
pukul dua malam Ghazali membuka matanya ketika lengannya di cengkram begitu kuat. Ghazali melihat istrinya yang meringis dan keringat membasahi wajahnya.
"sayang kamu kenapa". tanya Ghazali dan bangun dari tidurnya
"perutnya rasanya mules mas di bawahnya rasanya seperti ada yang ingin mendesak keluar". jawab Shazia sambil meringis
tanpa berpikir panjang Ghazali mengambil gamis dan segera memakainya kepada istrinya dan tidak lupa dengan hijabnya. kemudian Ghazali mengendong istrinya dan membawanya ke dalam mobil, saat sampai di gerbang pesantren Ghazali meminta salah satu penjaga untuk menyetir mobilnya dan dia pindah ke belakang.
"nak sabar ya, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit". ucap Ghazali dan mengusap perut istrinya
Ghazali mengusap keringat yang ada di dahinya istrinya, Shazia menyembunyikan wajahnya di leher suaminya
"mas sakit hiks". ucap Ghazali
"yang Kuat ya sayang". ucap Ghazali
sesampainya di rumah sakit Shazia langsung di bawa ke ruang bersalin. Ghazali berada di samping istrinya sedangkan dokter memeriksa bagian bawah Shazia.
"kelapa sudah terlihat, ibu dengar instruksi saya ya". ucap dokter
"tarif nafas". ucap dokter dan Shazia mengikutinya
"hembuskan secara perlahan".
Shazia benar benar mengikuti instruksi dari dokter
"arghhh". teriak Shazia
oek
oek
oek
Shazia dan Ghazali meneteskan air mata ketika mendengar suara tangis bayi.
"terima kasih sayang". ucap Ghazali dan mencium kening istrinya
"masih satu lagi sayang, kamu pasti bisa". bisik Ghazali dan Shazia hanya bisa tersenyum
__ADS_1
dokter menyerahkan bayi berjenis kelamin laki-laki yang baru saja di lahiran itu pada Ghazali.
"assalamualaikum anak Abi dan Ummi, selamat datang sayang". ucap Ghazali
setelah menyapa putranya Ghazali memberikan pada suster karena Shazia akan segera melahirkan anak kedua mereka.
"baik Bu ikut instruksi saya". ucap dokter dan Shazia menanggukan kepalanya
Shazia menarik nafasnya lalu membuangnya secara perlahan dan mengejan
"arghhh".
oek
oek
oek
ketika suara bayi kedua terdengar Shazia yang sudah merasa lemas menutup matanya. Ghazali yang melihat istrinya menutup matanya menjadi panik.
"sayang hey bangun". ucap Ghazali
"dok kenapa istriku". tanya Ghazali
"tidak ada apa pak, Bu Shazia hanya kelelahan biarkan istirahat". ucap dokter
Ghazali bernafas lega lalu menghampiri kedua putranya lalu mengadzani mereka sedangkan dokter sedang memberikan penanganan di naga inti Shazia yang harus di jahit.
kini Shazia sudah di pindahkan di ruang rawat, Ghazali menatap wajah yang yang masih memejamkan matanya. Ghazali mengambil ponselnya dan menghubungi mamanya
"assalamualaikum ma". ucap Ghazali setelah panggilan di angkat oleh mamanya
"waalaikumussalam, tumben nak jam tiga pagi menelepon, ada apa". tanya Shazia
"Ghazali punya kabar bahagia untuk mama". ucap Ghazali
"kabar apa nak". tanya Khadijah
"istri Ghazali sudah melarikan ma". jawab Ghazali
__ADS_1
"Alhamdulillah, mama senang mendengarnya, maaf mama tidak ada di sana, baru hari ini mama mau kesana karena jadwal Shazia melahirkan satu minggu lagi ". ucap Khadijah
"tidak apa apa ma karena si kembar sudah tidak sabar untuk melihat dunia jadi tidak sesuai dengan prediksi dokter ". ucap Ghazali
"cucu mama laki laki apa perempuan ". tanya Khadijah
"keduanya laki laki ma". jawab Ghazali
"Alhamdulillah dua jagoan ternyata ". ucap Khadijah
setelah berbincang cukup lama Ghazali mengakhiri panggilan telepon dan beralih menghampiri kedua putranya yang juga terlelap di box bayi yang ada di samping Shazia
"eugh". Shazia membuka matanya dan Ghazali langsung menghampiri istrinya
"haus". ucap Shazia
Ghazali langsung mengambil air minum dan membantu istrinya
"selamat sayang sudah jadi seorang umi, anak kita keduanya laki laki sayang ". ucap Ghazali
"dimana mereka ". tanya Shazia
"di samping mu". ucap Ghazali
Shazia melihat ke samping dan senyuman mengembang ketika melihat dua bayi yang tertidur di box kaca
"kenapa mirip mas semua tidak ada yang mirip dengan ku". ucap Shazia dan mengkrucutkan bibir
"aku yang mengandungnya tapi mereka malah mirip dengan mu". protes Shazia
"ya wajar kalau Mirip dengan ku sayang karena aku Abinya ". ucap Shazia
"nanti kita bikin lagi yang mirip dengan mu". goda Ghazali
"itu maunya mas". ucap Shazia
kini semua orang berkumpul di ruangan rawat Shazia ada Khadijah, Abah, ummah, Gus Amer dan Ning Humaira. Shazia mengerucut bibirnya ketika semua orang mengatakan bahwa anak anaknya mirip dengan Ghazali dan Shazia akui itu tidak ada satupun yang mirip dengannya.
"ingin di beri nama siapa nak". tanya Khadijah pada putranya
__ADS_1
"yang pertama Muhammad Reyhan Alfatih dan yang kedua Muhammad Rayyan Alfatih ". jawab Ghazali
"nama yang indah, semoga ketika besar nanti jadi anak anak yang Sholeh, bisa menjadi kebanggaan kedua orang tua dan saling menjaga satu sama lain ". ucap Khadijah dan semua orang mengamini nya