnya sebanyak 30 hari ". tanya Shazia dan Ghazali menanggukan kepalanya
"kenapa belum tidur hmm". ucap Shazia dan bayi itu mengerjapkan matanya
Ghazali menepuk nepuk pantat Rayyan agar bayi itu segera tidur
"sepertinya saat besar nanti Rayyan akan jauh lebih aktif mas di bandingkan dengan Reyhan ". ucap Shazia
"sepertinya begitu sayang karena Rayyan yang sangat rewel di bandingkan Reyhan ". jawab Ghazali
"anak Abi kenapa belum tidur sudah malam ini". ucap Ghazali dan mencium pipi anaknya
Rayyan melepaskan ASI-nya karena sudah kenyang tetapi Rayyan belum tertidur. Shazia menguap karena sudah merasa mengantuk. Ghazali menimang Rayyan agar segera tertidur. tiga puluh menit akhirnya Rayyan tertidur.
__ADS_1
Ghazali melihat jam yang berada di dinding menunjukkan pukul dua belas malam, Ghazali membawa istrinya ke dalam pelukannya dan segera tertidur masih ada waktu tiga jam sebelum sahur untuk tidur. Shazia meletakkan kepalanya di dada suaminya.
pukul tiga pagi Ghazali terbangun dan segera melaksanakan sholat tahajud. setelah melaksanakan sholat tahajud Ghazali berjalan menuju dapur untuk melaksanakan sahur sedangkan Shazia membuka matanya dan tidak menemukan Suaminya. Shazia turun dari ranjang dan keluar dari kamar.
"mas dan mama tumben makan jam segini". tanya Shazia saat melihat suaminya dan mama mertuanya sedang makan
"mas sedang sahur sayang". jawab Ghazali
"sahur". tanya Shazia
"iya, sebelum melaksanakan ibadah puasa sebaiknya sahur terlebih dahulu. jawab Ghazali dan mengakhiri sahurnya dengan air hangat
"kenapa tidak bangunkan aku mas, aku kan bisa membantu menyiapkan makan sahur untuk mas dan mama". ucap Ghazali
"mas tidak ingin menganggu tidur mu , kamu pasti capek karena mengurus Reyhan dan Rayyan ". ucap Ghazali dan tersenyum
Khadijah tersenyum saat melihat anaknya begitu perhatian pada istrinya
"ma biar aku saja yang mencuci piringnya ". ucap Shazia saat melihat Khadijah akan mencuci piring
"sudah biar mama saja, kamu jangan banyak bergerak habis melahirkan ". ucap Khadijah
💙💙💙💙
saya dan keluarga besar Mafia Girls Vs Ustadz Tampan mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa😊
__ADS_1