Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
66. AMNESIA?


__ADS_3

"Hallo, ada apa" jawab Keano di balik telepon. Setelah bersemedi selama tuju hari tuju malam sampai tumbuh jenggot di mana-mana, Reno memutuskan memberitahukan masalah Dea pada Kakaknya. Reno tak mau masalahnya bertambah rumit nantinya.


"Kakak... Kak Dea di rumah sakit dia ping--" belum sempat Reno menjelaskan sepenuhnya, Keano sudah terlebih dulu mematikan ponselnya. Di lihat dari situasinya, Reno semakin takut jika nanti bertemu dengan Keano. Kalo kata anak Indigo, bakal terjadi pertengkaran hebat nantinya. Reno langsung mengirim lokasi tempat Dea di rawat pada Keano.


Tanpa mendengarkan semua penjelasan Reno, Keano langsung mematikan ponsel dan berlari menuju mobilnya. Dan tanpa pikir panjang sepanjang jalan kenangan, Keano mengendarai mobilnya seperti orang yang kesetanan.


Keano berlari, saat mengetahui dimana ruangan istrinya berada. Ia mendapati Reno tengah duduk dengan raut wajah khawatir bersama Ida sampingnya.


Bugg... Keano mendekat ke arah Reno, memegang kerah baju dan memukul pipi kanannya, "Sudah saya bilang jaga istri saya! Kau malah membuatnya masuk ke rumah sakit, dasar tidak becus!" Keano di kendalikan oleh emosinya hingga tidak memerdulikan siapa yang sedang ia pukul sekarang. Yang jelas, pria di hadapannya inilah yang sudah membuat istrinya masuk ke rumah sakit. Itulah yang ada di pikirannya.


"Kak bukan aku yang membuat kak Dea berada di sin--"


Bugg... Keano berganti memukul pipi kiri Reno, "Sudah salah, masih membela diri!" Ida berusaha melerai, tapi Keano menyuruh untuk tidak es campur. Ehh maksudnya ikut campur. Untung Dokter yang menangani Dea keluar. Membuat Keano melepaskan Reno dan beralih pada Dokter.


"Bagaimana keadaan istri saya?" Tanyanya pada Dokter wanita yang baru keluar dari ruangan Dea. Untung Dokter wanita, kalo laki-laki pasti akan bertambah rumit pastinya.


"Nona baik-baik saja. Hanya penyakit asam lambungnya kambuh karena nona makan terlalu banyak makan makanan pedas. Lain kali jangan biarkan nona makan makanan pedas terlalu banyak, tuan. Selain bisa memperparah penyakit maagnya. Juga berakibat buruk bagi kehamilannya."


Deggg... Apa maksudnya kehamilannya? Apa Dea sedang mengandung? Berarti ia akan menjadi seorang ayah. Senang, emosi, sedih bercampur menjadi satu kaya es campur, itulah perasaan yang Keano rasakan sekarang.


"Apa istri saya sedang mengandung?" Tanyanya memastikan. Dokter mengangguk, mengiyakan pertanyaan Keano.


"Benar tuan, nona sedang mengandung dan usia kandungannya baru empat minggu. Jadi jangan biarkan nona kelelahan dan memakan makanan pedas lagi" nasehat Dokter.


"Terima kasih Dokter" woow, sebuah keajaiban Keano berterima kasih pada orang lain. Keano langsung masuk ke ruangan Dea di rawat dengan wajah berseri-seri. Keano melihat Dea masih terbaring dengan mata yang masih tertutup. Keano mencium seluruh wajah Dea, dengan senyum yang terus terukir di wajah tampannya.


Mata Dea mengerjap menatap atap langit rumah sakit, melihat sekeliling dan mendapati Keano tengah tertidur sambil memegang erat tangannya.


"Kamu sudah bangun. Bagaimana keadaanmu? Apa perutmu masih terasa sakit atau kepalamu pusing?" Keano mengajukan berbagai pertanyaan pada Dea. Yak elah kaya mau kuis family seribu aja.

__ADS_1


"Aku tidak apa. Hanya pusing saja"


"Bagian mana yang pusing? Biar aku pijat" Keano bersiap untuk memijat kepala Dea. Tapi, ternyata ehh ternyata...


"Aku dimana, namaku siapa, kamu siapa dan mau apa? Menjauh dariku!" Ucapnya, sama persis seperti drama di Indonyasar. Keano kaget dengan perkataan Dea. Bagaimana Dea tak mengenalnya, apa gara-gara asam lambung akibatnya otaknya jadi gesrek?


"Apa maksudnya kamu tak mengenalku? Aku ini suamimu yang kaya dan tampan!"


"Memangnya aku sudah punya suami ya? Seingatku aku ini masih SMA" jawab Dea yang seperti linglung sendiri.


"Sepertinya kamu amnesia. Akan aku panggilkan Dokter, tunggu di sini dan jangan pergi kemana-mana" Keano khawatir Dea kabur seperti di tv-tv. Keano khawatir, ia bergegas akan pergi, untuk memanggil Dokter dan memeriksakan keadaan Dea.


Hahahaha... Suara tawa menggelegar Dea terdengar keras di dalam ruangan. Sudah cukup, Dea tak bisa lagi menahan tawa dan melanjutkan drama Queennya. Keano menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Dea.


"Kenapa kamu tertawa?" Tanyanya heran, karena menurutnya tidak ada topeng Anoman yang lucu di sekitarnya.


"Jadi semua tadi hanya pura-pura, begitu?" Tanyanya dengan tatapan mata mendelik. Sekarang Dea tak bisa tertawa lagi, tawanya hilang dan berubah jadi ketakutan saat melihat mata Keano yang hampir keluar dari tempatnya.


"Maaf Sayang. Aku hanya bercanda saja kok" jawab Dea yang menunduk takut.


"Lain kali jangan kamu ulangi! Kamu tahu, aku hampir mati saat mengetahui kamu masuk rumah sakit dan sekarang kau akting tidak mengingatku. Kau sungguh membuatku gila!" Tutur Keano sambil memeluk Dea sangat erat.


"Maaf..." Dea berulang mengatakan maaf karena menyesal dengan kelakuannya sendiri.


Tanpa di duga, Keano melepaskan pelukannya dan mengelus ujung kepala Dea lembut. Dea mendongak karena tak percaya dengan sikap lembut Keano terhadapnya, "Aku maafkan. Tapi dengan syarat, kamu tidak boleh makan makanan pedas lagi"


"Memangnya kenapa?" Tanyanya, karena makanan pedas adalah favoritnya meski setelah memakan makanan pedas asam lambungnya kumat kamit minta di sembur mbah Dukun. Dan setelah makan sedikit saja makanan pedas, sulit bagi Dea untuk berhenti makan, karena bagi Dea makanan pedas membuatnya candu, sekali coba, mana cukup!


"Karena aku tidak mau terjadi sesuatu padamu dan juga bayi kita"

__ADS_1


"Bayi kita?" Ucap Dea bingung. Keano berdehem menjawab pernyataan tak mengerti Dea.


"Dalam perutmu ada bayi kita yang baru berusia empat minggu. Aku akan menjagamu. Aku pastikan jika semut saja tidak akan bisa menyakitimu dan bayi kita" balas Keano sambil mengelus-elus perut Dea yang sedikit membuncit. Yang selama ini mereka kira adalah buncit karena makanan.


Jadi di perutku ada kecebongnya ya? Aku kira isinya PUP es semua. Kenapa aku udah hamidun aja, bagaimana nasib bayiku nanti, jika punya emak macam aku? Bos Keano juga sepertinya senang sekali saat tahu aku hamil. Bagaimana jika nanti setelah bayiku lahir, dia meninggalkanku dan mengambil bayiku?


"Kenapa wajahmu sedih seperti itu?"


Emang ada tulisan di wajahku ya? kok dia tahu aku sedang sedih sih.


"Tidak kok" bohongnya.


"Jangan bohong. Katakan apa yang membuatmu bersedih"


"Sayang, apa kamu akan meninggalkanku setelah bayi kita lahir?" tanyanya, berhasil membuat Keano naik darah tinggi setinggi-tingginya. Sampai mau turun tuh darah, tapi kagak berani karena sangking tingginya.


"Apa maksudmu berkata seperti itu?!" tanyanya dengan emosi.


Dea mulai takut menjawab pertanyaan Keano tapi ia paksa berani karena ini menyangkut masa depannya, "Karena kamu tidak pernah mengatakan kamu mencintaiku. Dan setelah kamu tahu aku hamil, Kamu sangat bahagia, jadi aku berpikir jika kamu hanya menginginkan bayi kita saja"


Keano menarik nafas panjang agar tak lepas kendali dan membuat Dea bersedih, " Dengar,---"


"Ya, aku mendengarkan" sahutnya.


Keano kembali manarik nafas untuk meredam emosinya karena Dea yang menyela omongannya, " Bagiku mengatakan kata cinta tidak penting. Untuk apa berkata cinta jika tak ada pembuktiannya, omong besar!"


Keano memang tak pernah mengatakan cinta melalui mulutnya tapi sikapnya yang selalu perhatian, apa tidak terlihat oleh Dea? Lantas perlakuannya terhadap Dea selama ini, Dea anggap apa?


Berdua... ehh maksudnya Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2