Married With Possesive Boss

Married With Possesive Boss
48. SUAPAN LEWAT MULUT


__ADS_3

Tok... tok...


"Itu pasti pak Jamal" ucap Dea yang hendak membukakan pintu.


"Kamu duduk saja, biar aku yang mengambilnya"


"Ini tuan makanannya" kata pak Jamal yang memberikan nampan berisi roti dan susu, Keano menerima nampannya dan langsung menutup kembali pintunya tanpa mengucapkan terima kasih terlebih dahulu kepada pak Jamal.


"Buka mulutmu, akan aku suapi" perintahnya dengan roti yang ada di tangannya.


"Tidak usah Sayang, aku akan makan sendiri saja" tolak Dea dengan halus sambip tersenyum manis.


"Kau ini selalu saja menolak jika aku berbuat baik kepadamu, kau ingin jadi istri durhaka lalu aku kutuk jadi batu haa" ucapnya dengan nada marah karena Dea selalu saja menolak berbuatan baiknya.


"Bukannya yang di kutuk jadi batu itu jika seorang anak durhaka kepada ibunya seperti Maling Kandang Ayam itu ya Sayang, sejak kapan kutukannya berubah jadi seorang istri yang durhaka kepada suaminya"


"Sama-sama durhaka jadi sama kutukannya, mengapa jadi membahas kutukan, kau mempermainkanku ya!.


Cepat buka mulutmu!" perintah Keano dengan roti yang sudah ada di depan mulut Dea.


Yang sakit kan hanya va*inaku mengapa semua keperluanku dia yang mengurusi.


Dea akhirnya membuka mulutnya dan menerima suapan dari Keano, "Sayang, pelan-pelan saja, makanan yang di dalam belum juga habis sudah kamu mengisinya lagi" ucapnya dengan keadaan makanan masih ia kunyah.


"Makanmu saja yang lelet, cepat habiskan!" katanya yang tidak mau di salahkan.


"Sekarang giliranmu, sini piringnya aku akan menyuapimu." katanya sambil mengambil piring yang ada di tangan Keano.


"Aaaak... aemm." ucap Dea sambil menyuapi Keano.


"Bagaimana rasanya?" tanya Dea setelah Keano memakan sesuap roti melalui tangannya.


"Seperti roti" jawabnya cuek.


"Bukan itu maksudku, setelah aku suapi apa rasanya ada yang istimewa atau ada yang


beda tidak?" tanyanya sambil menunjukkan senyumannya, berharap Keano menjawab pertanyaannya sesuai dengan harapannya.


"Ada..." seketika Dea langsung sumringah, "rasa coklatnya." sambung Keano yang membuat Dea langsung lesu.


Aku kira dia akan menjawab, ya Dea Sayang, setelah kamu menyuapiku rasanya tambah enak, apalagi jika makannya sambil melihat wajahmu, rasanya aku ingin tidak kenyang-kenyang agar kamu terus menyuapiku dan memandang wajahmu. batin Dea yang kesal dengan Keano.

__ADS_1


Keano tersenyum tipis melihat wajah Dea yang terlihat kesal karena jawaban yang ia berikan pada Dea, "Mengapa wajahmu terlihat kesal seperti itu, ada apa?" tanya Keano yang pura-pura tidak tahu.


"Tidak ada," balasnya cuek dan melanjutkan menyuapi Keano.


"Pasti kamu sedang merutukiku di dalam pikiranmu itu, benarkan?" tanya Keano penuh selidik.


Kenapa dia bisa tahu, apa ada tulisannya di wajahku. batin Dea sambil mengusap-usap wajahnya dengan tangannya.


"Tidak Sayang" jawabnya yang dengan takut.


"Alah bohong kamu, sebagai hukuman karena kamu sudah merutuki suamimu yang tampan ini di dalam pikiranmu, kamu harus menyuapiku menggunakan mulutmu, cepat lakukan!" suruh Keano.


"Mana bisa menyuapi menggunakan mulut Sayang, dimana-mana menyuapi itu dengan tangan, jadi menggunakan tanganku yang kecil dan mungil ini saja ya" tawar Dea dengan menampilkan senyumannya.


"Kamu tidak tahu cara menyuapi menggunakan mulut?" tanya Keano, Dea langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat dan semangat karena mengira Keano akan membatalkan untuk menyuruhnya menyuapinya dengan mulutnya.


"Baik, aku akan mengajarimu" balas Keano yang langsung meletakkan secuil roti ke mulutnya, Dea yang mendengar sekaligus melihat Keano akan mengajarinya tidak menyangka, karena dugaannya ternyata salah besar.


Dea hanya bisa pasrah dan menerima suapan dari mulut Keano, saat Dea menerima suapan dari mulut Keano dan makanannya telah sampai ke dalam mulutnya, Keano langsung menyatukan bibirnya dengan bibir Dea dan terjadilah ciu*an panas.


"Bagimana kamu sudah paham cara menyuapi dengan mulut?" tanya Keano sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Apa harus, setelah menyuapi dan makanan telah sampai di dalam mulut kita, pasangan yang menyuapi juga harus menciumnya?" tanya Dea dengan kepolosanya.


Dea hanya membalas dengan anggukan kepala.


Berarti jika aku menyuapinya sejumlah lima belas suapan maka aku juga harus menciumnya lima belas kali begitu. Di tambah nanti dia menyuapiku lima belas suapan maka dia juga menciumku lima belas kali juga, jadi lima belas di tambah lima belas sama dengan tiga puluh ciuman, ohhh bibirku...


***


"Siapa yang menyuruhmu memasukkan obat peran*sang ke dalam minuman nona Dea, saat di acara tadi malam haa?." tanya Ken dengan nada baik-baik.


"Apa maksud tuan saya tidak mengerti." jawab pelayan yang menawari Dea jus saat di pesta pertunangan tadi malam.


"Hah kau benar tidak mengerti maksudku?" tanya Ken lagi, pelayan menganggukkan kepalanya dengan penuh ketakutan, melihat jawaban dari sang pelayan Ken memberi isyarat pada anak buahnya untuk bertindak.


Bugg.. bugg...


Anak buah Ken memukul pipi kanan dan kiri pelayan tersebut yang sedang berdiri dengan keadaan kedua tangannya terikat.


"Masih tidak mengerti?" tanya Ken tapi pelayan tersebut tetap tidak memberi jawabannya.

__ADS_1


"Lanjutkan sampai dia mau mengakui siapa yang menyuruhnya" ucap Ken yang menjauh dari anak buahnya.


"Halo tuan." ucap Ken yang menelpon Keano.


"Bagimana baj*ngan itu sudah mengatakan siapa yang menyuruhnya?" tanya Keano melalui ponselnya.


"Belum tuan, saya sudah menyuruh orang kita memukulinya tapi dia masih belum mengaku juga" jawab Ken.


"Si*lan. Jangan biarkan dia mati, saya akan segera kesana dan saya pastikan dia akan mengakui siapa yangd sudah menyuruhnya." ucap Keano langsung mematikan panggilannya dengan Ken.


Keano mendekat ke arah ranjang dimana Dea berada, setelah mengangkat telpon dari sekretarisnya Ken.


"Siapa Sayang yang menelponmu, apa ada klienmu yang ingin bertemu denganmu?


Pergilah Sayang temui klien mu aku tidak apa kok. " tutur Dea saat Keano mendekat ke arahnya.


"Sepertinya kamu senang sekali jika aku pergi dari hadapanmu." kata Keano penuh selidik.


"Eehh. Mana mungkin aku senang jika kamu pergi, aku malah sedih jika kau pergi jauh dariku." balas Dea dengan menampilkan raut wajah sedihnya.


"Pembual."


"Benar Sayang aku tidak berbohong suerr" balasnya sambil menunjukkan dua jarinya.


"Ya, kali ini aku percaya dengan kebohonganmu.


Ingat, jangan banyak berjalan-jalan, di dalam kamar saja, jika ingin sesuatu gunakan ponselmu dan suruh pelayan saja.


Kalau sampai aku pulang dan melihat kamu keluar dari kamar ini, mati kamu di tanganku." ancam Keano yang membuat Dea menelan salivanya.


"Baik Sayang aku tidak akan keluar kok"


"Bagus." ucap Keano sambil mengelus-elus puncak rambut Dea.


Keano mengarahkan tangannya di depan wajah Dea, Dea yang tidak paham melihat wajah Keano dengan wajah penuh tanya.


"Cium tanganku!" perintahnya, Dea langsung mengambil tangan Keano dan menci*mnya.


"Hehe, aku kira kamu mau menggandengku dan mengajakku pergi denganmu."


"Dasar bo*oh." balasnya, Keano mencium kening Dea sebelum pergi.

__ADS_1


Dea yang di katai Keano bo*oh hanya bisa mengerucutkan bibirnya saat Keano keluar dari kamar mereka.


Jangan lupa untuk dukung author dengan cara like, komen dan vore sebanyak-banyaknya yup, agar author semangat untuk update, makasih.


__ADS_2