
Lily berada yang di kamarnya merasa terganggu karena mendengar kegaduhan di bawah, akhirnya Lily turun untuk mengeceknya.
Saat Lily berada di bawah, ia melihat Risa wanita yang selalu Lily idam-idamkan untuk menjadi menantunya sedang berlutut di hadapan Dea.
"Ada apa ini, mengapa berisik seka--."
Oh astaga Risa, apa yang kamu lakukan, mengapa kamu memohon pada wanita miskin ini." ucap Lily yang langsung menuju ke arah Risa dan membantu Risa berdiri tapi Risa menepis tangan Lily.
"Dea aku mohon tolong maafkan aku" kata Risa yang masih terus memohon.
"Hei, apa yang sudah kamu lakukan pada calon mantuku haa, sampai Risa memohon seperti ini kepadamu!" sentak Lily pada Dea.
"Aku tidak tahu bu, tiba-tiba saja mbak Risa datang dan menangis sambil memohon untuk di maafkan, tapi aku tidak tahu apa yang sudah mbak Risa lakukan hingga mbak Risa meminta maaf sepadaku seperti ini.
Dan bukankah mantu ibu itu Dea, mengapa ibu menyebut mbak Risa calon mantu ibu?
Mbak Risa itu bukan calon mantu tapi mantan kekasihnya anak ibu."
"Aku tidak pernah menganggapmu sebagai menantuku karena bagiku hanya Risa lah menantuku!" ucap Lily dengan tegasnya.
"Ishh ibu ngeyel sekali, kalau ibu tidak percaya, Dea akan membuktikannya.
Mbak Risa, mbak Risa mantan kekasih Keano, kan?" tanya Dea pada Risa yang masih memegang kaki Dea.
Risa mengangguk cepat, "Iya bu, perkataan Dea benar, aku ini hanya mantan kekasihnya Keano."
Mengapa Risa jadi penakut seperti ini, bukankah dulu dia sangat ingin menjadi istrinya Keano.
Kalau begini sama saja dia menjatuhkan harga diriku di hadapan wanita miskin ini, dasar!
"Bagaimana bu, benarkan perkataanku." ucapnya sambil tersenyum lebar ke arah Lily, Lily langsung melengos saat Dea tersenyum ke arahnya.
"Duduklah mbak dan ceritakan apa yang sudah mbak Risa lakukan padaku, hingga menghruskan mbak Risa memohon seperti tadi kepadaku." ucap Dea yang membangunkan Risa dan memaksanya untuk duduk di sofa.
Keano hanya duduk sambil terus tersenyum, menatap Risa penuh arti, hanya Keano sendirilah yang tahu apa yang sedang di pikirkannya.
__ADS_1
"Sebenarnya aku sudah memasukkan obat ke dalam minumanmu saat di pesta malam itu" jelas Risa.
"Obat apa? batuk, panas, mencret atau obat ambeien." balas Dea, yang entah ia tidak tahu atau hanya pura-pura tidak mengetahuinya.
"Obat per*ngsang." jawabnya dengan wajah yang menunduk.
Lily dan Dea terkejut mendengar penuturan Risa tetapi Keano terus tersenyum tanpa merasa terkejut sedikitpun.
"Mengapa mbak melakukannya kepadaku?" tanya Dea dengan serius.
"Aku ingin membuatmu merasa malu di hadapan semua orang, walau itu hanya sekedar untuk keluar rumah tapi Keano sudah lebih dulu menolongmu.
Dan sekarang aku menyesal telah melakukannya tolong maafkan aku, aku mohon De." tuturnya dengan raut wajah yang terlihat sangat sedih dengan air matanya menetes di pipinya.
Mbak Tarzan benar- benar menyesali perbuatannya terhadapku atau ada sesuatu yang aku tidak ketahui.
Dea sekilas melihat ke arah Keano yang terlihat begitu senang, tanpa alasan yang jelas, apa yang membuatnya bahagia seperti itu. Dea mulai berpikir seperti ada yang aneh dalam kejadian ini.
Apa ini semua karenanya? karena tidak mungkin mbak Tarzan mengakui kesalahannya sendiri jika tidak ada sesuatu yang membuatnya harus mengakuinya. Mana ada orang julid ngaku julid pasti ngakunya orang baik.
"Ya sudahlah mbak yang sudah terjadi biarlah terjadi, aku sudah memaafkan mbak Risa.
"Terimakasih De, kamu benar-benar baik" pujinya pada Dea.
Kalau saja bukan karena usaha dan karirku, aku tidak akan sudi memohon bahkan menerima pelukannya.
Lily menatap Dea dan Risa tanpa berkedip sama sekali, "Sekarang siapa yang akan menjadi sekutuku untuk menghempaskannya" gumamnya pelan sambil terus menatap Dea dan Risa berpelukan.
***
"Keano, aku mohon kembalikan semua usaha dan asetku. Aku sudah meminta maaf kepada istrimu hingga aku sampai menurunkan harga diriku di hadapannya" ucap Risa dengan wajah sedihnya seperti tadi saat ia meminta maaf pada Dea.
Setelah Dea memaafkan kesalahan Risa dan Keano juga telah melihat dramanya, Keano tiba-tiba berdiri dan pergi keluar entah kemana.
Risa yang melihat Keano pergi segera melepaskan pelukannya dengan Dea dan pamit untuk pulang tapi ternyata Risa pergi untuk menemui Keano.
__ADS_1
"Cihh, menurunkan harga diri kau bilang.
Kau sudah hampir membuatnya malu dan saat kau meminta maaf kau bilang menurunkan harga dirimu. Heii, kau ini asli seorang pengusaha atau kata pengusaha itu hanya sebuah embel-embel saja, mengapa kau begitu bod*h. Saya jadi meragukan usahamu yang sudah kau banggakan itu." ucap Keano dengan senyum evilnya.
"Apa maksudmu berkata seperti itu?" tanya Risa dengan was-was.
"Kau pikir saya tidak tahu, jika usahamu itu tidak murni dari hasil kerja keras otakmu melainkan dari hasil kerja keras yang memanfaatkan tubuhmu. Dan sekarang kau berkata jika kau menurunkan harga dirimu, hahh sungguh menjijikan."
Mengapa Keano bisa tahu semua rahasiaku.
"Tapi aku sudah berinisiatif untuk meminta maaf kepada istrimu, setidaknya tolong balas usahaku"
"Saya telah memberikan hadiah atas usahamu yakni dengan cara menghancurkan usahamu yang berkembang karena memanfaatkan tubuhmu jadi kau bisa memulai usahamu dengan memanfaatkan fungsi otakmu. Kurang baik apalagi saya kepadamu hem?" ucapnya yang langsung pergi meninggalkan Risa yang frustasi sendiri.
Risa mengejar Keano, "Aku mohon Keano, aku tidak mau menjadi gelandangan, tolong kembalikan setidaknya sebagian asetku." pinta Risa yang memohon di hadapan Keano dengan menempelkan kedua telapak tangan di depan dadanya.
"Minggir!" kata Keano dengan sorot mata tajamnya, Risa seketika langsung minggir dari hadapan Keano karena tidak ingin nasibnya bertambah sial.
***
"Bu, kenapa ibu sangat tidak ingin aku jadi menantu ibu?" tanya Dea pada Lily.
"Karena kau wanita miskin, kampung dan jelek." jawab Lily yang menohok membuat kepercayaan diri Dea hampir memudar.
Mengapa ibu mertuaku begitu jujur berkata mengenaiku, setidaknya tolong di filter atau di edit dulu bu perkataan ibu huhu.
"Aku tahu, aku tidak berasal dari keluarga yang kaya seperti mbak Risa, aku juga tidak cantik seperti mbak Risa tapi setidaknya aku kan sangat imut bu.
Bu, bukannya biasanya seorang ibu itu akan bahagia jika melihat anaknya bahagia dan Keano memilihku sebagai istrinya, dia bahagia bersamaku bukan dengan mbak Risa bu.
Putra ibu sebenarnya ingin ibu merestui hubungan kami, karena bagaimanapun juga seorang anak ingin ibunya bahagia melihatnya menikah dengan wanita pilihannya.
Dea harap ibu menurunkan sedikit ego ibu agar ibu mengerti keinginan anak ibu." tutur Dea yang memberikan pengertian sambil memegang tangan Lily dan tersenyum tulus kepadanya, Dea berharap Lily mengerti keinginan putranya dan menurunkan sedikit egonya yang ingin memiliki menantu yang kaya.
"Untuk apa Keano memiliki istri yang kaya jika itu yang ia butuh dan inginkan." sambung Dea yang melenggang pergi dari hadapan Lily.
__ADS_1
Lily melamun memikirkan perkataan Dea, Lily mencerna ucapan Dea dan mencoba memahami kata-katanya yang menusuk jiwa keibuannya.
Bersambung....