Mafia Girls Vs Ustadz Tampan

Mafia Girls Vs Ustadz Tampan
Kedamaian


__ADS_3

Ghazali memperhatikan satu persatu orang orang yang mengarahkan senjatanya pada dirinya sedangkan Lucas tersenyum puas dan memberikan isyarat


dor


dor


dor


suara tembakan menggema di ruangan tersebut dan Ghazali berhasil menghindari tembakan tersebut


"ternyata cukup lihai juga". ucap Lucas


dor


dor


dro


"argh". ringis Ghazali ketika salah satu tembakan mengenai pundaknya


dor


dor


blam


tiba tiba lampu di ruangan tersebut mati dan membuat kegiatan tembak menembak menjadi berhenti.


"hidupkan lampunya". teriak Lucas


klik


lampu kembali menyala dan Lucas terkejut ketika melihat anak buahnya sudah tumbang


"Ari". ucap Ghazali


"Lo mau mati ya datang sendirian di tempat ini". ucap Ari


beberapa orang masuk ke dalam ruangan itu dan mengepung Ghazali dan Juga Ari.


"selamatkan aku, aku belum menikah masak mau mati duluan". ucap Ari ketika melihat banyaknya orang yang mengepung mereka berdua


sedangkan tawa puas terbit di bibir Lucas


"habis mereka berdua". ucap Lucas


bugh


bugh


dor


dor


Ghazali dan Ari berusaha semaksimal mungkin untuk melawan orang orang itu


"Ari tetap waspada, perhatikan atas, samping, depan karena mereka bisa ada di mana mana". ucap Ghazali


"Ghazali apa mungkin kita bisa selamat, ini anak anak yang lain mana". ucap Ari


"anak anak lain". tanya Ghazali


"iya aku minta teman teman SMP kita untuk kemari". jawab Ari


bugh

__ADS_1


bugh


bugh


dor


dor


Ghazali dan Ari selalu berhasil menghindari tembakan tersebut sehingga mengenai temannya sendirian


Lucas mengambil pistolnya dan mengarahkan pada Ghazali


dor


"mas awas". teriak Shazia dan mendorong Ghazali


"argh". ringis Shazia ketika tembakan itu mengenai bahunya


"sayang kenapa bisa ada di sini". ucap Ghazali dan mendekap tubuhnya Shazia


Lucas menghampiri Shazia dan Ghazali dengan senyum yang mengembang sedangkan Ari sama sekali tidak bisa bergerak ketika anak buahnya Lucas memeganginya


"ayah aku sudah di sini biarkan mas Ghazali pergi". ucap Shazia


"Shazia juga sudah menyelesaikan tugas dari ayah dan sekarang Shazia ada di sini untuk menepati perjanjian itu". sambung Ghazali


"tidak sayang kita akan pulang bersama". ucap Ghazali


Lucas memberikan isyarat pada Derrel untuk membawa adiknya dan anak buahnya untuk memegangi Ghazali.


"ayah lepaskan mas Ghazali". teriak Shazia yang berusaha melepaskan dirinya dari kakaknya


Ghazali berusaha melepaskan tangan yang terikat dari rantai


"ayah Shazia mohon jangan, Shazia akan lakukan apapun tapi jangan bunuh mas Ghazali". ucap Shazia yang sudah berderai air mata


dor


pistol yang ada di tangan Lucas terjatuh karena sebuah tembakan


"Marvin". ucap Shazia


Marvin memberikan isyarat pada beberapa anak buah Lucas yang telah bergabung pada dirinya untuk melawan orang orang milik Lucas hingga terjadi perkelahian. Shazia berlari ke arah Ghazali dan membuka rantai yang mengikat suami, dengan keadaan yang baru melahirkan Shazia juga ikut berkelahi dan sesekali meringis karena bagian bawahnya terasa sakit.


Lucas mengepalkan tangannya ketika anak buahnya ada yang berkhianat. Ghazali menghampiri Lugas dengan tatapan tajam


dor


dor


Ghazali terus berjalan menghampiri Lucas walaupun Lucas membawa senjata


bugh


ketika berada di depan Lucas Ghazali langsung menendangnya dan menarik kalung yang ada di lehernya


beberapa anak buahnya Lucas dan Derrel sudah tumbangnya dan bertepatan dengan kehadiran polisi, mereka yang ada di sana terkejut dengan kehadiran polisi. Lucas masih memegangi dadanya yang terasa sesak karena tendangannya Ghazali. Ghazali yang melihat Shazia menyandarkan tubuhnya di dinding berjalan menghampiri istrinya, Lucas mengambil pistolnya dan mengarahkan pada Ghazali


dor


"mas"


"Ghazali"


teriak mereka semua yang ada di sana, mereka semua mematung dengan kejadian yang begitu cepat.

__ADS_1


dor


dor


tembakan tersebut kembali menggema bahkan polisi tidak bisa menghentikan tembakan tersebut.


Ghazali membalikkan badannya dan saat itu melihat Kepala Lucas yang telah bersimbah darah dan tidak jauh dari sana terlihat seorang wanita memegang pistol.


"mama". ucap Shazia saat melihat mama kandungannya menembak ayahnya


Lora menjatuhkan pistol setelah membunuh suaminya, polisi langsung memberontak tangan Lora. Shazia mengahampiri mamanya


"mama kenapa melakukan ini". tanya Shazia dan Lora tersenyum


"mama harus melakukan ini sayang untuk menghentikan kejahatan ayahmu dan maaf selama ini mama tidak bisa berbuat apapun ketika ayahmu begitu keras pada mu, saatnya sekarang kamu hidup bahagia sayang". ucap Lora


"mama". Shazia langsung memeluk mamanya


"aku titip putriku dan bahagia dia karena sejak kecil tidak ada kebahagiaan yang Zia rasakan". ucap Lora pada Ghazali


"saya pastikan akan membahagiakannya ma". ucap Ghazali


Shazia menangis di pelukan Ghazali ketika mamanya di bawa mobil polisi, dan Derrel juga telah di bawa oleh polisi.


"mama mas". ucap Shazia yang terisak di dadanya dan Ghazali mencium puncak kepala istrinya


"Abang Ari". teriak si kembar sedangkan Ari yang menghela kasar ketika Eshal dan Elsha mengahampiri dirinya


"kalian yang melapor pada polisi ". tanya Ari dan si kembar menanggukan kepalanya


"tadi saat Abang keluar kita ikuti karena berhubungan tempatnya seram kita lapor polisi ". ucap Eshal


"kalian bisa tidak jangan selalu ikuti Abang keluar karena kalian semua perempuan yang dekat dengan Abang menjauh dan Abang belum menikah sampai sekarang ". ucap Ari dengan kesal


"ya karena perempuan perempuan itu tidak baik, Abang tenang deh nanti kita carikan calon isteri". ucap Elsha


Ari mulai kesal ketika dua adiknya itu memeluk dirinya.


Ghazali yang melihat istrinya memegangi perutnya bagian bawah juga mengeluarkan tangannya di sana


"apa sakit". tanya Ghazali


"hanya sedikit nyeri". jawab Shazia


Ghazali langsung mengedong Shazia dan membawanya masuk ke dalam mobil


"nasib jomblo". Ucap Ari dan masuk ke dalam mobil dan di ikuti si kembar


Ghazali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan menuju rumah sakit bahkan Ghazali melupakan Luca tembakan pada lengan dan pundaknya. sesampainya di rumah sakit Ghazali langsung membawa Shazia untuk di periksa dan di obati pundaknya


"dok obati juga lengan dan pundaknya suami saya". ucap Shazia


Ghazali sedikit meringis ketika dokter mengobati bagian pundak dan untung saja pelurunya tidak masuk ke dalam.


setelah dokter pergi Ghazali mencium kening istrinya cukup lama


"maaf, aku menyusul mu mas, aku takut terjadi sesuatu dengan mu". ucap Shazia


"sudah tidak perlu di bahas lagi, yang penting sekarang kita selamat". ucap Ghazali


Khadijah yang berada di ruang rawat sungguh khawatir karena menantunya tidak ada disana dan sudah di cari di sekitar rumah sakit juga tidak ada. Rayyan dan Reyhan terus saja menangis.


💙💙💙💙


tunggu Kisah Ari anaknya Ilham dan Sintia launching di awal bulan dan menemani hari puasa kalian

__ADS_1


__ADS_2