
Saat Dea sudah pindah ke belakang bersama dengan Keano, Ken melajukan mobilnya menuju butik.
Tapi tiba-tiba ponsel Dea berdering,
'Tilulit-tilulit haiya ya bang jali suka jablay haiya iya bang jali suka jablay' dering ponsel Dea.
Ken dan Keano yang mendengarnya pun tertawa dengan nada ponsel Dea.
"Hem... (berusaha menahan tawa) hahaha" suara gelak tawa Keano karena tidak bisa menahannya.
"Hei bos, beraninya kau menertawakan ponselku. Walaupun jelek begini, ini itu hasil dari kerja kerasku sendiri tau" katanya penuh penekanan pada bosnya, dan ia mengutuk orang yang sudah menelponnya di saat yang tidak pas.
"Dasar Al, awas saja nanti kalau bertemu, ku habisi kau" batin Dea sambil mengangkat ponselnya.
Tiba-tiba terlintas ide di kepala Dea, untuk mengerjai bosnya.
"Dea, setelah pulang nanti aku akan menjemputmu dan meminta penjelasan darimu tentang semalam" kata Al di telfon.
"Ah sayang kau perhatian sekali, sampai-sampai ingin menjemputku saat pulang kerja nanti.
Tapi sayang aku sedang tidak bekerja sekarang ini, aku sedang pergi bersama TEMANku.
Jadi nanti saat aku pulang aku akan mengabarimu dan kau bisa ke rumah seperti biasanya, Oke sayang" kata Dea dengan senyum dan juga dengan suara yang keras agar bosnya mendegar dengan jelas.
Al di tempatnya merasa aneh dan bingung dengan sikap Dea,
"De apa kau sedang sakit?".
"Iya sayang aku sakit karena terus memikirkan dirimu"
"Pokoknya nanti aku akan ke rumahmu oke" ucap Al menyudahi percakapannya yang merasa aneh dengan sikap Dea.
"Baik sayang aku menunggumu, emmuah" ucap Dea sambil mematikan ponselnya,
dan memasukkan ponselnya ke dalam tas.
Dan tanpa sadar Dea sudah mendapat tatapan tajam dari bosnya sedari tadi,
"Siapa yang menelponmu tadi?" Katanya dengan mata melotot.
"Tentu saja pacarku, memangnya siapa lagi" jawabnya cuek sambil menatap ke depan.
"Hahaha, pacar? kau pikir saya tidak tahu kalau kau tidak pernah memiliki pacar" sambil tertawa mengejek Dea, ia pikir Keano tidak tahu apa-apa soal dirinya.
"Aissh kenapa bos bisa tahu sih, kalau aku jomblo sejak zigot" batin Dea kesal.
"Ya ya memang aku jomblo, tapi banyak laki-laki yang suka denganku kok, hanya saja aku orangnya terlalu pemilih" bela Dea.
__ADS_1
"Dan yang tadi menelponku ku akui memang bukan pacarku tapi sahabatku, tapi persahabatan kami rasa pacaran, mesra!" Tegas Dea berusaha mengelak agar tidak dipermalukan oleh Keano.
Tanpa di duga oleh Dea, bosnya secara tiba-tiba memegang erat tangan Dea dan menatapnya,
"Dengar saya tidak mau tahu siapa yang menelponmu, tapi yang jelas jangan pernah kau memanggil pria lain dengan sebutan 'sayang'.
Dan apa kau bilang tadi kau sedang pergi bersama temanmu?.
Saya tegaskan sekali lagi, saya ini calon suamimu yang sebentar lagi menjadi suamimu, jadi jangan coba-coba kau berdekatan dengan pria lain dan memanggil pria laim dengan sebutan mesra.
Jika kau sampai berdekatan dengan pria lain dan aku mengetahuinya, maka pria yang mendekatimu akan menerima akibatnya" ucap Keano penuh penekanan kepada Dea.
"Aww" Dea meringis kesakitan karena Keano memegang erat tangannya, Keano yang mendengar suara Dea segera melepaskannya tangannya.
"Ken, pergi ke apotek terlebih dahulu" perintah Keano.
"Baik tuan" jawabnya dengan wajah yangj selalu saja datar.
Saat sampai di apotek Keano menyuruh Ken membeli salep untuk mengobati lengan Dea yang memerah karena ia pegang tadi.
Dan mengolesinya di lengan Dea, dengan lembut dan hati-hati karena ia tidak ingin membuat Dea kesakitan lagi.
"Sini berikan tanganmu" pintanya pada Dea, tapi Dea pura-pura tidak menghiraukannya, tapi Keano mengambil paksa lengan Dea dan mengobatinya.
"Maafkan saya," ucap Keano dengan penuh penyesalan, sambil mengobati lengan Dea.
"Nona kau sungguh luar biasa, kau bisa membuat tuan muda merasa cemburu dan mengucapkan maaf" batin Ken sambil fokus menyetir, seperti tidak terjadi apa-apa di belakangnya.
"Lain kali jangan pernah membuat saya marah, karena jika marah, saya sulit mengendalikan diri saya" jelas Keano pada Dea, dan Dea hanya diam tanpa merespon karena ia masih marah dengan bosnya.
Saat sudah selesai mengobati luka di lengan Dea, di tepi jalan Keano melihat supermarket, tiba-tiba Keano teringat sesuatu dan menyuruh Ken berhenti di depan supermarket.
"Berhenti di supermarket saya ingin membeli sesuatu", pinta Keano pada Ken.
"Baik tuan", Ken berhenti dan tuannya masuk ke supermarket.
"Hei sekretaris Ken, tuanmu ingin membeli apa? dari tadi berhenti terus, jadi lama kan sampe ke butiknya", tanya Dea pada Ken namun di jawab Ken dengan cuek dan dingin.
"Saya tidak tahu nona" jawabnya.
"Terus nanti sampe butik kira-kira jam berapa?" tanya Dea lagi.
"30 menit" jawab Kem cuek.
"Dasar bos dan sekretaris sama saja, bikin orang naik darah" gumam Dea pelan yang masih terdengar Ken, Ken yang mendengarnya hanya tersenyum simpul.
Sudah 10 menit Keano masuk ke dalam supermarket dan akhirnya kembali ke dalam mobil, Keano membelikan es krim dan coklat untuk Dea, karena ia tahu kedua makanan itu adalah kesukaan Dea.
__ADS_1
Tiba-tiba Keano menyodorkan es krim dan coklat yang ia tadi di supermarket kepada Dea.
"Ini makanlah" suruh Keano sambil menyodorkan satu es krim dan sepuluh coklat batangan.
Dea yang melihatnya sontak kaget bukan main, dan langsung saja mengambilnya.
"Bos ini buat saya" tanyanya sangat senang sampai lupa jika ia sedang marah dengan bosnya.
"Heem" jawab Keano singkat.
"Terima kasih bos" ucap Dea sambil memeluk Keano secara tiba-tiba tanpa ia sadari,
"Maaf bos reflek hehehe" katanya sambil melepaskan pelukannya dan menyobek wadah es krim dan memakannya.
"Bos, kenapa beli es krimnya cuma satu? kenapa tidak 10 sama seperti coklatnya?" tanya Dea sambil terus memakan es krimnya.
"Kau ini di belikan bukanya bilang terima kasih, malah nawar"
"Heehehe. Makasih bos, tapi nanti coklatnya tidak akan habis sekaligus bos. Apa boleh saya bawa pulang?" tanya Dea.
"Heem" jawab Keano.
Dea yang mendengarnya senang karena ia punya coklat untuk di makan di rumahnya, tanpa harus membeli.
"Kau mau bos? ini enak banget tau. " tawar Dea yang menawari es krim pada Keano.
"Tidak, saya tidak suka es krim" tolak Keano penawaran Dea.
"Bos belum coba, mana bisa bilang tidak suka. Coba dulu, Aaaaa" ucap Dea sambil mengarahkan es krim ke mulut Keano.
Dan berhasil, Keano membuka mulutnya dan memakan es krim suapan Dea.
"Enak kan bos" sambil senyum dan manggut-manggut ke arah Keano.
"Lumayan".
Keano yang melihat Dea senang, ikut merasa senang karena ia bisa menghilangkan kesedihannya.
Sedangkan Ken merasa heran, melihat Dea yang melupakan masalahnya dengan begitu cepat dan kembali riang hanya karena sebuah coklat dan es krim.
"Kau sungguh unik nona" batin Ken sambil tersenyum melihat nona kesukaan tuan mudanya di kaca mobil.
Makasihh semuanya yang sudah menyempatkan untuk membaca novelku, aku berharap kalian suka dan senang membacanya.
Mohon maaf jika ada salah kata, mohon di koreksi jika ada kesalahannya.
Dan jangan lupa like, komen dan juga votenya.
__ADS_1
Maaciw😊